Produk DJI dari Drone hingga Kamera Dilarang Digunakan Mulai 23 Desember

Jum'at, 19 Desember 2025 - 11:24 WIB
loading...
Produk DJI dari Drone...
Semua produk DJI dilarang digunakan. FOTO/ SCMP
A A A
NEW YORK - Pada pertengahan tahun ini, kami melaporkan bahwa produk dari perusahaan pencitraan terkemuka China, DJI, akan mulai dilarang pada akhir tahun ini.



Produk DJI dari Tiongkok diperkirakan akan dilarang dijual di Amerika Serikat mulai 23 Desember 2025 jika tindakan audit tidak diambil oleh pemerintah AS, termasuk drone dan kamera aksi.

Larangan ini akan memengaruhi semua produk DJI, termasuk produk yang baru diluncurkan, yang harus ditarik dari pasar AS.

Tindakan ini berawal dari tuduhan bahwa DJI melanggar Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uyghur, tetapi DJI membantah tuduhan tersebut dan gagal mendapatkan tanggapan dari badan keamanan nasional AS untuk proses audit.

DJI telah mengkonfirmasi bahwa jika pemerintah AS tidak melakukan audit apa pun, semua produk DJI akan dilarang dijual di pasaran mulai 23 Desember 2025.

DJI juga mengkonfirmasi bahwa ini akan memengaruhi semua produk DJI, bukan hanya drone seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Selain drone, kamera aksi mereka juga akan terpengaruh oleh perintah ini, dan semua produk di bawah merek tersebut harus ditarik dari rak penjualan produk di seluruh negeri.

Melalui pernyataan yang dikeluarkan, produk yang baru diluncurkan juga tidak akan diizinkan untuk dibawa masuk ke negara tersebut.

Mereka yang sudah memiliki produk DJI diperkirakan dapat terus menggunakannya seperti biasa, tetapi kemungkinan DJI tidak akan diizinkan untuk menjual produk yang sudah ada di pasar AS setelah tanggal tersebut diperkirakan sangat tinggi.

Menurut Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, larangan penjualan produk-produk ini disebabkan karena DJI melanggar Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uyghur, yang menurut DJI adalah tidak benar.

DJI juga dilaporkan telah mencoba menarik perhatian beberapa lembaga nasional seperti Departemen Pertahanan, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Biro Investigasi Federal, dan Badan Keamanan Nasional untuk memulai proses audit keamanan, tetapi tidak satu pun dari lembaga tersebut yang menanggapi pertanyaan perusahaan.

DJI akan menjadi perusahaan Tiongkok terbaru setelah Huawei dan ZTE yang dimasukkan ke dalam Daftar Terlarang FCC, yang secara resmi melarang produk baru memasuki pasar AS.

Tidak hanya itu, FCC juga dapat melarang produk yang telah mendapatkan izin, memaksa DJI untuk tidak lagi menjual produk mereka meskipun sudah ada di pasaran.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mending DJI Lito 1 atau...
Mending DJI Lito 1 atau X1? Panduan Lengkap Sebelum Anda Gesek Kartu!
Hanya Rp4 Jutaan, Seberat...
Hanya Rp4 Jutaan, Seberat HP: Alasan DJI Lito 1 Jadi Pilihan Paling Rasional bagi Pemula
DJI Gugat Insta360 karena...
DJI Gugat Insta360 karena Dicurigai Curi Enam Paten Teknologinya
Niat Main Game, Pria...
Niat Main Game, Pria Ini Malah Tak Sengaja Kendalikan 7.000 Robot Vacuum DJI Romo
Diserang Drone, Rumah...
Diserang Drone, Rumah Putin Ternyata Dilindungi Teknologi Anti-Nuklir
Amerika Serikat Resmi...
Amerika Serikat Resmi Melarang Drone Buatan China Terbang
Setelah Recoki Huawei,...
Setelah Recoki Huawei, Trump Siap Bunuh DJI: Drone China Dilarang Dijual di Amerika!
Ayo Buruan! Tahun Baru,...
Ayo Buruan! Tahun Baru, Harga Lima Drone Ini Terjun Bebas
Review DJI Mavic Air...
Review DJI Mavic Air 2, Ketahui Plus Minusnya Sebelum Beli!
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved