Fantastis! Robot Kapal Selam 2mm Sukses Berenang di Darah Babi, bisa Antar Obat Lewat Pembuluh Darah
Senin, 17 November 2025 - 19:47 WIB
loading...
Dengan tingkat sukses 95% pada model uji, peneliti ETH Zurich berhasil menguji robot mikro kurang dari 2mm yang mampu berenang di dalam pembuluh darah untuk mengantarkan obat stroke secara presisi. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Darah adalah sungai kehidupan, namun ia juga bisa menjadi medium petaka saat gumpalan menyumbat jalurnya, memicu stroke yang merenggut 12 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahun.
Selama ini, pengobatan ibarat "bom": obat pelarut gumpalan dosis tinggi dialirkan ke seluruh tubuh, dengan risiko fatal pendarahan internal di organ lain.
Kini, para ilmuwan di institut teknologi federal ETH Zurich, Swiss, telah menciptakan "nakhoda" presisi untuk mengarungi sungai kehidupan itu.
Sebuah robot mikro—ukurannya kurang dari dua milimeter—dirancang untuk membawa obat langsung ke sasaran, mengubah paradigma pengobatan presisi.
Terobosan ini, yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Science pada 13 November 2025, bukan lagi fiksi ilmiah. Robot-robot ini telah sukses diuji pada model pembuluh darah yang realistis, dan yang terpenting, telah berhasil dinavigasi di dalam tubuh hewan besar: babi dan domba.
Muatan (Obat): Obat pelarut gumpalan (atau obat kemoterapi untuk tumor) tertanam di dalam struktur gel.
Kemudi (Navigasi): Kapsul dilengkapi dengan nanopartikel oksida besi (iron oxide). Ini menjadikannya "magnetis", memungkinkannya dikendalikan dari luar tubuh menggunakan medan magnet eksternal.
Pelacak (Visibilitas): Disematkan pula nanopartikel tantalum, agen kontras yang lazim di dunia medis, memungkinkan dokter melacak posisi robot secara real-time menggunakan pencitraan Sinar-X.
Tantangan terbesar adalah menavigasi robot di dalam arteri yang memiliki aliran darah deras. Para peneliti ETH Zurich mengembangkan sistem navigasi elektromagnetik modular yang canggih, menggabungkan tiga strategi magnetik berbeda.
Salah satu strategi memungkinkan kapsul "bergulir" di sepanjang dinding pembuluh darah dengan presisi tinggi, mencapai kecepatan 4 milimeter per detik.
Hasilnya luar biasa. Dalam pengujian laboratorium menggunakan model silikon yang meniru pembuluh darah manusia, pendekatan terintegrasi ini menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman obat ke lokasi target lebih dari 95 persen kasus.
Fabian Landers, peneliti ETH Zurich dan penulis utama studi, menggarisbawahi kompleksitas tugas tersebut.
"Sungguh luar biasa betapa banyak darah dipompa melalui pembuluh kita dan dengan kecepatan berapa. Sistem navigasi kami harus mampu menahan semua itu," ujar Landers dalam rilis pers.
Energi ini memanaskan nanopartikel magnetik di dalam kapsul, menyebabkan cangkang gel larut dan melepaskan obatnya tepat di titik yang membutuhkan.
Proses pengiriman awal ke dalam tubuh sendiri dirancang minimal invasif, menggunakan kateter khusus yang melepaskan kapsul di dekat area target.
Profesor Bradley Nelson dari ETH, seorang veteran dalam penelitian mikrorobotika, menekankan keamanan metode ini.
"Medan magnet ideal untuk prosedur invasif minimal karena menembus jauh ke dalam tubuh dan—setidaknya pada kekuatan dan frekuensi yang kami gunakan—tidak memiliki efek merugikan pada tubuh," tegas Nelson.
"Dokter sudah melakukan pekerjaan luar biasa di rumah sakit. Apa yang mendorong kami adalah pengetahuan bahwa kami memiliki teknologi yang memungkinkan kami membantu pasien lebih cepat, lebih efektif, dan memberi mereka harapan baru melalui terapi inovatif,"tutupLanders.
Selama ini, pengobatan ibarat "bom": obat pelarut gumpalan dosis tinggi dialirkan ke seluruh tubuh, dengan risiko fatal pendarahan internal di organ lain.
Kini, para ilmuwan di institut teknologi federal ETH Zurich, Swiss, telah menciptakan "nakhoda" presisi untuk mengarungi sungai kehidupan itu.
Sebuah robot mikro—ukurannya kurang dari dua milimeter—dirancang untuk membawa obat langsung ke sasaran, mengubah paradigma pengobatan presisi.
Terobosan ini, yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Science pada 13 November 2025, bukan lagi fiksi ilmiah. Robot-robot ini telah sukses diuji pada model pembuluh darah yang realistis, dan yang terpenting, telah berhasil dinavigasi di dalam tubuh hewan besar: babi dan domba.
Anatomi Sang "Kurir" Cerdas
Secara visual, robot ini adalah kapsul gel bulat yang larut. Namun, di dalamnya tertanam tiga teknologi inti:Muatan (Obat): Obat pelarut gumpalan (atau obat kemoterapi untuk tumor) tertanam di dalam struktur gel.
Kemudi (Navigasi): Kapsul dilengkapi dengan nanopartikel oksida besi (iron oxide). Ini menjadikannya "magnetis", memungkinkannya dikendalikan dari luar tubuh menggunakan medan magnet eksternal.
Pelacak (Visibilitas): Disematkan pula nanopartikel tantalum, agen kontras yang lazim di dunia medis, memungkinkan dokter melacak posisi robot secara real-time menggunakan pencitraan Sinar-X.
Menantang Arus dengan Sukses 95%
Tantangan terbesar adalah menavigasi robot di dalam arteri yang memiliki aliran darah deras. Para peneliti ETH Zurich mengembangkan sistem navigasi elektromagnetik modular yang canggih, menggabungkan tiga strategi magnetik berbeda.
Salah satu strategi memungkinkan kapsul "bergulir" di sepanjang dinding pembuluh darah dengan presisi tinggi, mencapai kecepatan 4 milimeter per detik.
Hasilnya luar biasa. Dalam pengujian laboratorium menggunakan model silikon yang meniru pembuluh darah manusia, pendekatan terintegrasi ini menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman obat ke lokasi target lebih dari 95 persen kasus.
Fabian Landers, peneliti ETH Zurich dan penulis utama studi, menggarisbawahi kompleksitas tugas tersebut.
"Sungguh luar biasa betapa banyak darah dipompa melalui pembuluh kita dan dengan kecepatan berapa. Sistem navigasi kami harus mampu menahan semua itu," ujar Landers dalam rilis pers.
Pelepasan Tepat Sasaran
Setelah robot tiba di tujuannya—entah itu thrombus (gumpalan darah) di otak atau jaringan tumor—tugas terakhir dimulai. Medan magnet berfrekuensi tinggi dari luar tubuh kemudian ditembakkan.Energi ini memanaskan nanopartikel magnetik di dalam kapsul, menyebabkan cangkang gel larut dan melepaskan obatnya tepat di titik yang membutuhkan.
Proses pengiriman awal ke dalam tubuh sendiri dirancang minimal invasif, menggunakan kateter khusus yang melepaskan kapsul di dekat area target.
Profesor Bradley Nelson dari ETH, seorang veteran dalam penelitian mikrorobotika, menekankan keamanan metode ini.
"Medan magnet ideal untuk prosedur invasif minimal karena menembus jauh ke dalam tubuh dan—setidaknya pada kekuatan dan frekuensi yang kami gunakan—tidak memiliki efek merugikan pada tubuh," tegas Nelson.
Harapan Baru di Masa Depan
Keberhasilan navigasi di dalam tubuh babi dan melalui cairan otak domba yang kompleks membuka potensi terapi yang sangat besar. Tim peneliti kini fokus untuk segera memulai uji klinis pada manusia."Dokter sudah melakukan pekerjaan luar biasa di rumah sakit. Apa yang mendorong kami adalah pengetahuan bahwa kami memiliki teknologi yang memungkinkan kami membantu pasien lebih cepat, lebih efektif, dan memberi mereka harapan baru melalui terapi inovatif,"tutupLanders.
(dan)
Lihat Juga :