Ukir Sejarah, Valuasi TikTok Tembus Rp8.000 Triliun, 2x Lipat APBN Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 09:32 WIB
loading...
Ukir Sejarah, Valuasi...
Di tengah tekanan regulasi Amerika Serikat, valuasi induk TikTok, ByteDance, justru meroket menyentuh angka fantastis Rp8.000 triliun. Foto: Ist
A A A
HONG KONG - Di bawah bayang-bayang guillotine regulasi Washington yang siap memenggal operasional mereka pada Januari 2026, ByteDance justru mempertontonkan anomali pasar yang mencengangkan.

Raksasa teknologi asal China, pemilik aplikasi fenomenal TikTok, kini berdiri gagah dengan valuasi pasar yang menyentuh angka psikologis USD500 miliar atau setara Rp8.000 triliun. Artinya, valuasi TikTok 2x lebih besar dibandingkan APBN Indonesia di 2025.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan pernyataan perlawanan bahwa strategi bertahan hidup di Negeri Paman Sam justru menjadi katalis bagi lonjakan nilai perusahaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lonjakan valuasi ini terjadi seiring dengan langkah ByteDance mematangkan rencana penyelamatan operasionalnya di Amerika Serikat (AS). Dari posisi valuasi USD400 miliar pada awal tahun ini, nilai perusahaan merangkak naik secara signifikan.

Sentimen positif investor kian menguat setelah perusahaan investasi China membeli saham ByteDance dengan patokan valuasi USD480 miliar pada November lalu.

Siasat Usaha Patungan: Kompromi demi Kelangsungan

Pemicu utama lonjakan kepercayaan ini adalah kepastian nasib TikTok di AS. Dengan tenggat waktu undang-undang "jual-atau-blokir" (sell-or-ban law) yang jatuh pada 23 Januari 2026, CEO TikTok Chew Shou Zi pekan lalu telah menginformasikan kepada karyawannya mengenai penandatanganan perjanjian yang mengikat untuk mendivestasikan entitas AS mereka.

Solusi yang ditempuh adalah pembentukan usaha patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture, yang dijadwalkan efektif beroperasi sehari sebelum tenggat waktu, yakni 22 Januari 2026. Struktur kepemilikan entitas baru ini dirancang untuk meredam kekhawatiran keamanan nasional AS tanpa memutus total aliran pendapatan ByteDance.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, konsorsium investor Amerika dan sekutunya—termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX yang berbasis di Abu Dhabi—akan menguasai 50 persen saham entitas tersebut, dengan masing-masing memegang 15 persen.

Sementara itu, afiliasi dari investor ByteDance yang sudah ada akan memegang 30,1 persen, dan ByteDance sendiri akan mempertahankan kepemilikan minoritas sebesar 19,9 persen.

"Investor senang dengan ketentuan kesepakatan ini karena ByteDance dapat terus meraup pendapatan dari TikTok di AS," ungkap salah satu sumber yang terlibat langsung dalam negosiasi tersebut.

Mesin Uang yang Menyaingi Meta

Di balik drama geopolitik, kinerja fundamental ByteDance terbukti sangat solid. Proyeksi keuangan terbaru mengindikasikan bahwa perusahaan ini akan menutup tahun 2025 dengan rekor laba bersih mendekati USD50 miliar (Rp800 triliun).

Angka fantastis ini dicapai setelah perusahaan berhasil membukukan laba sekitar USD40 miliar (Rp640 triliun) hanya dalam tiga kuartal pertama tahun ini.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, profitabilitas ByteDance akan sejajar dengan raksasa media sosial AS, Meta Platforms Inc.. Pertumbuhan laba ini didorong oleh diversifikasi penawaran digital perusahaan serta keberhasilan TikTok yang terus berekspansi secara global meskipun menghadapi tekanan politik.

ByteDance bahkan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20 persen hingga mencapai USD186 miliar (Rp2.976 triliun) pada 2025.

Peta Persaingan Unicorn Global

Meskipun mencatatkan rekor valuasi tertinggi bagi perusahaan teknologi China, ByteDance masih harus mengakui keunggulan beberapa rekan sejawatnya di kancah global.

OpenAI dilaporkan tengah mencari pendanaan baru yang dapat melambungkan valuasinya hingga USD830 miliar (Rp13.280 triliun).

Sementara itu, SpaceX milik Elon Musk, yang bersiap untuk penawaran umum perdana (IPO) tahun depan, dinilai sebesar USD800 miliar (Rp12.800 triliun) dalam penjualan saham internal baru-baru ini.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Ketika Karakter Marvel...
Ketika Karakter Marvel dan Star Wars Dibajak oleh AI Seedance 2.0, Hollywood Marah Besar
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Rekomendasi
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Berita Terkini
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved