Airbus Umumkan Recall Pesawat A320 Akibat Sistem Navigasi Bermasalah
Minggu, 30 November 2025 - 16:49 WIB
loading...
Airbus A320 bermasalah. FOTO/ Airbus
A
A
A
PARIS - Airbus mengumumkan recall atau tarik kembali pada sejumlah besar pesawat keluarga A320-nya (termasuk varian A318, A319, A320, dan A321 setelah insiden kontrol penerbangan yang diduga disebabkan oleh gangguan data akibat radiasi matahari.
Langkah ini, menurut Airbus, perlu diterapkan sebelum penerbangan rutin berikutnya, yang berpotensi menyebabkan pembatalan atau penundaan selama musim perjalanan yang padat di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Airbus mengatakan insiden baru-baru ini yang melibatkan pesawat A320 mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang kuat dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan.
“Airbus mengakui bahwa usulan ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” kata perusahaan tersebut.
Insiden memicu perintah darurat
Sumber industri mengatakan insiden yang memicu tindakan tersebut melibatkan penerbangan JetBlue dari Cancun, Meksiko ke Newark, New Jersey pada 30 Oktober, ketika pesawat mengalami masalah kontrol dan penurunan ketinggian secara tiba-tiba, yang melukai beberapa penumpang.
Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, dan kini sedang diselidiki oleh Badan Penerbangan Federal (FAA).
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa diperkirakan akan mengeluarkan perintah darurat yang mewajibkan perbaikan.
Gangguan besar pada operasi global
Sumber mengatakan sekitar dua pertiga pesawat yang terdampak hanya perlu diganti dengan versi perangkat lunak yang lebih lama, dengan perbaikan memakan waktu sekitar dua jam per pesawat.
Namun, ratusan pesawat mungkin memerlukan penggantian perangkat keras, yang dapat menyebabkan penundaan yang lebih lama.
Pada saat pengumuman, sekitar 3.000 pesawat keluarga A320 sedang mengudara di seluruh dunia.
Secara total, terdapat sekitar 11.300 A320 yang beroperasi, termasuk 6.440 model inti A320.
American Airlines mengatakan 340 dari 480 A320-nya memerlukan pembaruan perangkat lunak dan memperkirakan sebagian besar perbaikan akan selesai dalam waktu dua hari.
Langkah ini dianggap sebagai salah satu penarikan terbesar dalam 55 tahun sejarah Airbus, hanya beberapa minggu setelah A320 menyalip Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan.
Penyebab masalah: Sistem kontrol ELAC
Sebuah buletin yang dilihat oleh Reuters mengaitkan masalah tersebut dengan sistem ELAC (Elevator and Aileron Computer), yang mengirimkan perintah dari kendali pilot ke ekor pesawat untuk mengontrol sudut hidung.
Produsen komputer, Thales, mengatakan bahwa peralatan tersebut telah memenuhi spesifikasi Airbus dan bahwa fungsi-fungsi yang dimaksud didukung oleh perangkat lunak di luar tanggung jawabnya.
Langkah ini, menurut Airbus, perlu diterapkan sebelum penerbangan rutin berikutnya, yang berpotensi menyebabkan pembatalan atau penundaan selama musim perjalanan yang padat di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Airbus mengatakan insiden baru-baru ini yang melibatkan pesawat A320 mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang kuat dapat merusak data penting untuk fungsi kontrol penerbangan.
“Airbus mengakui bahwa usulan ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” kata perusahaan tersebut.
Insiden memicu perintah darurat
Sumber industri mengatakan insiden yang memicu tindakan tersebut melibatkan penerbangan JetBlue dari Cancun, Meksiko ke Newark, New Jersey pada 30 Oktober, ketika pesawat mengalami masalah kontrol dan penurunan ketinggian secara tiba-tiba, yang melukai beberapa penumpang.
Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida, dan kini sedang diselidiki oleh Badan Penerbangan Federal (FAA).
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa diperkirakan akan mengeluarkan perintah darurat yang mewajibkan perbaikan.
Gangguan besar pada operasi global
Sumber mengatakan sekitar dua pertiga pesawat yang terdampak hanya perlu diganti dengan versi perangkat lunak yang lebih lama, dengan perbaikan memakan waktu sekitar dua jam per pesawat.
Namun, ratusan pesawat mungkin memerlukan penggantian perangkat keras, yang dapat menyebabkan penundaan yang lebih lama.
Pada saat pengumuman, sekitar 3.000 pesawat keluarga A320 sedang mengudara di seluruh dunia.
Secara total, terdapat sekitar 11.300 A320 yang beroperasi, termasuk 6.440 model inti A320.
American Airlines mengatakan 340 dari 480 A320-nya memerlukan pembaruan perangkat lunak dan memperkirakan sebagian besar perbaikan akan selesai dalam waktu dua hari.
Langkah ini dianggap sebagai salah satu penarikan terbesar dalam 55 tahun sejarah Airbus, hanya beberapa minggu setelah A320 menyalip Boeing 737 sebagai model yang paling banyak dikirimkan.
Penyebab masalah: Sistem kontrol ELAC
Sebuah buletin yang dilihat oleh Reuters mengaitkan masalah tersebut dengan sistem ELAC (Elevator and Aileron Computer), yang mengirimkan perintah dari kendali pilot ke ekor pesawat untuk mengontrol sudut hidung.
Produsen komputer, Thales, mengatakan bahwa peralatan tersebut telah memenuhi spesifikasi Airbus dan bahwa fungsi-fungsi yang dimaksud didukung oleh perangkat lunak di luar tanggung jawabnya.
(wbs)
Lihat Juga :