iPhone Terancam DarkSword: Sekali Klik Website, Data Bisa Dikuras Habis
Rabu, 25 Maret 2026 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Di Arab Saudi, penyerang bahkan menggunakan aplikasi tiruan Snapchat, sementara di Ukraina, dua situs, termasuk situs pemerintah, telah disusupi.
Setelah berhasil masuk, DarkSword mengirimkan malware seperti Ghostblade. Malware ini bekerja cepat dan agresif: mencuri hampir seluruh data penting dalam satu kali eksekusi.
Data yang diambil mencakup:
SMS, iMessage, Telegram, WhatsApp, email
foto, catatan, kalender, data kesehatan
lokasi, riwayat browsing Safari, cookie
kontak, riwayat panggilan, konfigurasi WiFi dan password
file iCloud Drive dan aplikasi terpasang
Lebih jauh, Ghostblade juga secara khusus menargetkan data kripto. Malware ini mencari aplikasi seperti Coinbase, Binance, Kraken, Kucoin, OKX, Mexc, serta dompet digital seperti Ledger, Trezor, Metamask, Exodus, Uniswap, Phantom, dan Gnosis Safe.
Artinya, risiko tidak hanya kebocoran data, tetapi juga pencurian aset digital. Yang lebih mengkhawatirkan, Ghostblade dirancang untuk menghapus jejaknya setelah mencuri data. Akibatnya, korban sering kali tidak menyadari bahwa perangkatnya telah diretas.
Setelah berhasil masuk, DarkSword mengirimkan malware seperti Ghostblade. Malware ini bekerja cepat dan agresif: mencuri hampir seluruh data penting dalam satu kali eksekusi.
Data yang diambil mencakup:
SMS, iMessage, Telegram, WhatsApp, email
foto, catatan, kalender, data kesehatan
lokasi, riwayat browsing Safari, cookie
kontak, riwayat panggilan, konfigurasi WiFi dan password
file iCloud Drive dan aplikasi terpasang
Lebih jauh, Ghostblade juga secara khusus menargetkan data kripto. Malware ini mencari aplikasi seperti Coinbase, Binance, Kraken, Kucoin, OKX, Mexc, serta dompet digital seperti Ledger, Trezor, Metamask, Exodus, Uniswap, Phantom, dan Gnosis Safe.
Artinya, risiko tidak hanya kebocoran data, tetapi juga pencurian aset digital. Yang lebih mengkhawatirkan, Ghostblade dirancang untuk menghapus jejaknya setelah mencuri data. Akibatnya, korban sering kali tidak menyadari bahwa perangkatnya telah diretas.
Lihat Juga :