Panggung Dansa ke Lini Massa: Sanggupkah 20.000 Robot Unitree Mengganti Buruh Manusia?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:10 WIB
loading...
Panggung Dansa ke Lini...
Robot humanoid G1 besutan Unitree Robotics saat mendemonstrasikan gerakan kung fu yang viral, lompatan teknologi yang kini berupaya menembus batas laboratorium menuju produksi massal di pasar global. Foto: Unitree
A A A
CHINA - Unitree Robotics menargetkan pengiriman 20.000 unit robot humanoid pada tahun 2026. Ini jadi lompatan produksi masif yang berambisi menguasai pasar global sebelum kompetitor Barat seperti Tesla siap masuk ke gelanggang.

Lampu sorot panggung Gala Festival Musim Semi CCTV mungkin telah padam. Tapi, gema dari gerakan bela diri robot dan salto tiga meter robot-robot Unitree masih menyisakan perdebatan panjang.

Di Hangzhou, markas Unitree tidak lagi sekadar merayakan viralnya video robot menari; mereka sedang menghitung angka-angka produksi yang ambisius.

CEO Unitree, Wang Xingxing, memproyeksikan pengiriman global robot humanoid akan mencapai angka puluhan ribu tahun ini.

Unitree sendiri mematok target 10.000 hingga 20.000 unit pada 2026.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan pernyataan perang ekonomi. Jika menilik data 2025, total pengiriman humanoid global berada di angka 13.000 unit.

Menariknya, firma-firma Tiongkok seperti Unitree dan Agibot sudah menguasai hampir 80% dari volume tersebut.

Dengan target baru ini, Unitree ingin melipatgandakan pencapaian mereka sendiri yang pada tahun lalu "hanya" mengirimkan sekitar 5.500 unit.

Kuantitas sebagai Senjata

Strategi China melalui Unitree adalah replikasi dari kesuksesan industri kendaraan listrik (EV) mereka: kuasai rantai pasokan, tekan harga melalui skala ekonomi, dan banjiri pasar sebelum standar global terbentuk.

Saat Tesla memproyeksikan robot Optimus baru akan rilis pada akhir 2027, Tiongkok sudah mencuri start.

"Inovasi ini sangat praktis dan akan memfasilitasi penyebaran kelompok robot dalam skala besar di masa depan," ujar Wang Xingxing kepada media 36Kr.

Wang sadar bahwa kemenangan dalam industri robotika tidak ditentukan oleh satu prototipe yang sempurna, melainkan oleh berapa banyak unit yang benar-benar bekerja di lapangan.

Namun, di balik angka-angka tersebut, terdapat kritik tajam mengenai kesiapan teknologi dalam dunia nyata. Robot humanoid G1 yang mampu berlari dengan kecepatan 4 meter per detik (sekitar 14 km/jam) dan robot anjing B2-W memang memukau di bawah kendali panggung yang terukur.

Patrick Zhang, analis teknologi dari Geopolitechs, memberikan perspektif yang lebih dingin: "Robot mungkin kesulitan di lingkungan dunia nyata, tetapi di atas panggung mereka memegang semua keuntungan."

Tantangan Brain-Body: Melampaui Koreografi
Panggung Dansa ke Lini Massa: Sanggupkah 20.000 Robot Unitree Mengganti Buruh Manusia?

Secara teknis, tantangan terbesar Unitree bukan pada "tubuh" robot yang mampu melakukan salto, melainkan pada "otak" atau Embodied AI. Unitree kini tengah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengembangkan sistem navigasi yang mampu membuat robot bergerak mandiri di lingkungan yang tidak terprediksi.

Tanpa kecerdasan buatan yang matang, 20.000 robot tersebut berisiko menjadi komoditas mahal yang tidak fungsional di lantai pabrik atau gudang logistik. Inilah mengapa perusahaan China lainnya, seperti LimX Dynamics, kini mulai bergeser fokus pada kemitraan lokal di Amerika Serikat dan Timur Tengah untuk mencari data penggunaan nyata, bukan sekadar investasi modal.

Pasar tampaknya merespons positif agresivitas China. Morgan Stanley bahkan telah menggandakan perkiraan penjualan humanoid untuk Tiongkok pada 2026 menjadi 28.000 unit.

Berikut adalah rincian data yang menjadi landasan optimisme sekaligus kekhawatiran industri:
Target Produksi Unitree 2026: 10.000 hingga 20.000 unit.

Realisasi Pengiriman 2025: 5.500 unit.

Dominasi Pasar: Perusahaan China menguasai 80% dari total 13.000 pengiriman global pada 2025.

Spesifikasi Teknis: Kecepatan lari 4 meter per detik (14 km/jam), lompatan somersault 3 meter, dan kemampuan gerak otonom penuh pada model G1.

Perbandingan Kompetitor: Tesla (Barat) diproyeksikan baru akan masuk pasar pada akhir 2027.

Pada akhirnya, ambisi Unitree untuk mengirimkan 20.000 robot adalah sebuah pertaruhan besar antara keberanian manufaktur dan kematangan teknologi AI. China telah membuktikan mereka bisa membuat robot menari; kini dunia menunggu apakah robot-robot itu bisa benar-benar bekerja.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Hyundai Motor Siap Menjual...
Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Mengapa Robot Bisa Bikin...
Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
Atur Lalu Lintas, China...
Atur Lalu Lintas, China Resmi Terjunkan Robot Polisi di Jalan
AS Siap Beri Pelajaran...
AS Siap Beri Pelajaran Robot-robot Canggih Buatan China
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Robot BMW Umumkan Pensiun...
Robot BMW Umumkan Pensiun setelah 11 Bulan Produksi 30 Ribu Mobil
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved