Penduduk Israel Ketakutan Akibat Teror Serangan Ular Berbisa
Senin, 10 November 2025 - 18:08 WIB
loading...
Ular Berbisa Meneror Penduduk Israel. FOTO/ OCEAN
A
A
A
JERUSALEM - Warga Moran Street, Tiberias, dilaporkan hidup dalam ketakutan menyusul peningkatan 'serangan' ular yang mengkhawatirkan.
Menurut laporan surat kabar Maariv, dalam sebulan terakhir, ular terlihat hampir setiap hari di apartemen, tangga, dan halaman, menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin ada sarang di bawah gedung.
“Kami hidup seperti di film horor. Anak saya bangun untuk minum air dan menemukan seekor ular di kandang anjing. Saya pergi ke dapur, dan ada seekor ular. Sekarang sudah menjadi rutinitas, tiada hari tanpa ular,” kata seorang warga.
Warga lain berkata, “Anak saya menemukan seekor bayi ular di ruang tamu kemarin. Hampir setiap hari kami melihat ular di tangga atau di dekat gedung. Kami takut memasuki rumah kami sendiri.”
Warga mengklaim bahwa pemerintah kota telah mengirimkan penangkap ular sebelumnya, tetapi situasinya justru semakin memburuk.
“Ular terus keluar dari tanah dan tidak ada yang menyelidiki penyebabnya atau melakukan pemberantasan secara menyeluruh.
“Kelalaian ini mengancam jiwa,” kata warga lain dengan nada kecewa.
Pemerintah daerah mengonfirmasi keluhan tersebut dan mengumumkan bahwa penangkap ular telah dipanggil kembali untuk memeriksa area tersebut dan menilai apakah penanganan khusus dapat dilakukan untuk menghilangkan tempat berkembang biak.
“Mereka mengatakan itu mungkin berasal dari area terbuka di dekatnya. Mereka berjanji akan memberi tahu kami perkembangannya, tetapi sementara itu, kami telah menemukan ular lain," kata seorang wanita.
Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa warga juga melaporkan melihat kalajengking di area yang sama.
"Berbahaya, dan sampai terjadi tragedi, mereka tidak akan mengerti," kata seorang pria.
Warga kini menuntut pembersihan dan pemberantasan menyeluruh, menggambarkan situasi ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan keluarga dan anak-anak yang tidak lagi merasa aman di rumah mereka sendiri.
Menurut laporan surat kabar Maariv, dalam sebulan terakhir, ular terlihat hampir setiap hari di apartemen, tangga, dan halaman, menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin ada sarang di bawah gedung.
“Kami hidup seperti di film horor. Anak saya bangun untuk minum air dan menemukan seekor ular di kandang anjing. Saya pergi ke dapur, dan ada seekor ular. Sekarang sudah menjadi rutinitas, tiada hari tanpa ular,” kata seorang warga.
Warga lain berkata, “Anak saya menemukan seekor bayi ular di ruang tamu kemarin. Hampir setiap hari kami melihat ular di tangga atau di dekat gedung. Kami takut memasuki rumah kami sendiri.”
Warga mengklaim bahwa pemerintah kota telah mengirimkan penangkap ular sebelumnya, tetapi situasinya justru semakin memburuk.
“Ular terus keluar dari tanah dan tidak ada yang menyelidiki penyebabnya atau melakukan pemberantasan secara menyeluruh.
“Kelalaian ini mengancam jiwa,” kata warga lain dengan nada kecewa.
Pemerintah daerah mengonfirmasi keluhan tersebut dan mengumumkan bahwa penangkap ular telah dipanggil kembali untuk memeriksa area tersebut dan menilai apakah penanganan khusus dapat dilakukan untuk menghilangkan tempat berkembang biak.
“Mereka mengatakan itu mungkin berasal dari area terbuka di dekatnya. Mereka berjanji akan memberi tahu kami perkembangannya, tetapi sementara itu, kami telah menemukan ular lain," kata seorang wanita.
Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa warga juga melaporkan melihat kalajengking di area yang sama.
"Berbahaya, dan sampai terjadi tragedi, mereka tidak akan mengerti," kata seorang pria.
Warga kini menuntut pembersihan dan pemberantasan menyeluruh, menggambarkan situasi ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan keluarga dan anak-anak yang tidak lagi merasa aman di rumah mereka sendiri.
(wbs)
Lihat Juga :