Oppo Disinyalir Akan Tutup OnePlus, Ini Penyebabnya

Jum'at, 23 Januari 2026 - 10:23 WIB
loading...
Oppo Disinyalir Akan...
OnePlus akan ditutup Oppo. FOTO/ OnePlus
A A A
NEW DELHI - Beberapa laporan internasional mengklaim bahwa OnePlus akan ditutup oleh perusahaan induknya, Oppo, setelah terlihat tanda-tanda pengurangan operasional di berbagai wilayah termasuk India, China, Eropa, dan Amerika Serikat.



OnePlus mungkin akan ditutup oleh Oppo setelah mengurangi operasional di berbagai negara termasuk India, Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat.

Tanda-tanda penutupan tersebut termasuk penutupan toko fisik OnePlus di India, pengurangan tim operasional di Eropa dan Amerika Serikat, dan pembatalan perangkat baru seperti OnePlus Open 2 dan OnePlus 15s.

Penjualan OnePlus diperkirakan akan menurun sekitar 20% pada tahun 2024, dengan pangsa pasar di India dan China menurun, yang memberikan tekanan pada perusahaan induknya.

Klaim ini pertama kali dilaporkan oleh Android Headlines, dengan laporan tambahan dari NotebookCheck, XDA Developers, dan media lain yang mengarah ke arah yang sama.

Salah satu indikator utama adalah penutupan besar-besaran toko fisik OnePlus di India, pasar terbesar kedua merek tersebut setelah China.

Pada saat yang sama, tim operasional di Eropa dan Amerika Serikat juga telah dikurangi secara signifikan, dengan beberapa lokasi dilaporkan hanya memiliki beberapa karyawan.

Menurut laporan tersebut, penjualan OnePlus diperkirakan akan menurun sekitar 20% pada tahun 2024, sementara pangsa pasar di India dan China yang menyumbang hampir 74% dari penjualan global — terus menurun, sehingga menekan perusahaan induk.

Beberapa perangkat baru seperti OnePlus Open 2 dan OnePlus 15s dilaporkan telah dibatalkan.

Di Amerika Serikat, OnePlus tidak lagi ditawarkan melalui paket operator utama seperti sebelumnya, menandakan pengurangan kehadiran merek tersebut di pasar Barat.

Selain itu, ribuan toko di India dilaporkan telah berhenti menjual perangkat OnePlus karena margin yang rendah.

Sejauh ini, OnePlus dan Oppo belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah laporan tersebut.

Situasi ini terjadi tak lama setelah Realme diserap kembali ke Oppo sebagai bagian dari restrukturisasi strategis grup tersebut.

Jika laporan ini terkonfirmasi, OnePlus bisa menjadi merek smartphone lain yang pernah populer tetapi akhirnya tersingkir dari persaingan karena penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan pasar global.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Sony Akan Meluncurkan...
Sony Akan Meluncurkan Ponsel Xperia 1 VIII Dua Hari Lagi
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Oppo Akan Menggabungkan...
Oppo Akan Menggabungkan OnePlus dan Realme di Bawah Unit Bisnis Baru
Bedah Spesifikasi Oppo...
Bedah Spesifikasi Oppo A6t Series: Baterai 7000mAh, tapi Layar HD+, Snapdragon 685 dan 4G
MG dan OPPO Kolaborasi,...
MG dan OPPO Kolaborasi, Hadirkan Smart Cabin untuk Gaya Hidup Masa Depan
OPPO Indonesia Jadi...
OPPO Indonesia Jadi Official Smartphone Timnas Indonesia, Dukung Penuh Garuda Muda dan Sepak Bola Tanah Air
Rekomendasi
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved