Babak Belur Dihantam Kritik Global: Insiden Bocornya Rahasia Triliunan Rupiah Paksa IGRS Dievaluasi Total
Sabtu, 18 April 2026 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Secara teknis, proses rating IGRS mewajibkan perusahaan pengembang mengirimkan konten, termasuk video cuplikan gameplay, yang relevan dengan unsur kekerasan, bahasa, atau konten dewasa untuk ditinjau.
Ironisnya, proses inilah yang diduga kuat menjadi muara dari kebocoran tersebut. Data privat yang seharusnya dilindungi dengan enkripsi tinggi tingkat negara justru terekspos ke ranah publik.
Menghadapi krisis kredibilitas ini, Sonny berjanji akan membongkar sistem tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia menyatakan bahwa investigasi tidak hanya dilakukan sepotong-sepotong, melainkan dibedah secara komprehensif.
"Proses sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan, baik dari sisi policy, sistem dan proses, ataupun tools dan teknologinya, sampai ke organisasi dan SDM-nya," urai Sonny.
Untuk menjamin objektivitas, Komdigi tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng pihak eksternal, termasuk pelaku industri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Saat ini dilaporkan terdapat tiga tim khusus yang bekerja secara paralel untuk mengurai insiden ini sejak awal April.
"Jadi, komprehensif. Bukan dari kita sendiri yang bisa investigasi, tapi yang paling penting adalah melibatkan teman-teman di industrinya. Sehingga prosesnya transparan. Enggak ada yang ditutupi," janjinya kepada publik.
Kekhawatiran utama yang muncul adalah ancaman pemblokiran terhadap game-game yang belum atau gagal memenuhi syarat rating IGRS selama masa penundaan ini.
Ironisnya, proses inilah yang diduga kuat menjadi muara dari kebocoran tersebut. Data privat yang seharusnya dilindungi dengan enkripsi tinggi tingkat negara justru terekspos ke ranah publik.
Menghadapi krisis kredibilitas ini, Sonny berjanji akan membongkar sistem tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia menyatakan bahwa investigasi tidak hanya dilakukan sepotong-sepotong, melainkan dibedah secara komprehensif.
"Proses sekarang dalam proses investigasi secara keseluruhan, baik dari sisi policy, sistem dan proses, ataupun tools dan teknologinya, sampai ke organisasi dan SDM-nya," urai Sonny.
Untuk menjamin objektivitas, Komdigi tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng pihak eksternal, termasuk pelaku industri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Saat ini dilaporkan terdapat tiga tim khusus yang bekerja secara paralel untuk mengurai insiden ini sejak awal April.
"Jadi, komprehensif. Bukan dari kita sendiri yang bisa investigasi, tapi yang paling penting adalah melibatkan teman-teman di industrinya. Sehingga prosesnya transparan. Enggak ada yang ditutupi," janjinya kepada publik.
Bebas Blokir: Jaminan Sementara di Tengah Kekacauan Regulasi
Di sisi lain, pembekuan sistem IGRS ini sempat menimbulkan gelombang kepanikan di kalangan gamers dan komunitas esports di Tanah Air.Kekhawatiran utama yang muncul adalah ancaman pemblokiran terhadap game-game yang belum atau gagal memenuhi syarat rating IGRS selama masa penundaan ini.
Lihat Juga :