Benarkah 2026 Jadi Awal Senjakala Smartphone dan Digantikan Cincin atau Gelang Pintar?

Jum'at, 02 Januari 2026 - 10:33 WIB
loading...
Benarkah 2026 Jadi Awal...
Jon Callaghan dari True Ventures meyakini bahwa era kejayaan ponsel pintar akan segera berakhir, digantikan oleh perangkat antarmuka baru seperti cincin pintar. Foto: the verge
A A A
JAKARTA - "Smartphone sudah mati." Pernyataan itu mungkin terdengar hiperbolis di telinga masyarakat yang masih terpaku pada layar kaca lima inci setiap detiknya. Namun, di penghujung 2025, tesis berani dari jantung Sillicon Valley mengguncang kemapanan industri teknologi: dalam lima tahun ke depan, cara kita menggunakan ponsel pintar akan berubah total, atau bahkan lenyap sama sekali dalam satu dekade.

Tahun 2026 digadang-gadang bukan lagi menjadi era kejayaan layar sentuh, melainkan titik awal transisi menuju perangkat wearable (sandangan) yang lebih intim dan tidak intrusif.

Jon Callaghan, pendiri True Ventures, tidak sedang berteori. Ia mempertaruhkan dana kelolaan firmanya untuk membuktikan bahwa era pasca-smartphone telah tiba.

Kredibilitas Callaghan bukan kaleng-kaleng. True Ventures, firma modal ventura berbasis di Bay Area yang dikelolanya, mengelola aset senilai USD4 miliar atau Rp64 triliun. Portofolionya mencakup nama-nama besar yang mengubah gaya hidup manusia, mulai dari Fitbit (pelopor fitness tracker), Ring (bel pintu pintar), hingga Peloton.

Dengan sejarah 63 kali exit yang menguntungkan dan tujuh penawaran saham perdana (IPO) dari 300 perusahaan, Callaghan memiliki insting tajam dalam mengendus tren sebelum menjadi arus utama.

Ketika ia mengatakan, "Kita tidak akan menggunakan iPhone dalam 10 tahun lagi," pasar mendengarkan.

Mengapa Ponsel Harus Mati?
Benarkah 2026 Jadi Awal Senjakala Smartphone dan Digantikan Cincin atau Gelang Pintar?

Argumentasi Callaghan didasarkan pada inefisiensi antarmuka. Menurutnya, ponsel pintar adalah perantara yang buruk antara manusia dan kecerdasan buatan (AI).

"Cara kita mengeluarkannya sekarang untuk mengirim pesan konfirmasi atau menulis email, itu sangat tidak efisien. Ponsel rentan terhadap kesalahan dan rentan mengganggu kehidupan normal kita," ujar Callaghan.

Di 2026, realitas pasar mulai mendukung tesis ini. Pasar smartphone global secara efektif telah jenuh dengan pertumbuhan yang stagnan di angka 2 persen per tahun.

Sebaliknya, pasar perangkat wearable—jam tangan pintar, cincin pintar, dan perangkat berkemampuan suara—sedang meledak dengan pertumbuhan dua digit. Ini adalah sinyal alamiah bahwa konsumen mulai jenuh dengan HP di saku mereka dan mencari interaksi teknologi yang lebih natural.

Sandbar: Cincin Perekam Pikiran
Benarkah 2026 Jadi Awal Senjakala Smartphone dan Digantikan Cincin atau Gelang Pintar?

Sebagai antitesis dari ponsel, True Ventures kini bertaruh pada "Sandbar". Ini adalah perangkat keras berupa cincin yang dikenakan di jari telunjuk, dideskripsikan Callaghan sebagai "pendamping pikiran" (thought companion).

Berbeda dengan upaya gagal seperti Humane AI Pin, Sandbar tidak mencoba melakukan segalanya. Fungsi tunggalnya adalah menangkap dan mengorganisir pikiran penggunanya melalui catatan suara. Saat ide muncul, atau ada informasi penting yang harus diingat, pengguna cukup berbicara pada cincin tersebut. Tidak ada layar yang harus dibuka, tidak ada aplikasi yang harus digulir.

Diciptakan oleh Mina Fahmi dan Kirak Hong—mantan punggawa CTRL-Labs yang diakuisisi Meta pada 2019—Sandbar menawarkan filosofi baru: teknologi harus hadir saat dibutuhkan dan menghilang saat tidak diperlukan. Ini adalah tentang perilaku baru, bukan sekadar gawai baru.

Antara Wacana dan Tren Nyata

Apakah ponsel benar-benar akan punah di 2026? Mungkin belum sepenuhnya. Namun, pergeseran tren tidak terbantahkan.

Data pertumbuhan pasar wearable yang melesat dibandingkan stagnasi pasar ponsel adalah bukti empiris bahwa tesis Callaghan memiliki pijakan kuat.

Seperti halnya Fitbit yang hadir sebelum orang sadar butuh menghitung langkah, atau Peloton yang ditolak ratusan investor sebelum meledak, taruhan pada perangkat "pembunuh ponsel" seperti Sandbar mungkin terlihat gila hari ini. Namun, sejarah membuktikan bahwa di situlah inovasi—dan uang besar—biasanya bersembunyi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Spesifikasi Lengkap...
Inilah Spesifikasi Lengkap Trump T1, Smartphone Android Berlapis Emas Seharga Rp8 Jutaan
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Samsung Siap Angkat...
Samsung Siap Angkat Kaki dari China, Ini Masalahnya
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Disinyalir Smartphone...
Disinyalir Smartphone Gaming Terbaru, nubia Sebar Teaser Misterius
HONOR X8d Ponsel Tipis...
HONOR X8d Ponsel Tipis dengan AI dan Tenaga RAM Tubo
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Bukan Emas, El Rumi...
Bukan Emas, El Rumi dan Syifa Hadju Pilih Cincin Pernikahan Platinum Cartier Rp77 Juta
Fariz RM Putuskan Berhenti...
Fariz RM Putuskan Berhenti Gunakan Smartphone setelah 10 Bulan Ditahan, Ini Alasannya
Rekomendasi
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved