Ukir Sejarah, Valuasi TikTok Tembus Rp8.000 Triliun, 2x Lipat APBN Indonesia
Rabu, 24 Desember 2025 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Solusi yang ditempuh adalah pembentukan usaha patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture, yang dijadwalkan efektif beroperasi sehari sebelum tenggat waktu, yakni 22 Januari 2026. Struktur kepemilikan entitas baru ini dirancang untuk meredam kekhawatiran keamanan nasional AS tanpa memutus total aliran pendapatan ByteDance.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, konsorsium investor Amerika dan sekutunya—termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX yang berbasis di Abu Dhabi—akan menguasai 50 persen saham entitas tersebut, dengan masing-masing memegang 15 persen.
Sementara itu, afiliasi dari investor ByteDance yang sudah ada akan memegang 30,1 persen, dan ByteDance sendiri akan mempertahankan kepemilikan minoritas sebesar 19,9 persen.
"Investor senang dengan ketentuan kesepakatan ini karena ByteDance dapat terus meraup pendapatan dari TikTok di AS," ungkap salah satu sumber yang terlibat langsung dalam negosiasi tersebut.
Angka fantastis ini dicapai setelah perusahaan berhasil membukukan laba sekitar USD40 miliar (Rp640 triliun) hanya dalam tiga kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, konsorsium investor Amerika dan sekutunya—termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX yang berbasis di Abu Dhabi—akan menguasai 50 persen saham entitas tersebut, dengan masing-masing memegang 15 persen.
Sementara itu, afiliasi dari investor ByteDance yang sudah ada akan memegang 30,1 persen, dan ByteDance sendiri akan mempertahankan kepemilikan minoritas sebesar 19,9 persen.
"Investor senang dengan ketentuan kesepakatan ini karena ByteDance dapat terus meraup pendapatan dari TikTok di AS," ungkap salah satu sumber yang terlibat langsung dalam negosiasi tersebut.
Mesin Uang yang Menyaingi Meta
Di balik drama geopolitik, kinerja fundamental ByteDance terbukti sangat solid. Proyeksi keuangan terbaru mengindikasikan bahwa perusahaan ini akan menutup tahun 2025 dengan rekor laba bersih mendekati USD50 miliar (Rp800 triliun).Angka fantastis ini dicapai setelah perusahaan berhasil membukukan laba sekitar USD40 miliar (Rp640 triliun) hanya dalam tiga kuartal pertama tahun ini.
Lihat Juga :