Fantastis! Robot Kapal Selam 2mm Sukses Berenang di Darah Babi, bisa Antar Obat Lewat Pembuluh Darah
Senin, 17 November 2025 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Kemudi (Navigasi): Kapsul dilengkapi dengan nanopartikel oksida besi (iron oxide). Ini menjadikannya "magnetis", memungkinkannya dikendalikan dari luar tubuh menggunakan medan magnet eksternal.
Pelacak (Visibilitas): Disematkan pula nanopartikel tantalum, agen kontras yang lazim di dunia medis, memungkinkan dokter melacak posisi robot secara real-time menggunakan pencitraan Sinar-X.
Tantangan terbesar adalah menavigasi robot di dalam arteri yang memiliki aliran darah deras. Para peneliti ETH Zurich mengembangkan sistem navigasi elektromagnetik modular yang canggih, menggabungkan tiga strategi magnetik berbeda.
Salah satu strategi memungkinkan kapsul "bergulir" di sepanjang dinding pembuluh darah dengan presisi tinggi, mencapai kecepatan 4 milimeter per detik.
Hasilnya luar biasa. Dalam pengujian laboratorium menggunakan model silikon yang meniru pembuluh darah manusia, pendekatan terintegrasi ini menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman obat ke lokasi target lebih dari 95 persen kasus.
Fabian Landers, peneliti ETH Zurich dan penulis utama studi, menggarisbawahi kompleksitas tugas tersebut.
"Sungguh luar biasa betapa banyak darah dipompa melalui pembuluh kita dan dengan kecepatan berapa. Sistem navigasi kami harus mampu menahan semua itu," ujar Landers dalam rilis pers.
Pelacak (Visibilitas): Disematkan pula nanopartikel tantalum, agen kontras yang lazim di dunia medis, memungkinkan dokter melacak posisi robot secara real-time menggunakan pencitraan Sinar-X.
Menantang Arus dengan Sukses 95%
Tantangan terbesar adalah menavigasi robot di dalam arteri yang memiliki aliran darah deras. Para peneliti ETH Zurich mengembangkan sistem navigasi elektromagnetik modular yang canggih, menggabungkan tiga strategi magnetik berbeda.
Salah satu strategi memungkinkan kapsul "bergulir" di sepanjang dinding pembuluh darah dengan presisi tinggi, mencapai kecepatan 4 milimeter per detik.
Hasilnya luar biasa. Dalam pengujian laboratorium menggunakan model silikon yang meniru pembuluh darah manusia, pendekatan terintegrasi ini menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman obat ke lokasi target lebih dari 95 persen kasus.
Fabian Landers, peneliti ETH Zurich dan penulis utama studi, menggarisbawahi kompleksitas tugas tersebut.
"Sungguh luar biasa betapa banyak darah dipompa melalui pembuluh kita dan dengan kecepatan berapa. Sistem navigasi kami harus mampu menahan semua itu," ujar Landers dalam rilis pers.
Lihat Juga :