Privasi vs Keamanan: Dilema di Balik Kewajiban Selfie untuk Aktivasi Kartu Perdana 2026
Kamis, 19 Februari 2026 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Secara teknis, terdapat perubahan mendasar dalam prosedur aktivasi. Bagi Warga Negara Indonesia (WNI), registrasi kini wajib menyertakan NIK serta verifikasi wajah melalui kamera ponsel atau perangkat di gerai layanan.
Bagi pelanggan di bawah usia 17 tahun atau yang belum memiliki KTP, proses dilakukan menggunakan NIK anak yang bersangkutan, namun verifikasi wajah dilakukan oleh kepala keluarga sesuai data yang tertera di Kartu Keluarga.
Kebijakan ini mengungkap dua sisi mata uang. Dari sisi positif (plus), kehadiran sistem biometrik adalah "kiamat" bagi para spammer yang terbiasa mengaktifkan ribuan kartu perdana secara anonim menggunakan data NIK curian.
![Privasi vs Keamanan: Dilema di Balik Kewajiban Selfie untuk Aktivasi Kartu Perdana 2026]()
Selain itu, pelanggan kini memiliki kendali penuh: mereka dapat mengecek seluruh nomor yang terdaftar atas nama mereka dan meminta pemblokiran seketika jika menemukan nomor yang tak dikenal.
Hal ini menutup ruang gerak sindikat penipuan yang kerap bersembunyi di balik identitas orang lain.
Namun, di sisi negatif (minus), kebijakan ini menambah lapisan birokrasi bagi masyarakat.
Proses aktivasi yang sebelumnya memakan waktu hitungan detik kini memerlukan kualitas kamera ponsel yang mumpuni dan pencahayaan yang cukup untuk selfie.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone atau tinggal di wilayah dengan sinyal terbatas untuk pengunggahan data gambar, hambatan ini bisa menjadi isu inklusivitas.
Menyadari tantangan tersebut, Telkomsel tetap menyediakan jalur fisik di GraPARI. Pelanggan cukup membawa KTP fisik dan akan dibantu oleh petugas tanpa harus memiliki ponsel pintar.
Bagi pelanggan di bawah usia 17 tahun atau yang belum memiliki KTP, proses dilakukan menggunakan NIK anak yang bersangkutan, namun verifikasi wajah dilakukan oleh kepala keluarga sesuai data yang tertera di Kartu Keluarga.
Kebijakan ini mengungkap dua sisi mata uang. Dari sisi positif (plus), kehadiran sistem biometrik adalah "kiamat" bagi para spammer yang terbiasa mengaktifkan ribuan kartu perdana secara anonim menggunakan data NIK curian.

Selain itu, pelanggan kini memiliki kendali penuh: mereka dapat mengecek seluruh nomor yang terdaftar atas nama mereka dan meminta pemblokiran seketika jika menemukan nomor yang tak dikenal.
Hal ini menutup ruang gerak sindikat penipuan yang kerap bersembunyi di balik identitas orang lain.
Namun, di sisi negatif (minus), kebijakan ini menambah lapisan birokrasi bagi masyarakat.
Proses aktivasi yang sebelumnya memakan waktu hitungan detik kini memerlukan kualitas kamera ponsel yang mumpuni dan pencahayaan yang cukup untuk selfie.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone atau tinggal di wilayah dengan sinyal terbatas untuk pengunggahan data gambar, hambatan ini bisa menjadi isu inklusivitas.
Menyadari tantangan tersebut, Telkomsel tetap menyediakan jalur fisik di GraPARI. Pelanggan cukup membawa KTP fisik dan akan dibantu oleh petugas tanpa harus memiliki ponsel pintar.
Lihat Juga :