Ketika Karakter Marvel dan Star Wars Dibajak oleh AI Seedance 2.0, Hollywood Marah Besar
Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini terlihat dari kemampuan sistem dalam mereproduksi karakter seperti Spider-Man, Darth Vader, hingga Grogu (Baby Yoda) dengan tingkat kemiripan yang hampir identik secara visual maupun audio dengan karya aslinya.
Pernyataan keras muncul dari berbagai organisasi besar:
1. Disney mengirimkan surat peringatan keras (cease-and-desist) dan menuduh ByteDance melakukan aksi "perampokan virtual" terhadap hak kekayaan intelektual (IP) mereka.
2. Motion Picture Association (MPA), melalui CEO Charles Rivkin, menuntut penghentian segera aktivitas Seedance 2.0 yang dianggap mengabaikan hukum hak cipta demi melindungi jutaan pekerjaan di Amerika Serikat.
3. Paramount Skydance turut melayangkan surat peringatan setelah menemukan penggambaran karakter waralaba ikonik mereka diproduksi secara masif oleh platform tersebut.
4. SAG-AFTRA, serikat aktor AS, menyatakan dukungan penuh bagi studio-studio dalam mengecam pelanggaran mencolok yang dilakukan ByteDance.
Sebagai perbandingan, Disney telah menandatangani kontrak lisensi senilai Rp15,7 triliun (USD 1 miliar) dengan OpenAI.
Pernyataan keras muncul dari berbagai organisasi besar:
1. Disney mengirimkan surat peringatan keras (cease-and-desist) dan menuduh ByteDance melakukan aksi "perampokan virtual" terhadap hak kekayaan intelektual (IP) mereka.
2. Motion Picture Association (MPA), melalui CEO Charles Rivkin, menuntut penghentian segera aktivitas Seedance 2.0 yang dianggap mengabaikan hukum hak cipta demi melindungi jutaan pekerjaan di Amerika Serikat.
3. Paramount Skydance turut melayangkan surat peringatan setelah menemukan penggambaran karakter waralaba ikonik mereka diproduksi secara masif oleh platform tersebut.
4. SAG-AFTRA, serikat aktor AS, menyatakan dukungan penuh bagi studio-studio dalam mengecam pelanggaran mencolok yang dilakukan ByteDance.
Kompetisi Lisensi dan Nilai Investasi AI
Menariknya, kemarahan Hollywood tidak berarti penolakan total terhadap teknologi kecerdasan buatan. Sebaliknya, ini adalah tentang kontrol dan nilai komersial.Sebagai perbandingan, Disney telah menandatangani kontrak lisensi senilai Rp15,7 triliun (USD 1 miliar) dengan OpenAI.
Lihat Juga :