Ini Beda Qualcomm Snapdragon 800, 700, 600, 400, dan 200

Kamis, 17 September 2020 - 15:05 WIB
loading...
Ini Beda Qualcomm Snapdragon...
Qualcomm Snapdragon 800 hingga 200 memiliki perbedaan fitur dan segmen pengguna, yang berdampak pada harga ponsel saat dijual ke pasar.
A A A
JAKARTA - Xiaomi akan segera merilis Poco X3 di Indonesia yang dibekali Snapdragon 732G. Posisinya berada sedikit di bawah Poco F2 Pro yang memakai chipset Snapdragon 865. BACA JUGA :Pidato, CEO Lei Jun Banggakan Ibu-Ibu Indonesia yang Rakit Ponsel Xiaomi

Snapdragon 732G dirancang untuk performa, walau memang fiturnya tidak selengkap dan secanggih Snapdragon 865.

Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia Dominikus Susanto mengatakan, setiap lini System on Chip (SoC) Qualcomm menyasar segmen berbeda-beda. Baik 800, 700, 600 dan 400, masing-masing menyasar segmen yang beragam. Di dalamnya juga tersemat fitur yang sangat berbeda. Nah berikut cara mudah untuk membedakan masing-masing chipset Qualcomm Snapdragon:

Ini Beda Qualcomm Snapdragon 800, 700, 600, 400, dan 200

Xiaomi Poco X3 yang akan segera dirilis di Indonesia menggunakan Snapdragon 732G. Foto: dok. Gizmochina

Chipset Qualcomm SnapdragonFiturdanSegmentasi
Snapdragon 800 Varian teratas Qualcomm. Hanya untuk ponsel flagship. Memiliki semua teknologi tercanggih, terbaru, dan tercepat. Juga sangat mahal. Begitu eksklusifnya, setahun hanya dikenalkan satu atau dua varian saja.
Snapdragon 700Prosesor baru yang mengadopsi banyak sekali fitur Snapdragon 800. Performanya masih sangat tinggi, untuk gaming masih bisa diajak “rata kanan”, dan punya kemampuan foto/video yang sangat baik. Namun, harganya lebih terjangkau.
Snapdragon 600SoC yang dirancang untuk pengguna paling umum. Memiliki kombinasi terbaik antara harga dan performa. Masih bisa digunakan untuk multitasking ataupun bermain gim berat dengan performa secukupnya.
Snapdragon 400Berada di posisi antara entry level dan menengah. Masih bisa menjalankan mayoritas aplikasi dan gim populer dengan sangat baik dan tangkas.
Snapdragon 200
Dirancang untuk kelas entry level, digunakan untuk ponsel dengan harga paling terjangkau yang tidak butuh kekuatan komputasi tinggi. Harganya pun bisa ditekan hingga Rp1 jutaan.

Terlepas dari grafik di atas, Dominikus Susanto mengatakan, tahun rilis chip juga tetap harus dijadikan patokan. Qualcomm Snapdragon 675 terbaru, misalnya, bisa jadi lebih baik dan lebih cepat dibanding Snapdragon 712 atau 710 generasi lama.

BACA JUGA:Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia

”Melihatnya harus bijaksana, dari edisi tahun berapa dan teknologi apa saja yang dimasukkan di dalamnya. Bisa saja angkanya lebih kecil, tapi teknologinya lebih baik,” ungkap Susanto.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Snapdragon 6 Gen 5 Resmi...
Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Hadir: Standar Baru AI untuk Ponsel Harga 4 Jutaan
Qualcomm Akan Luncurkan...
Qualcomm Akan Luncurkan Snapdragon 8 Gen 5 di China 3 Hari Lagi
Qualcomm Siap Lucurkan...
Qualcomm Siap Lucurkan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Qualcomm Kenalkan Snapdragon...
Qualcomm Kenalkan Snapdragon AR1+ Gen1, Untuk Kacamata Pintar dengan AI
Snapdragon 7 Gen 4 Resmi...
Snapdragon 7 Gen 4 Resmi Hadir Dilengkapi Teknologi AI
Rencana Awal Gagal,...
Rencana Awal Gagal, Qualcomm Semakin Ngotot Ingin Caplok Intel
Qualcomm dan BMW Luncurkan...
Qualcomm dan BMW Luncurkan Sistem Mengemudi Otomatis Snapdragon Ride Pilot
Pertemuan Menko Airlangga-CEO...
Pertemuan Menko Airlangga-CEO Qualcomm: Perluas Peluang Investasi Bidang Digital
Incar Pasar Mobil Pintar,...
Incar Pasar Mobil Pintar, Qualcomm Siap Teknologi Snapdragon Baru
Rekomendasi
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved