Ketika Otak Kedua Itu Bernama Gemini: Menguak Cara Baru Produktivitas di Layar 8 Inci
Selasa, 18 November 2025 - 23:26 WIB
loading...
Kolaborasi layar lipat Galaxy Z Fold7 dan kecerdasan Gemini Live menghadirkan pengalaman otak kedua yang mengubah cara penggunanya bekerja dan berkreasi menjadi lebih intuitif. Foto: Samsung Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Di era di mana batas antara dunia fisik dan digital kian lebur, smartphone tak lagi sekadar alat komunikasi. Ia bermetamorfosis menjadi ekstensi pikiran, sebuah "otak kedua" yang siap diajak berdialog.
Narasi inilah yang dibawa pabrikan smartphone di 2025. Termasuk, Samsung dengan Galaxy Z Fold7. Yakni, perangkat yang tak hanya menawarkan fleksibilitas layar, tetapi juga sintesis kecerdasan buatan (AI) yang kental melalui integrasi Gemini Live.
Bukan sekadar jargon, kehadiran AI kini mengubah lanskap produktivitas. Riset Kantar mengungkapkan fakta menarik: 59 persen masyarakat Indonesia telah menjajal teknologi AI.
Bahkan, di ekosistem Samsung sendiri, 9 dari 10 pengguna telah mengadopsi Galaxy AI dan Google Gemini dalam rutinitas harian mereka. Angka ini menjadi sinyal bahwa kita telah memasuki babak baru interaksi manusia dan mesin.
Dialektika Digital di Saku Celana: Menguji Kecerdasan Galaxy Z Fold7
Pusat dari pengalaman ini terletak pada layar utama Galaxy Z Fold7 yang membentang seluas 8,0 inci dengan rasio layar-ke-bodi mencapai 90 persen. Di atas kanvas digital inilah, proses kreatif dan produktif menemukan ruang napasnya.
Ditenagai oleh chipset gahar Snapdragon 8 Elite for Galaxy, fitur Multi Window bukan lagi sekadar membagi layar, melainkan sebuah orkestrasi tugas.
Pengguna dapat menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus—menonton video, mencatat poin penting, dan membalas surel—tanpa jeda atau lag.
Namun, keajaiban sesungguhnya hadir saat Google Gemini Live diaktifkan. Ia bukan sekadar mesin pencari, melainkan rekan diskusi yang beroperasi secara real-time di latar belakang (background).
Bayangkan skenario praktis ini: Anda sedang berdiri di depan artefak museum. Cukup aktifkan Gemini Live with Camera, arahkan lensa, dan tanyakan, "Kisah apa di balik benda ini?".
AI akan menuturkan sejarahnya. Tak berhenti di situ, di sisi layar lain, Anda bisa meminta Gemini menyusun draf caption Instagram yang puitis dari kisah tersebut.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut ini sebagai simbiosis sempurna.
"Kami menciptakan sebuah simbiosis sempurna antara kecerdasan Galaxy AI dengan fleksibilitas form factor. Inilah wujud nyata dari visi kami: menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif," ujar Ilham.
Kebutuhan Lintas Generasi
Data Kantar membedah perilaku pengguna lebih dalam. Ternyata, tiap generasi memiliki "bahasa" penggunaan AI yang berbeda.
Bagi Gen Z, AI adalah kuas untuk melukis eksistensi diri. Sebanyak 74 persen dari mereka menggunakan AI untuk ekspresi kreatif dan personal branding.
Sebaliknya, bagi Milenial dan Gen X, AI adalah akselerator karir. Sebanyak 80 persen dari demografi ini memanfaatkan AI untuk produktivitas dan kepraktisan.
Fitur perangkuman dokumen (62 persen pengguna memanfaatkan ini) dan efisiensi waktu (67 persen) menjadi nilai jual utama Galaxy Z Fold7 bagi kaum profesional.
"Setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, namun tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik," ungkap Ummu Hani, Director Kantar Indonesia.
Di tengah kemudahan tersebut, privasi tetap menjadi benteng terakhir. Google dan Samsung menjamin bahwa data pengguna disimpan secara anonim dan berada di bawah kendali penuh pemilik perangkat.
Galaxy Z Fold7 sendiri tersedia dalam tiga varian: 16GB/1TB (Rp 34.999.000), 12GB/512GB (Rp 31.499.000), dan 12GB/256GB (Rp 28.499.000). Pilihan warnanya meliputi Blue Shadow, Silver Shadow, Jetblack, dan warna eksklusifdaring,Mint.
Narasi inilah yang dibawa pabrikan smartphone di 2025. Termasuk, Samsung dengan Galaxy Z Fold7. Yakni, perangkat yang tak hanya menawarkan fleksibilitas layar, tetapi juga sintesis kecerdasan buatan (AI) yang kental melalui integrasi Gemini Live.
Bukan sekadar jargon, kehadiran AI kini mengubah lanskap produktivitas. Riset Kantar mengungkapkan fakta menarik: 59 persen masyarakat Indonesia telah menjajal teknologi AI.
Bahkan, di ekosistem Samsung sendiri, 9 dari 10 pengguna telah mengadopsi Galaxy AI dan Google Gemini dalam rutinitas harian mereka. Angka ini menjadi sinyal bahwa kita telah memasuki babak baru interaksi manusia dan mesin.
Dialektika Digital di Saku Celana: Menguji Kecerdasan Galaxy Z Fold7
![Ketika Otak Kedua Itu Bernama Gemini: Menguak Cara Baru Produktivitas di Layar 8 Inci]()
Pusat dari pengalaman ini terletak pada layar utama Galaxy Z Fold7 yang membentang seluas 8,0 inci dengan rasio layar-ke-bodi mencapai 90 persen. Di atas kanvas digital inilah, proses kreatif dan produktif menemukan ruang napasnya.
Ditenagai oleh chipset gahar Snapdragon 8 Elite for Galaxy, fitur Multi Window bukan lagi sekadar membagi layar, melainkan sebuah orkestrasi tugas.
Pengguna dapat menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus—menonton video, mencatat poin penting, dan membalas surel—tanpa jeda atau lag.
Namun, keajaiban sesungguhnya hadir saat Google Gemini Live diaktifkan. Ia bukan sekadar mesin pencari, melainkan rekan diskusi yang beroperasi secara real-time di latar belakang (background).
Bayangkan skenario praktis ini: Anda sedang berdiri di depan artefak museum. Cukup aktifkan Gemini Live with Camera, arahkan lensa, dan tanyakan, "Kisah apa di balik benda ini?".
AI akan menuturkan sejarahnya. Tak berhenti di situ, di sisi layar lain, Anda bisa meminta Gemini menyusun draf caption Instagram yang puitis dari kisah tersebut.
Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut ini sebagai simbiosis sempurna.
"Kami menciptakan sebuah simbiosis sempurna antara kecerdasan Galaxy AI dengan fleksibilitas form factor. Inilah wujud nyata dari visi kami: menghadirkan teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar-benar adaptif," ujar Ilham.
Kebutuhan Lintas Generasi
![Ketika Otak Kedua Itu Bernama Gemini: Menguak Cara Baru Produktivitas di Layar 8 Inci]()
Data Kantar membedah perilaku pengguna lebih dalam. Ternyata, tiap generasi memiliki "bahasa" penggunaan AI yang berbeda.
Bagi Gen Z, AI adalah kuas untuk melukis eksistensi diri. Sebanyak 74 persen dari mereka menggunakan AI untuk ekspresi kreatif dan personal branding.
Sebaliknya, bagi Milenial dan Gen X, AI adalah akselerator karir. Sebanyak 80 persen dari demografi ini memanfaatkan AI untuk produktivitas dan kepraktisan.
Fitur perangkuman dokumen (62 persen pengguna memanfaatkan ini) dan efisiensi waktu (67 persen) menjadi nilai jual utama Galaxy Z Fold7 bagi kaum profesional.
"Setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, namun tujuannya serupa: mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik," ungkap Ummu Hani, Director Kantar Indonesia.
Di tengah kemudahan tersebut, privasi tetap menjadi benteng terakhir. Google dan Samsung menjamin bahwa data pengguna disimpan secara anonim dan berada di bawah kendali penuh pemilik perangkat.
Galaxy Z Fold7 sendiri tersedia dalam tiga varian: 16GB/1TB (Rp 34.999.000), 12GB/512GB (Rp 31.499.000), dan 12GB/256GB (Rp 28.499.000). Pilihan warnanya meliputi Blue Shadow, Silver Shadow, Jetblack, dan warna eksklusifdaring,Mint.
(dan)
Lihat Juga :