Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Selasa, 03 Maret 2026 - 19:23 WIB
loading...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia. FOTO/ SCIENCE ALERT
A
A
A
JAKARTA - Indonesia baru saja menyaksikan fenomena langit yang memukau malam ini ketika bulan berubah menjadi merah selama gerhana bulan total, atau lebih dikenal sebagai ‘bulan merah’.
Fenomena ini adalah satu-satunya gerhana bulan total yang dapat disaksikan di Indonesia pada tahun 2026, dan tidak akan terjadi lagi hingga akhir tahun 2028.
‘Bulan merah’ mengacu pada gerhana bulan total, ketika Bumi berada tepat di antara matahari dan bulan.
Pada saat itu, sinar matahari yang melewati atmosfer Bumi tersebar dan menyaring warna biru, sehingga hanya cahaya merah dan oranye yang mencapai permukaan bulan, membuatnya tampak merah tua.
Gerhana bulan total malam ini akan terlihat sepenuhnya di indonesia, dengan fase maksimum terjadi pada pukul 19.33 WIB.
Namun, karena bulan masih rendah di cakrawala timur saat gerhana dimulai, mungkin sulit untuk melihatnya sampai bulan terbit lebih tinggi setelah fase maksimum.
Waktu penting saat gerhana bulan merah
19.23 - Bulan terbit selama fase gerhana total (sulit dilihat karena terlalu rendah).
19.33 - Gerhana maksimum (Bulan berada paling dalam di umbra).
20.02 - Fase gerhana total berakhir.
21.17 - Gerhana parsial berakhir.
22.23 - Gerhana penumbra berakhir.
Di mana lokasi terbaik untuk melihatnya?
Untuk peluang terbaik melihat 'bulan darah':
Cari lokasi dengan pemandangan yang jelas ke arah timur (tempat bulan terbit).
Hindari polusi cahaya - area terbuka yang gelap memberikan pemandangan paling jelas.
Pada pukul 19.23–19.40, bulan mungkin terlalu rendah, sangat redup, atau tidak terlihat sama sekali, karena berada dalam fase totalitas saat muncul di cakrawala. Tunggu hingga bulan terbit lebih tinggi sekitar pukul 20.00.
Apakah Anda membutuhkan teleskop?
Tidak. Gerhana bulan aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Namun, teleskop atau teropong akan meningkatkan kejernihan warna merah dan permukaan bulan.
Mengapa fenomena ini istimewa?
Gerhana bulan total bukanlah hal yang langka secara global, tetapi peluang untuk melihatnya dari lokasi tertentu, termasuk Indonesia, terbatas.
Setelah fenomena malam ini, warga Indonesia harus menunggu hingga 31 Desember 2028 - 1 Januari 2029 untuk gerhana bulan total berikutnya.
Fenomena ini adalah satu-satunya gerhana bulan total yang dapat disaksikan di Indonesia pada tahun 2026, dan tidak akan terjadi lagi hingga akhir tahun 2028.
‘Bulan merah’ mengacu pada gerhana bulan total, ketika Bumi berada tepat di antara matahari dan bulan.
Pada saat itu, sinar matahari yang melewati atmosfer Bumi tersebar dan menyaring warna biru, sehingga hanya cahaya merah dan oranye yang mencapai permukaan bulan, membuatnya tampak merah tua.
Gerhana bulan total malam ini akan terlihat sepenuhnya di indonesia, dengan fase maksimum terjadi pada pukul 19.33 WIB.
Namun, karena bulan masih rendah di cakrawala timur saat gerhana dimulai, mungkin sulit untuk melihatnya sampai bulan terbit lebih tinggi setelah fase maksimum.
Waktu penting saat gerhana bulan merah
19.23 - Bulan terbit selama fase gerhana total (sulit dilihat karena terlalu rendah).
19.33 - Gerhana maksimum (Bulan berada paling dalam di umbra).
20.02 - Fase gerhana total berakhir.
21.17 - Gerhana parsial berakhir.
22.23 - Gerhana penumbra berakhir.
Di mana lokasi terbaik untuk melihatnya?
Untuk peluang terbaik melihat 'bulan darah':
Cari lokasi dengan pemandangan yang jelas ke arah timur (tempat bulan terbit).
Hindari polusi cahaya - area terbuka yang gelap memberikan pemandangan paling jelas.
Pada pukul 19.23–19.40, bulan mungkin terlalu rendah, sangat redup, atau tidak terlihat sama sekali, karena berada dalam fase totalitas saat muncul di cakrawala. Tunggu hingga bulan terbit lebih tinggi sekitar pukul 20.00.
Apakah Anda membutuhkan teleskop?
Tidak. Gerhana bulan aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Namun, teleskop atau teropong akan meningkatkan kejernihan warna merah dan permukaan bulan.
Mengapa fenomena ini istimewa?
Gerhana bulan total bukanlah hal yang langka secara global, tetapi peluang untuk melihatnya dari lokasi tertentu, termasuk Indonesia, terbatas.
Setelah fenomena malam ini, warga Indonesia harus menunggu hingga 31 Desember 2028 - 1 Januari 2029 untuk gerhana bulan total berikutnya.
(wbs)
Lihat Juga :