Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim

Jum'at, 19 Desember 2025 - 22:44 WIB
loading...
Token Lokal Rasa Global:...
Tepat setahun mengudara, Token Palapa memperluas utilitas nyata ke jaringan hotel nasional dan gim digital demi menjaga relevansi pasar. Foto: Palapa
A A A
JAKARTA - Token Palapa ($PLPA) memilih merayakan ulang tahun pertamanya dengan paradoks: menawarkan imbal hasil investasi fantastis sembari secara sistematis "memusnahkan" pasokannya sendiri demi menjaga nilai.

Tepat setahun setelah peluncuran perdananya, token utilitas besutan PT Global Karya Wisesa yang didukung ekosistem Bittime ini tidak lagi sekadar bermain di kolam lokal, melainkan mulai merangsek masuk ke sektor riil seperti perhotelan dan industri gim (GameFi).

Setelah sukses melantai di bursa pertukaran (exchange) seperti Indodax, serta menembus pasar global via Pionex dan Bitrue, Palapa kini menargetkan eksplorasi yang lebih ambisius: menjadikan token kripto sebagai bagian integral dari gaya hidup sehari-hari.

Langkah Palapa untuk menggandeng jaringan hotel nasional (national hotel chain) dan masuk ke ranah GameFi adalah upaya untuk keluar dari jebakan aset spekulatif.

Dalam ekosistem blockchain, token yang tidak memiliki kegunaan (utility) sering kali berakhir mati suri setelah hype sesaat.

CEO Palapa, Jimmy Siswanto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar wacana. "Kami berharap dapat terus memperluas jangkauan ekosistemnya. Selain dari industri Gaming, saat ini kami tengah mempersiapkan rencana eksplorasi dengan national hotel chain. Harapannya, hal ini dapat menjadi bentuk komitmen sekaligus penguatan utilitas token Palapa," ujar Jimmy di Jakarta.

Jika terealisasi, integrasi dengan rantai hotel nasional akan menjadi preseden penting bagaimana aset kripto dapat digunakan dalam transaksi sektor riil di Indonesia, melampaui fungsi tradisionalnya sebagai instrumen investasi semata.

Di sisi teknis ekonomi token (tokenomics), Palapa menerapkan strategi deflasi agresif melalui mekanisme token burn atau pembakaran token. Secara sederhana, ini adalah proses penghapusan permanen sejumlah token dari peredaran untuk menciptakan kelangkaan.

Jimmy menjelaskan bahwa proses ini dilakukan secara bertahap setiap bulan selama periode dua tahun, dimulai sejak 2024.

“Mekanisme burn bertahap ini adalah upaya deflasi yang bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan memperkuat fundamental jangka panjang token Palapa," jelasnya. Seluruh proses dilakukan secara on-chain dan transparan, memungkinkan publik memverifikasi bahwa pasokan token benar-benar berkurang, yang secara teori ekonomi pasar, berpotensi mengerek nilai aset di masa depan.

Memperingati ulang tahun pertamanya yang bertepatan dengan perayaan tiga tahun Bittime, Palapa memberikan kejutan bagi para pemegang aset (holders) dengan program Flash Staking Celebration. Program ini menawarkan Annual Percentage Yield (APY) atau persentase imbal hasil tahunan hingga 500 persen.

Namun, Jimmy mengingatkan bahwa investasi aset kripto tetap mengandung risiko tinggi, mulai dari fluktuasi harga ekstrem, risiko likuiditas, hingga risiko teknologi. "Sangat penting untuk terus melakukan riset dan diskusi dengan komunitas terpercaya," tutupnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Perang Berkecamuk, Harga...
Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Pasar Kripto di Akhir...
Pasar Kripto di Akhir 2025: Bitcoin Layu di Rp 1,46 Miliar, Token Kecil Melesat hingga 69 Persen
Kripto Berdarah: Bitcoin...
Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Rekomendasi
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved