16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital

Rabu, 15 April 2026 - 09:20 WIB
loading...
16 Tahun ITSEC Asia:...
Di usia ke-16, ITSEC Asia memperluas perannya dari penyedia layanan menjadi penggerak ekosistem keamanan digital berbasis institusi. Foto: ITSEC
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya serangan siber di Indonesia, perangkat yang paling sering diabaikan justru menjadi titik lemah utama: ponsel pribadi.

Fenomena ini menjadi latar belakang langkah PT ITSEC Asia Tbk yang genap berusia 16 tahun, dengan meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise—solusi keamanan siber mobile berbasis institusi yang ditujukan untuk karyawan, siswa, hingga aparatur pemerintah.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyebut bahwa ancaman digital di Indonesia telah bergeser dari sekadar isu teknis menjadi risiko ekonomi langsung bagi individu.

”Ancaman yang dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. Tapi merupakan penipuan finansial yang dapat mengosongkan rekening bank, malware yang membajak dompet digital, dan platform yang mengeksploitasi pengguna yang rentan,” ujarnya.

Didirikan pada 2010 di Jakarta, ITSEC Asia berkembang dari perusahaan layanan keamanan siber menjadi entitas publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023.

Selama 16 tahun, perusahaan ini mencatat lebih dari 7.000 proyek keamanan siber dan melayani lebih dari 300 klien aktif di sektor keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.

Operasinya kini mencakup Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius, dengan dukungan lebih dari 400 profesional.

Secara finansial, kinerja ITSEC menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, pendapatan mencapai Rp527,1 miliar, tumbuh 62 persen tahunan, dengan laba bersih Rp65,4 miliar.

Angka ini mencerminkan dua hal: meningkatnya kebutuhan keamanan siber dan mulai matangnya model bisnis di sektor ini.

Namun di sisi lain, pertumbuhan tersebut juga menjadi indikator bahwa ancaman digital berkembang lebih cepat dari kesiapan pengguna.

Masalah Utama: Perangkat Pribadi Jadi Celah Sistem
16 Tahun ITSEC Asia: Produk Baru Ini Jadi Senjata Baru Lawan Kejahatan Digital

Salah satu kritik utama dalam keamanan siber modern adalah ketergantungan pada sistem organisasi tanpa memperhitungkan perangkat pribadi pengguna.

Dalam praktiknya, banyak kebocoran data atau serangan siber justru berasal dari perangkat yang tidak terlindungi—termasuk ponsel karyawan atau siswa.

ITSEC melihat celah ini sebagai masalah struktural.

Melalui IntelliBron Aman Enterprise, pendekatan yang diambil adalah berbasis institusi. Sekolah, perusahaan, atau instansi pemerintah berlangganan platform, lalu mendistribusikan kode aktivasi kepada anggotanya.

Pengguna kemudian mengunduh aplikasi dan mengaktifkannya tanpa biaya pribadi.

Sistem ini juga dirancang untuk melindungi data finansial dan akun digital pengguna—dua aset yang paling sering menjadi target serangan.
Dari sisi operasional, perlindungan langsung aktif setelah aplikasi diinstal dan diaktivasi melalui kode institusi.

Ketiadaan transparansi spesifikasi teknis ini menjadi catatan penting, terutama untuk produk yang menyasar level enterprise.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
2 Tahun Perjalanan Defend...
2 Tahun Perjalanan Defend IT360: Evolusi Keamanan Siber Melalui Teknologi SIEM Mutakhir
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Rekomendasi
Polri Tetapkan 287 WNA...
Polri Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Markas Judi Online Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Infografis
Simak! Ini 8 Ruas Tol...
Simak! Ini 8 Ruas Tol Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved