Nightography: Cara Samsung Mengubah Malam Jadi Panggung Utama Kamera

Senin, 23 Februari 2026 - 16:03 WIB
loading...
Nightography: Cara Samsung...
Aktivitas malam hari yang direkam dengan Galaxy S Series, menonjolkan detail warna dan minim noise berkat Nightography. Foto: Samsung Indonesia
A A A
JAKARTA - Sejak diperkenalkan pada 2022, Nightography menjelma menjadi trade mark Samsung Galaxy S Series dan mengubah cara pengguna memotret serta merekam video di kondisi minim cahaya: menjadikan low light bukan lagi kelemahan, melainkan panggung utama kualitas kamera smartphone.

Dari Gelap ke Jernih: Ketika Malam Bukan Lagi Musuh Kamera
Nightography: Cara Samsung Mengubah Malam Jadi Panggung Utama Kamera

Samsung jadi bagian dari fase baru tren mobile photography. Jika dulu kualitas kamera dinilai dari jumlah megapiksel atau bukaan lensa, kini pembeda utama pada 2026 adalah performa low light—baik untuk foto maupun video.

Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan merekam video malam yang tetap jernih, stabil, dan minim noise menjadi standar baru flagship.

Di titik inilah Samsung memosisikan Nightography sebagai identitas yang konsisten dibangun sejak Galaxy S22 Series pada 2022.
Nightography bukan sekadar mode malam yang mencerahkan gambar.

Samsung mengembangkan teknologi ini untuk menjaga detail subjek tetap terbaca, noise terkendali, dan warna tetap natural sesuai suasana aslinya.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan pendekatan tersebut bukan hanya soal perangkat keras.

”Kualitas foto dari smartphone kini semakin sempurna dengan adanya kombinasi antara hardware dan software yang mumpuni. Lebih dari pengembangan teknologi lensa dan sensor kamera, Samsung terus konsisten meningkatkan kecerdasan AI di dalamnya,” ujarnya.

Evolusi Nightography: Dari S22 ke S25
Nightography: Cara Samsung Mengubah Malam Jadi Panggung Utama Kamera

Nightography pertama kali diperkenalkan secara masif lewat Samsung Galaxy S22 Series. Saat itu, Samsung menekankan pemrosesan multi-frame berbasis AI yang mampu menggabungkan hingga 30 frame menjadi satu gambar akhir. Teknik ini mengoptimalkan warna dan detail di setiap piksel sekaligus menekan noise.

Teknologi tersebut terus berkembang di Samsung Galaxy S23 Ultra, yang membawa sensor 200MP dan dukungan prosesor generasi baru untuk pemrosesan lebih cepat.

Pendekatan nona-binning—menggabungkan sembilan piksel menjadi satu—membantu menangkap cahaya lebih banyak di kondisi gelap.

Memasuki Samsung Galaxy S24 Series dan berlanjut ke Samsung Galaxy S25 Series, Samsung memperkenalkan ProVisual Engine.

Mesin AI ini dilatih menggunakan lebih dari 400 juta dataset, memungkinkan kamera memahami scene, subjek, serta kebutuhan pengguna secara kontekstual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Era Adu Chipset Resmi...
Era Adu Chipset Resmi Tamat! Ini Senjata On-Device AI Galaxy S Series yang Bikin HP Pesaing Kelihatan Kuno
Alasan Pre-Order Galaxy...
Alasan Pre-Order Galaxy S Terbaru Justru Cara Termurah Punya HP Flagship
Galaxy S25 Edge: Ketika...
Galaxy S25 Edge: Ketika Tipis Bukan Berarti Ringkih, Inikah Smartphone Tertipis Samsung?
Bikin Liburan Makin...
Bikin Liburan Makin Menyenangkan? Ini Tips Nge-prompt Pakai Galaxy AI
Ini Tips Jitu Govinda...
Ini Tips Jitu Govinda Rumi Pakai Galaxy S25 Ultra Bikin Konten Traveling
Kombinasi Kamera Galaxy...
Kombinasi Kamera Galaxy S25 Ultra dan Galaxy AI Terbaru Hasilkan Foto Arsitektur Epik
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved