Tiru Telegram, Anggota Baru Grup WhatsApp bisa Lihat 100 Pesan Lama

Jum'at, 20 Februari 2026 - 15:11 WIB
loading...
Tiru Telegram, Anggota...
Inovasi terbaru WhatsApp memungkinkan anggota baru dalam grup melihat hingga 100 pesan sebelumnya untuk memahami konteks percakapan tanpa harus mengandalkan tangkapan layar. Foto: ist
A A A
JAKARTA - WhatsApp resmi merombak dinamika interaksi dalam percakapan kelompok melalui peluncuran fitur Riwayat Pesan Grup: solusi digital yang memungkinkan anggota baru memahami konteks pembicaraan tanpa perlu meminta ringkasan manual dari anggota lama.

Fitur ini hadir sebagai jawaban atas tingginya permintaan pengguna akan efisiensi komunikasi, sekaligus mempertegas posisi WhatsApp dalam memimpin inovasi perpesanan yang mengedepankan privasi di 2026.

Inovasi ini memberi kendali penuh kepada admin dan anggota grup saat mengundang orang baru.

Pengguna kini memiliki opsi untuk membagikan riwayat pesan terbaru dengan jumlah minimal 25 pesan hingga maksimum 100 pesan terakhir.

Langkah ini memangkas kebiasaan lama yang tidak efisien, seperti melakukan tangkapan layar (screenshot) berkali-kali atau meneruskan (forward) pesan panjang hanya untuk memberikan latar belakang sebuah topik pembicaraan.

Fitur ini menyasar kebutuhan produktivitas di tengah arus informasi grup yang sangat cepat.

Dengan adanya batas maksimal 100 pesan, WhatsApp memastikan bahwa anggota baru hanya mendapatkan konteks paling relevan tanpa terbebani oleh arsip obrolan yang terlalu lama.

Keamanan pun tetap menjadi fondasi utama, di mana seluruh riwayat yang dibagikan tetap terlindungi enkripsi end-to-end, serupa dengan standar pesan pribadi lainnya.

"Riwayat Pesan Grup memberi Anda cara yang lebih cepat dan lebih privat untuk menjaga percakapan tetap mengalir. Ini memastikan anggota baru hanya perlu membaca konteks terbaru yang paling relevan," tulis pengembang WhatsApp dalam pernyataan resminya, Jumat (20/2/2026).

WhatsApp juga menekankan aspek transparansi agar tidak terjadi kesalahpahaman antaranggota.
Saat riwayat pesan dikirimkan kepada anggota baru, seluruh penghuni grup akan menerima notifikasi otomatis. Secara visual, riwayat pesan tersebut akan dibedakan dari pesan biasa, lengkap dengan cap waktu (timestamp) dan identitas pengirim yang jelas, sehingga integritas percakapan asli tetap terjaga.

Bagi para admin grup, fitur ini bersifat opsional. Admin memiliki otoritas penuh untuk menonaktifkan pengaturan ini jika dianggap tidak sesuai dengan sifat grup tersebut.

Namun, saat diaktifkan, fitur ini menjadi instrumen kuat untuk mempercepat asimilasi anggota baru dalam ekosistem diskusi, baik untuk keperluan koordinasi pekerjaan maupun komunitas sosial.

Peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap ke seluruh pengguna di berbagai perangkat. Dengan standarisasi baru ini, WhatsApp mencoba mendefinisikan ulang batas antara privasi individu dan kebutuhan informasi kolektif dalam sebuah ruang obrolan.

Masa depan perpesanan grup kini bukan lagi soal siapa yang lebih dulu bergabung, melainkan seberapa cepat seseorang bisa memahami isi pembicaraan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Geger Layanan Berbayar...
Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Instagram dan WhatsApp...
Instagram dan WhatsApp Arya Daru Sempat Aktif usai Meninggal, Padahal Polisi Bilang HP Hilang
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Bisa Mematikan Manusia,...
Bisa Mematikan Manusia, Virus Baru dari Kelelawar Ditemukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved