Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:46 WIB
loading...
Rakyat Jerman Dukung...
Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun. FOTO/ DAILY
A A A
BERLIN - Lebih dari separuh warga Jerman mendukung larangan penggunaan media sosial untuk anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Insa.



Seperti dilansir dari BildInstitut Insa menemukan bahwa 60 persen responden mendukung larangan tersebut, sementara 24 persen menentangnya.

Australia telah melarang penggunaan media sosial di kalangan anak muda di bawah usia 16 tahun.

Jajak pendapat menemukan bahwa 60 persen responden mendukung larangan tersebut, sementara 24 persen menentangnya.

Sebanyak 10 persen lainnya mengatakan mereka tidak peduli, dan enam persen tidak menjawab atau tidak yakin.

Jajak pendapat ini dilakukan setelah penerapan aturan baru oleh Australia minggu ini yang membatasi penggunaan media sosial di kalangan anak muda.

Sejak 10 Desember, anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun tidak lagi diizinkan memiliki akun di sebagian besar platform utama, termasuk Instagram, TikTok, Snapchat, Facebook, YouTube, X, Reddit, dan Twitch.

Peraturan kontroversial ini disahkan pada akhir tahun 2024 dan kini telah berlaku.

Untuk survei ini, lembaga riset opini Insa mewawancarai 1.003 orang pada tanggal 11 dan 12 Desember.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Akun Roblox Anak di...
Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya
Mark Zuckerberg Diseret...
Mark Zuckerberg Diseret ke Pengadilan Kasus Dampak Medsos terhadap Anak-anak
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Menyerupai GIF, Threads...
Menyerupai GIF, Threads Mulau Menguji Stiker Animasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Rekomendasi
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
Dari Pengguna di Bawah...
Dari Pengguna di Bawah 18 Tahun Medsos Raup Iklan USD11 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved