Airbus Siapkan Robot Walker S2 yang Dapat Ganti Baterai Sendiri
Rabu, 21 Januari 2026 - 21:09 WIB
loading...
Robot Walker S2. FOTO/ DAILY
A
A
A
PARIS - Perusahaan kedirgantaraan besar Eropa, Airbus, menjadi perusahaan terbaru yang menguji robot humanoid Walker S2 buatan UBTech untuk menilai efektivitasnya di lantai perakitan pesawat.
Airbus sedang menguji robot humanoid Walker S2 buatan UBTech untuk mengetahui efektivitasnya di lantai perakitan pesawat, setelah robot tersebut menjadi viral karena kemampuannya mengganti paket baterainya sendiri tanpa campur tangan manusia.
Uji coba Airbus merupakan pencapaian signifikan bagi UBTech yang berbasis di Shenzhen, yang bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam robot humanoid industri dengan Walker S2 yang mampu mengangkat beban hingga 15 kilogram dan melakukan penggantian baterai otomatis.
Meningkatnya penggunaan robot humanoid dalam operasi industri besar menunjukkan peran otomatisasi canggih dalam meningkatkan produktivitas, akurasi kerja, dan keselamatan pekerja di sektor kedirgantaraan dan otomotif.
Robot tersebut menjadi viral tahun lalu setelah menunjukkan kemampuannya untuk mengganti paket baterainya sendiri tanpa campur tangan manusia, sehingga memungkinkannya beroperasi terus menerus dengan waktu henti minimal.
Uji coba yang dilakukan oleh Airbus dipandang sebagai pencapaian signifikan lainnya bagi UBTech.
Perusahaan seperti Texas Instruments, BYD, dan Foxconn juga telah menggunakan Walker S2 di fasilitas mereka.
UBTech yang berbasis di Shenzhen bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan robot humanoid industri.
Setiap unit Walker S2 setinggi 1,76 meter dapat mengangkat beban hingga 15 kilogram dan secara otomatis mengganti baterai dalam beberapa menit.
Di sektor robotika industri, Walker S2 bukanlah satu-satunya proyek humanoid yang sedang dikembangkan.
Tesla Optimus, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, belum memiliki pelanggan komersial.
Boston Dynamics juga menawarkan Atlas, robot humanoid yang saat ini digunakan Hyundai di pabrik-pabriknya.
Atlas juga berkolaborasi dengan Google DeepMind untuk mengintegrasikan teknologi AI melalui model dunia.
Perkembangan ini menunjukkan peningkatan penggunaan robot humanoid dalam operasi industri skala besar, dengan kemampuan otomatisasi canggih yang kini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas, akurasi kerja, dan keselamatan pekerja di sektor manufaktur yang kompleks seperti kedirgantaraan dan otomotif.
Airbus sedang menguji robot humanoid Walker S2 buatan UBTech untuk mengetahui efektivitasnya di lantai perakitan pesawat, setelah robot tersebut menjadi viral karena kemampuannya mengganti paket baterainya sendiri tanpa campur tangan manusia.
Uji coba Airbus merupakan pencapaian signifikan bagi UBTech yang berbasis di Shenzhen, yang bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam robot humanoid industri dengan Walker S2 yang mampu mengangkat beban hingga 15 kilogram dan melakukan penggantian baterai otomatis.
Meningkatnya penggunaan robot humanoid dalam operasi industri besar menunjukkan peran otomatisasi canggih dalam meningkatkan produktivitas, akurasi kerja, dan keselamatan pekerja di sektor kedirgantaraan dan otomotif.
Robot tersebut menjadi viral tahun lalu setelah menunjukkan kemampuannya untuk mengganti paket baterainya sendiri tanpa campur tangan manusia, sehingga memungkinkannya beroperasi terus menerus dengan waktu henti minimal.
Uji coba yang dilakukan oleh Airbus dipandang sebagai pencapaian signifikan lainnya bagi UBTech.
Perusahaan seperti Texas Instruments, BYD, dan Foxconn juga telah menggunakan Walker S2 di fasilitas mereka.
UBTech yang berbasis di Shenzhen bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan robot humanoid industri.
Setiap unit Walker S2 setinggi 1,76 meter dapat mengangkat beban hingga 15 kilogram dan secara otomatis mengganti baterai dalam beberapa menit.
Di sektor robotika industri, Walker S2 bukanlah satu-satunya proyek humanoid yang sedang dikembangkan.
Tesla Optimus, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, belum memiliki pelanggan komersial.
Boston Dynamics juga menawarkan Atlas, robot humanoid yang saat ini digunakan Hyundai di pabrik-pabriknya.
Atlas juga berkolaborasi dengan Google DeepMind untuk mengintegrasikan teknologi AI melalui model dunia.
Perkembangan ini menunjukkan peningkatan penggunaan robot humanoid dalam operasi industri skala besar, dengan kemampuan otomatisasi canggih yang kini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas, akurasi kerja, dan keselamatan pekerja di sektor manufaktur yang kompleks seperti kedirgantaraan dan otomotif.
(wbs)
Lihat Juga :