Nyaris 3.000 Perusahaan Indonesia Diserang Hacker Tiap Hari, Penyebabnya Sepele!

Senin, 06 Oktober 2025 - 14:00 WIB
loading...
Nyaris 3.000 Perusahaan...
Di era digital, mengabaikan pembaruan keamanan bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan keputusan bisnis yang bisa berujung pada bencana finansial dan reputasi. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Sebuah bom waktu digital sedang berdetak di ribuan kantor di seluruh Indonesia. Tanpa disadari, banyak perusahaan membiarkan "pintu belakang" sistem mereka menganga lebar, mengundang para penjahat siber untuk berpesta pora.

Laporan terbaru dari raksasa keamanan siber global, Kaspersky, melukiskan gambaran suram tentang betapa rentannya dunia bisnis di Tanah Air.

Data yang dirilis hari ini, Senin (6/10/2025), menunjukkan sebuah angka yang mencengangkan.

Selama periode Januari hingga Juni 2025 saja, perusahaan berhasil memblokir 524.657 upaya eksploitasi yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Jika dirata-ratakan, itu berarti ada 2.915 serangan yang mencoba membobol pertahanan bisnis setiap harinya.

Eksploitasi (exploit) sederhananya adalah program jahat yang bertindak seperti kunci palsu. Kunci ini dibuat khusus untuk memanfaatkan celah keamanan atau bug pada software yang belum diperbarui atau ditambal (patch), memungkinkan peretas masuk dan mengambil alih kendali tanpa izin.

Penyakit Kronis: Kelalaian Jadi Pesta Peretas

Yang lebih mengkhawatirkan adalah sumber dari sebagian besar serangan ini. Ini bukanlah tentang peretasan canggih yang memanfaatkan kelemahan super baru. Sebaliknya, ini adalah cerminan dari "penyakit" kelalaian massal.

Menurut laporan Kaspersky, secara global pada Kuartal II 2025, serangan paling umum menargetkan celah keamanan pada produk Microsoft Office yang tambalannya sudah tersedia bertahun-tahun lalu. Tiga kerentanan yang paling sering dieksploitasi adalah:

CVE-2018-0802 (kerentanan dari tahun 2018)

CVE-2017-11882 (kerentanan dari tahun 2017)

CVE-2017-0199 (kerentanan dari tahun 2017)

Fakta ini menjadi kritik pedas bagi dunia bisnis: peretas bahkan tidak perlu bekerja keras mencari celah baru ketika pintu depan dibiarkan tidak terkunci selama bertahun-tahun.

Kelalaian dalam melakukan pembaruan keamanan inilah yang menjadi hidangan utama bagi para penjahat siber.

Gerbang Pertahanan Dibiarkan Terbuka

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyuarakan keprihatinannya. "Pemblokiran setengah juta eksploitasi terhadap bisnis di Indonesia hanya dalam enam bulan pertama tahun ini menunjukkan betapa gigihnya para pelaku ancaman siber," ujarnya.

“Saat ini, bisnis dari semua skala bergantung pada sistem operasi mereka sebagai gerbang pertahanan yang krusial.

Membiarkan gerbang ini tanpa perlindungan menciptakan risiko keamanan yang serius. Penting bagi bisnis di Indonesia untuk memprioritaskan perbaikan kelemahan yang diketahui sehingga ancaman dapat dihentikan sebelum terlambat,” tegas Hia.

Selain serangan eksploitasi, Kaspersky juga mencatat 1.626.984 ancaman berbasis web di Indonesia pada periode yang sama, atau rata-rata 9.038 ancaman setiap hari, yang menargetkan pengguna saat menjelajahi internet.

Aplikasi AI dan 'No-Code' Jadi Incaran

Para penjahat siber terbukti sangat lincah. Mereka tidak hanya mengincar celah lama, tetapi juga bergerak cepat untuk mengeksploitasi teknologi baru yang sedang diadopsi oleh bisnis.

Platform low-code/no-code (LCNC) memudahkan siapa saja membuat aplikasi, serta kerangka kerja aplikasi berbasis AI, kini masuk dalam daftar targetutamamereka.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Hacker Iran Bobol Sistem...
Hacker Iran Bobol Sistem Pembaca Tanki di SPBU AS
Rekomendasi
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Berita Terkini
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Infografis
Baik Dikonsumsi Tiap...
Baik Dikonsumsi Tiap Hari, Berikut Manfaat Timun untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved