Inilah Cara Huawei Dongkel Samsung dari Posisi No 1 Smartphone
Senin, 04 Mei 2020 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
AppGallery diluncurkan di China pada 2011 dan versi internasionalnya dirilis pada 2018. Huawei berpikir kunci untuk melampaui Samsung adalah membuat AppGallery lebih aman dan ramah konsumen daripada Google Play Store.
Laman Phone Arena mengutarakan, Huawei sendiri menghantam Google di tempat yang paling rentan yakni membuat AppGallery sangat aman bagi pelanggan. Perusahaan berencana melakukan ini dengan memverifikasi bahwa semua pengembang persis seperti apa yang mereka katakan. Nama asli akan diperlukan dan Huawei akan memeriksanya. Ya, Play Store sampai sekarang masih rawan terhadap kejahatan siber, meskipun sudah dilindungi oleh Google Play Protect.
Selain itu, Huawei mengatakan akan lebih baik daripada Google dalam menemukan aplikasi yang sarat dengan malware. Selama beberapa tahun terakhir, kita telah mendengarkan banyak cerita tentang aplikasi Android yang memuat malware sehingga memaksa pengguna Android membayar untuk layanan teks premium, memperlambat ponsel mereka, dan menghabiskan baterai dengan menjalankan iklan di latar belakang, dan masih banyak lagi.
Huawei percaya bahwa mereja dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan memeriksa aplikasi baru untuk AppGallery. Huawei juga menegaskan, toko galerinya tidak akan mengirim data apa pun ke server di China seperti yang selama ini dituduhkan. Hal ini persis seperti yang diduga dilakukan oleh Xiaomi.
Huawei mencatat, dengan sedikit "pukulan" diarahkan pada Google, Huawei menegaskan toko aplikasinya bukanlah perusahaan data. Dengan kata lain, aplikasi tidak mencari AppGallery untuk menghasilkan data lokasi dan informasi pribadi lainnya yang dapat digunakan oleh pengiklan.
Laman Phone Arena mengutarakan, Huawei sendiri menghantam Google di tempat yang paling rentan yakni membuat AppGallery sangat aman bagi pelanggan. Perusahaan berencana melakukan ini dengan memverifikasi bahwa semua pengembang persis seperti apa yang mereka katakan. Nama asli akan diperlukan dan Huawei akan memeriksanya. Ya, Play Store sampai sekarang masih rawan terhadap kejahatan siber, meskipun sudah dilindungi oleh Google Play Protect.
Selain itu, Huawei mengatakan akan lebih baik daripada Google dalam menemukan aplikasi yang sarat dengan malware. Selama beberapa tahun terakhir, kita telah mendengarkan banyak cerita tentang aplikasi Android yang memuat malware sehingga memaksa pengguna Android membayar untuk layanan teks premium, memperlambat ponsel mereka, dan menghabiskan baterai dengan menjalankan iklan di latar belakang, dan masih banyak lagi.
Huawei percaya bahwa mereja dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan memeriksa aplikasi baru untuk AppGallery. Huawei juga menegaskan, toko galerinya tidak akan mengirim data apa pun ke server di China seperti yang selama ini dituduhkan. Hal ini persis seperti yang diduga dilakukan oleh Xiaomi.
Huawei mencatat, dengan sedikit "pukulan" diarahkan pada Google, Huawei menegaskan toko aplikasinya bukanlah perusahaan data. Dengan kata lain, aplikasi tidak mencari AppGallery untuk menghasilkan data lokasi dan informasi pribadi lainnya yang dapat digunakan oleh pengiklan.
(iqb)
Lihat Juga :