Pasar Kripto Merah Darah, Likuidasi Tembus Rp16 Triliun dalam 24 Jam

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:50 WIB
loading...
Pasar Kripto Merah Darah,...
Sentimen negatif dipicu oleh ancaman tarif baru Presiden Trump terhadap China. Ironisnya, token kripto yang terafiliasi dengan Trump sendiri anjlok paling parah. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Mitos "Uptober"—bulan Oktober yang secara historis menjadi periode bullish bagi pasar aset kripto—dipatahkan pada hari Jumat (11/10). Pasar kripto dilanda aksi jual masif (massive sell-off) yang menyebabkan likuidasi posisi senilai lebih dari USD1 miliar (sekitar Rp16 triliun) dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menurut data dari CoinGlass.

Kepanikan ini dipicu langsung oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Jumat pagi, yang mengumumkan rencana pengenaan tarif "masif" terhadap produk-produk China dan membatalkan pertemuan yang direncanakan dengan Presiden Xi Jinping.

Sentimen makroekonomi ini sontak meruntuhkan harga aset berisiko, mulai dari saham hingga aset digital.

Runtuhnya Harga Aset Kripto Utama

Aksi jual ini menghapus hampir seluruh keuntungan yang terakumulasi di awal bulan Oktober:

Bitcoin (BTC): Anjlok dari level di atas USD122.000 (Rp1,95 miliar) ke sekitar USD116.200 (Rp 1,85 miliar), terkoreksi 4% dalam sehari dan kembali ke level harga 1 Oktober. Padahal, pada minggu pertama Oktober, BTC sempat mencetak rekor tertinggi baru di atas USD126.000 (Rp2,01 miliar).

Ethereum (ETH): Terjun hampir 8% ke level USD3.975 (Rp63,6 juta), mencatatkan level terendah sepanjang Oktober.

Solana (SOL): Merosot lebih dari 7% ke level USD205 (Rp3,28 juta), juga menyentuh titik terendah di bulan Oktober.

Volatilitas Kripto vs. Pasar Saham

Data ini secara objektif menunjukkan bahwa aset kripto, terutama altcoin, bereaksi jauh lebih volatil dibandingkan pasar saham tradisional terhadap guncangan makroekonomi. Sebagai perbandingan, indeks saham utama AS juga terkoreksi tajam, namun dengan persentase yang lebih rendah: Nasdaq turun sekitar 3,5%, S&P 500 turun 2,7%, dan Dow Jones turun 1,9%.

Tingkat volatilitas yang lebih tinggi ini menegaskan kembali status kripto sebagai aset berisiko tinggi (high-risk asset).

Ironi Sang Pemicu: Token Trump Menjadi Korban Terbesar

Kritik paling tajam dari peristiwa ini terletak pada sebuah ironi. Di tengah kepanikan yang disebabkan oleh pengumuman Presiden Trump, salah satu aset yang paling terpukul adalah token kripto yang terafiliasi dengan keluarga Trump sendiri, yaitu World Liberty Financial (WLFI).

Sesaat setelah pengumuman sang presiden, harga token WLFI anjlok lebih dari 17% ke level di atas USD0,14, sebelum akhirnya pulih sebagian ke USD0,16.

Insiden ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan seorang pemimpin dapat secara langsung dan negatif berdampak pada instrumen finansial yang terkait dengan namanya sendiri, menimbulkan pertanyaan kritis mengenai konsekuensi tak terduga dari pernyataan politik di era aset digital.

Secara keseluruhan, narasi "Uptober" telah sirna, digantikan oleh realita pasar yang brutal.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa pasar kripto masih sangat rentan terhadap sentimen dan guncangan geopolitik, di mana satu pernyataan dapat memicu likuidasi triliunan Rupiahdalamsekejap.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Perang Berkecamuk, Harga...
Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Pasar Kripto di Akhir...
Pasar Kripto di Akhir 2025: Bitcoin Layu di Rp 1,46 Miliar, Token Kecil Melesat hingga 69 Persen
Token Lokal Rasa Global:...
Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Rekomendasi
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
Premier Padel Valencia...
Premier Padel Valencia 2026 Hadir Pekan Ini, Saksikan Aksi Para Bintang Padel Dunia di VISION+
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved