Deepfake Semakin Sempurna dan Persaingan Kecerdasan AI Memanas

Jum'at, 01 Mei 2026 - 09:03 WIB
loading...
A A A
Deepfake tidak lagi terbatas pada konten hiburan daring; penjahat siber kini mengeksploitasinya untuk penipuan terorganisir. Mereka dapat mengumpulkan data yang tersedia untuk umum di media sosial untuk membangun "bank suara" karyawan di dalam suatu perusahaan, kemudian menggunakan AI untuk meniru pemimpin atau kolega untuk melakukan panggilan yang meminta transfer uang.

Kerugian akibat insiden ini sangat signifikan. Setiap penipuan deepfake dapat merugikan bisnis ratusan ribu dolar. Yang mengkhawatirkan, skenario tersebut sering kali memanfaatkan rasa urgensi korban – seperti berpura-pura menjadi orang terkasih untuk meminta bantuan – menyebabkan mereka lengah dalam waktu yang sangat singkat.

'Memadamkan api dengan api' menggunakan AI
Untuk mengatasi hal ini, banyak perusahaan rintisan keamanan memilih pendekatan terbalik: menggunakan AI itu sendiri untuk mendeteksi deepfake.

Salah satu pendekatan umum adalah model "guru-murid" dalam pembelajaran mesin. Sistem dilatih menggunakan sejumlah besar data nyata dan palsu untuk mempelajari cara mengidentifikasi jejak teknis yang tidak dapat dilihat manusia dengan mata telanjang.

Pendekatan ini menciptakan lingkaran setan: seiring semakin canggihnya deepfake, sistem deteksi harus terus ditingkatkan agar tetap bisa bersaing. Oleh karena itu, perlombaan ini tampaknya tidak akan pernah berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved