Ponsel Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Seharga Rp38 Juta Ludes dalam Hitungan Menit
Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:23 WIB
loading...
Samsung Galaxy Z TriFold ludes terjual dalam hitungan menit di Korea Selatan, membuktikan daya tarik ponsel lipat tiga ini tak terbendung. Foto: ist
A
A
A
SEOUL - Bukan demi tiket konser idola K-Pop, antrean panjang manusia justru mengular di depan gerai-gerai Samsung di Korea Selatan hanya untuk memperebutkan sepotong kaca dan logam yang bisa melipat tiga kali.
Fenomena ini menandai debut pasar dari Samsung Galaxy Z TriFold, perangkat revolusioner yang diumumkan pekan lalu dan resmi dijual pada 12 Desember 2025 kemarin.
Meski dibanderol dengan harga yang mampu membuat dompet menjerit, yakni 3.590.400 Won Korea atau setara 2.428 Dolar AS (sekitar Rp38,5 juta), gawai ini nyatanya memiliki magnet yang tak tertahankan.
Dalam hitungan menit setelah pintu toko dibuka, seluruh stok unit yang tersedia di semua lokasi penjualan dilaporkan ludes terjual tanpa sisa.
Harga Tinggi Bukan Halangan
Apa yang terjadi di Seoul hari ini adalah anomali menarik. Galaxy Z TriFold adalah produk generasi pertama (first-gen product), kategori yang biasanya dihindari oleh konsumen konservatif karena risiko durabilitas.
Namun, antrean panjang di luar toko membuktikan bahwa pasar barang mewah (luxury gadget) memiliki logikanya sendiri: eksklusivitas dan kebaruan teknologi jauh lebih menggoda ketimbang pertimbangan harga yang mencekik.
Samsung sendiri memilih bungkam mengenai berapa jumlah unit pasti yang terjual hari ini. Strategi "kelangkaan" ini tampaknya sengaja dimainkan.
Alih-alih membuka stok baru, Samsung kini membiarkan konsumen yang kecewa untuk mendaftarkan diri di situs web resmi Korea Selatan guna mendapatkan notifikasi restock. Ini adalah taktik klasik untuk menjaga hype tetap tinggi.
Meskipun saat ini pesta peluncuran hanya milik warga Korea Selatan, Samsung telah mengonfirmasi peta jalan ekspansinya.
Ponsel lipat tiga ini dipastikan akan merambah pasar China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, dan tentu saja Indonesia di masa mendatang. Sayangnya, tanggal pasti ketersediaan di pasar global tersebut masih menjadi misteri.
Fenomena ini menandai debut pasar dari Samsung Galaxy Z TriFold, perangkat revolusioner yang diumumkan pekan lalu dan resmi dijual pada 12 Desember 2025 kemarin.
Meski dibanderol dengan harga yang mampu membuat dompet menjerit, yakni 3.590.400 Won Korea atau setara 2.428 Dolar AS (sekitar Rp38,5 juta), gawai ini nyatanya memiliki magnet yang tak tertahankan.
Dalam hitungan menit setelah pintu toko dibuka, seluruh stok unit yang tersedia di semua lokasi penjualan dilaporkan ludes terjual tanpa sisa.
Harga Tinggi Bukan Halangan
![Ponsel Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Seharga Rp38 Juta Ludes dalam Hitungan Menit]()
Apa yang terjadi di Seoul hari ini adalah anomali menarik. Galaxy Z TriFold adalah produk generasi pertama (first-gen product), kategori yang biasanya dihindari oleh konsumen konservatif karena risiko durabilitas.
Namun, antrean panjang di luar toko membuktikan bahwa pasar barang mewah (luxury gadget) memiliki logikanya sendiri: eksklusivitas dan kebaruan teknologi jauh lebih menggoda ketimbang pertimbangan harga yang mencekik.
Samsung sendiri memilih bungkam mengenai berapa jumlah unit pasti yang terjual hari ini. Strategi "kelangkaan" ini tampaknya sengaja dimainkan.
Alih-alih membuka stok baru, Samsung kini membiarkan konsumen yang kecewa untuk mendaftarkan diri di situs web resmi Korea Selatan guna mendapatkan notifikasi restock. Ini adalah taktik klasik untuk menjaga hype tetap tinggi.
Spesifikasi dan Ekspansi Global
Bagi mereka yang beruntung mendapatkan unitnya, tidak ada pilihan warna-warni ceria. Galaxy Z TriFold hanya hadir dalam satu varian warna elegan, Crafted Black, dengan konfigurasi memori tunggal yang bertenaga: RAM 16GB dan penyimpanan internal 512GB.Meskipun saat ini pesta peluncuran hanya milik warga Korea Selatan, Samsung telah mengonfirmasi peta jalan ekspansinya.
Ponsel lipat tiga ini dipastikan akan merambah pasar China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, dan tentu saja Indonesia di masa mendatang. Sayangnya, tanggal pasti ketersediaan di pasar global tersebut masih menjadi misteri.
(dan)
Lihat Juga :