Ambisi Rp29 Juta Xiaomi: Jual Kamera Leica yang Kebetulan Bisa Dipakai Telepon
Kamis, 05 Maret 2026 - 09:55 WIB
loading...
Xiaomi 17 Series bukan sekadar alat komunikasi, melainkan studio produksi di dalam saku celana. Foto: Xiaomi Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Di 2026, batas antara smartphone dan kamera profesional sudah bukan lagi garis buram. Tapi, benar-benar telah dihapus. Fakta ini dipertegas oleh peluncuran seri flagship terbaru dari Xiaomi—yakni Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra, dan edisi eksklusif Xiaomi Leica Leitzphone—di Jakarta pada 3 Maret kemarin.
Alih-alih adu spek dan kecepatan, Xiaomi justru membidik audiens yang lebih spesifik: mereka yang menginginkan kualitas gambar level dewa tanpa perlu menggendong tas kamera yang berat.
”Lompatan teknologi pada Xiaomi 17 Series merupakan manifestasi dari kolaborasi kami dengan Leica. Xiaomi 17 Series menghadirkan sistem kamera sangat bertenaga, memberi pengalaman fotografi lebih profesional namun tetap effortless (tanpa hambatan),” tegas Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.
Membaca Tren: Saat Sensor Menggantikan Resolusi Kosong
Konsumen sudah semakin cerdas. Mereka tidak lagi tertipu oleh embel-embel "Megapiksel" besar yang sekadar angka.
Konsumen kini mencari kualitas sensor penangkap cahaya. Alasannya sederhana: sensor lebih besar menangkap lebih banyak cahaya, dan lebih banyak cahaya berarti foto malam hari yang jauh lebih bersih.
Di sinilah Xiaomi 17 Ultra ("Master of the Night") bermain brutal. Perangkat ini dibekali sensor kamera utama berukuran raksasa 1 inci bernama Light Fusion 1050L (LOFIC).
![Ambisi Rp29 Juta Xiaomi: Jual Kamera Leica yang Kebetulan Bisa Dipakai Telepon]()
Tidak hanya itu, ia menggendong kamera telefoto periskop 200 Megapiksel (MP) dengan kemampuan optical zoom mekanis setara lensa 400mm (pembesaran 17,2x). Untuk urusan rekam gambar, ponsel ini sanggup merekam video kelas sinema 4K 120fps (Dolby Vision).
Bagi mereka yang merasa versi Ultra terlalu bongsor (layar 6,9 inci, tebal 8,29 mm, bobot 218 gram), tersedia sang adik, Xiaomi 17.
Ponsel berjuluk compact flagship ini hadir lebih ringkas (layar 6,3 inci, tebal 8,06 mm, bobot 191 gram), namun tetap dipersenjatai tiga kamera 50MP di belakang, lensa telefoto 60mm untuk potret, dan pembesaran optik 5x.
Secara performa mentah, keduanya setara. Baik seri 17 maupun 17 Ultra "diotaki" oleh cip kasta tertinggi saat ini, Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm). Artinya, membuka ratusan jendela peramban atau bermain gim terberat sekalipun tidak akan membuat ponsel ini kepanasan.
Menariknya, baterai yang ditanamkan justru sangat besar berkat teknologi silikon terbaru: 6.000mAh untuk versi Ultra dan 6.330mAh untuk versi reguler.
Keduanya didukung pengisian daya sangat cepat 100W/90W (kabel) dan 50W (nirkabel). Layar keduanya juga diklaim sangat terang dengan puncak kecerahan hingga 3.500 nits.
Kasta Tertinggi: Xiaomi Leica Leitzphone
Sebagai perayaan 100 tahun Leica, Xiaomi juga merilis edisi kolektor: Xiaomi Leica Leitzphone. Secara fisik, ponsel ini dibalut bodi paduan aluminium anodasi nikel yang membuatnya terasa premium layaknya kamera Leica asli.
Fitur andalannya adalah Leica Camera Ring, tombol putar fisik untuk mengatur kamera, serta mode Leica Essential yang diklaim mampu mereproduksi warna persis seperti kamera legendaris Leica M9 dan M3.
Daftar Harga Lengkap di Indonesia
Dengan spesifikasi selangit tersebut, Xiaomi mematok harga yang cukup agresif (dan menguras kantong) di pasar Indonesia:
Xiaomi 17 (12GB RAM / 256GB): Rp14.999.000
Xiaomi 17 (12GB RAM / 512GB): Rp 15.999.000
Xiaomi 17 Ultra (16GB RAM / 512GB): Rp 19.999.000
Xiaomi 17 Ultra (16GB RAM / 1TB): Rp 22.999.000
Xiaomi Leica Leitzphone (16GB RAM / 1TB): Rp 29.999.000 (melalui sistem undian/raffle)
Aksesoris Photography Kit: Rp 1.999.000
Semua perangkat ini sudah bisa didapatkan mulai 7 Maret 2026. Xiaomi juga menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga 5 generasi dan keamanan hingga 6 tahun ke depan, memastikan investasi belasan juta rupiah Anda tidak cepat usang.
Di era di mana konten visual adalah segalanya, Xiaomi 17 Series bukan sekadar alat komunikasi, melainkan studio produksi di dalam saku celana.
Alih-alih adu spek dan kecepatan, Xiaomi justru membidik audiens yang lebih spesifik: mereka yang menginginkan kualitas gambar level dewa tanpa perlu menggendong tas kamera yang berat.
”Lompatan teknologi pada Xiaomi 17 Series merupakan manifestasi dari kolaborasi kami dengan Leica. Xiaomi 17 Series menghadirkan sistem kamera sangat bertenaga, memberi pengalaman fotografi lebih profesional namun tetap effortless (tanpa hambatan),” tegas Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.
Membaca Tren: Saat Sensor Menggantikan Resolusi Kosong
![Ambisi Rp29 Juta Xiaomi: Jual Kamera Leica yang Kebetulan Bisa Dipakai Telepon]()
Konsumen sudah semakin cerdas. Mereka tidak lagi tertipu oleh embel-embel "Megapiksel" besar yang sekadar angka.
Konsumen kini mencari kualitas sensor penangkap cahaya. Alasannya sederhana: sensor lebih besar menangkap lebih banyak cahaya, dan lebih banyak cahaya berarti foto malam hari yang jauh lebih bersih.
Di sinilah Xiaomi 17 Ultra ("Master of the Night") bermain brutal. Perangkat ini dibekali sensor kamera utama berukuran raksasa 1 inci bernama Light Fusion 1050L (LOFIC).

Tidak hanya itu, ia menggendong kamera telefoto periskop 200 Megapiksel (MP) dengan kemampuan optical zoom mekanis setara lensa 400mm (pembesaran 17,2x). Untuk urusan rekam gambar, ponsel ini sanggup merekam video kelas sinema 4K 120fps (Dolby Vision).
Bagi mereka yang merasa versi Ultra terlalu bongsor (layar 6,9 inci, tebal 8,29 mm, bobot 218 gram), tersedia sang adik, Xiaomi 17.
Ponsel berjuluk compact flagship ini hadir lebih ringkas (layar 6,3 inci, tebal 8,06 mm, bobot 191 gram), namun tetap dipersenjatai tiga kamera 50MP di belakang, lensa telefoto 60mm untuk potret, dan pembesaran optik 5x.
Secara performa mentah, keduanya setara. Baik seri 17 maupun 17 Ultra "diotaki" oleh cip kasta tertinggi saat ini, Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm). Artinya, membuka ratusan jendela peramban atau bermain gim terberat sekalipun tidak akan membuat ponsel ini kepanasan.
Menariknya, baterai yang ditanamkan justru sangat besar berkat teknologi silikon terbaru: 6.000mAh untuk versi Ultra dan 6.330mAh untuk versi reguler.
Keduanya didukung pengisian daya sangat cepat 100W/90W (kabel) dan 50W (nirkabel). Layar keduanya juga diklaim sangat terang dengan puncak kecerahan hingga 3.500 nits.
Kasta Tertinggi: Xiaomi Leica Leitzphone
![Ambisi Rp29 Juta Xiaomi: Jual Kamera Leica yang Kebetulan Bisa Dipakai Telepon]()
Sebagai perayaan 100 tahun Leica, Xiaomi juga merilis edisi kolektor: Xiaomi Leica Leitzphone. Secara fisik, ponsel ini dibalut bodi paduan aluminium anodasi nikel yang membuatnya terasa premium layaknya kamera Leica asli..jpg)
Fitur andalannya adalah Leica Camera Ring, tombol putar fisik untuk mengatur kamera, serta mode Leica Essential yang diklaim mampu mereproduksi warna persis seperti kamera legendaris Leica M9 dan M3.
Daftar Harga Lengkap di Indonesia
![Ambisi Rp29 Juta Xiaomi: Jual Kamera Leica yang Kebetulan Bisa Dipakai Telepon]()
Dengan spesifikasi selangit tersebut, Xiaomi mematok harga yang cukup agresif (dan menguras kantong) di pasar Indonesia:
Xiaomi 17 (12GB RAM / 256GB): Rp14.999.000
Xiaomi 17 (12GB RAM / 512GB): Rp 15.999.000
Xiaomi 17 Ultra (16GB RAM / 512GB): Rp 19.999.000
Xiaomi 17 Ultra (16GB RAM / 1TB): Rp 22.999.000
Xiaomi Leica Leitzphone (16GB RAM / 1TB): Rp 29.999.000 (melalui sistem undian/raffle)
Aksesoris Photography Kit: Rp 1.999.000
Semua perangkat ini sudah bisa didapatkan mulai 7 Maret 2026. Xiaomi juga menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga 5 generasi dan keamanan hingga 6 tahun ke depan, memastikan investasi belasan juta rupiah Anda tidak cepat usang.
Di era di mana konten visual adalah segalanya, Xiaomi 17 Series bukan sekadar alat komunikasi, melainkan studio produksi di dalam saku celana.
(dan)
Lihat Juga :