Rekening Anda Termasuk? Pemerintah Blokir Massal 23.929 Rekening Bank, Ini Ciri-cirinya!
Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Aksi pemblokiran 23.929 rekening merupakan volume signifikan dan patut diapresiasi sebagai langkah awal konkret.
Namun, dari perspektif pasar dan skala industri, angka ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas jangka panjangnya.
Industri judi online diestimasi memiliki perputaran dana triliunan rupiah, sehingga pemblokiran puluhan ribu rekening berisiko hanya menjadi disrupsi sesaat.
Para pelaku dalam industri ilegal ini dikenal memiliki kelincahan tinggi untuk beradaptasi, salah satunya dengan membuka rekening baru menggunakan identitas lain.
Kritiknya adalah, tanpa adanya penegakan hukum yang lebih keras—seperti penelusuran aset dan penangkapan bandar besar—aksi pemblokiran ini berpotensi menjadi strategi defensif yang kurang memberikan efek jera.
Pemerintah perlu menaikkan level permainan dari sekadar memblokir menjadi melumpuhkan pusat kendali operasional dan finansial para bandar.
Menkomdigi Meutya Hafid secara eksplisit mengajak masyarakat untuk menjadi "investigator" di lingkungan digital mereka.
Namun, dari perspektif pasar dan skala industri, angka ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas jangka panjangnya.
Industri judi online diestimasi memiliki perputaran dana triliunan rupiah, sehingga pemblokiran puluhan ribu rekening berisiko hanya menjadi disrupsi sesaat.
Para pelaku dalam industri ilegal ini dikenal memiliki kelincahan tinggi untuk beradaptasi, salah satunya dengan membuka rekening baru menggunakan identitas lain.
Kritiknya adalah, tanpa adanya penegakan hukum yang lebih keras—seperti penelusuran aset dan penangkapan bandar besar—aksi pemblokiran ini berpotensi menjadi strategi defensif yang kurang memberikan efek jera.
Pemerintah perlu menaikkan level permainan dari sekadar memblokir menjadi melumpuhkan pusat kendali operasional dan finansial para bandar.
Partisipasi Publik sebagai Indikator Kunci
Pemerintah secara terbuka mengakui keterbatasan jangkauan patroli siber dan kembali menekankan pentingnya peran serta publik sebagai garda terdepan.Menkomdigi Meutya Hafid secara eksplisit mengajak masyarakat untuk menjadi "investigator" di lingkungan digital mereka.
Lihat Juga :