Daniel Ek Turun Tahta dari Kursi CEO, Saham Spotify Turun 5%
Rabu, 01 Oktober 2025 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Peran barunya akan fokus pada gambaran besar: alokasi modal—memutuskan ke mana uang perusahaan akan diinvestasikan—dan strategi jangka panjang.
Sementara itu, urusan operasional sehari-hari akan diserahkan kepada dua orang kepercayaannya yang telah bekerja bersamanya selama 15 tahun: Gustav Soderstrom dan Alex Norstrom, yang akan menjabat sebagai co-CEO.
Meski berstatus raja dengan hampir 700 juta pengguna bulanan dan katalog berisi lebih dari 100 juta lagu—jauh melampaui Apple Music dengan sekitar 90 juta pelanggan—takhta mereka terus digoyang.
Para penantangnya bukan pemain sembarangan. Ada YouTube Music yang terintegrasi dengan perpustakaan video tak terbatas, dan Amazon Music yang diikat dalam paket langganan Prime yang sangat populer.
Keduanya memiliki keuntungan unik yang membuat Spotify tidak bisa tidur nyenyak.
Masalah lainnya adalah 'bom waktu' finansial: margin keuntungan yang tipis. Di satu sisi, para artis menuntut bayaran yang lebih tinggi. Di sisi lain, Spotify harus menjaga harga tetap kompetitif.
Fakta pahitnya, perusahaan yang didirikan pada 2006 ini baru berhasil mencatatkan laba tahunan pertamanya pada 2024, setelah serangkaian kenaikan harga dan pemangkasan biaya.
Sementara itu, urusan operasional sehari-hari akan diserahkan kepada dua orang kepercayaannya yang telah bekerja bersamanya selama 15 tahun: Gustav Soderstrom dan Alex Norstrom, yang akan menjabat sebagai co-CEO.
Di Balik Keputusan: Pertempuran Berdarah di Arena Streaming
Mengapa perubahan drastis ini diperlukan sekarang? Jawabannya terletak pada tekanan tanpa henti yang dihadapi Spotify.Meski berstatus raja dengan hampir 700 juta pengguna bulanan dan katalog berisi lebih dari 100 juta lagu—jauh melampaui Apple Music dengan sekitar 90 juta pelanggan—takhta mereka terus digoyang.
Para penantangnya bukan pemain sembarangan. Ada YouTube Music yang terintegrasi dengan perpustakaan video tak terbatas, dan Amazon Music yang diikat dalam paket langganan Prime yang sangat populer.
Keduanya memiliki keuntungan unik yang membuat Spotify tidak bisa tidur nyenyak.
Masalah lainnya adalah 'bom waktu' finansial: margin keuntungan yang tipis. Di satu sisi, para artis menuntut bayaran yang lebih tinggi. Di sisi lain, Spotify harus menjaga harga tetap kompetitif.
Fakta pahitnya, perusahaan yang didirikan pada 2006 ini baru berhasil mencatatkan laba tahunan pertamanya pada 2024, setelah serangkaian kenaikan harga dan pemangkasan biaya.
Dua Koki di Satu Dapur: Resep Sukses atau Bencana?
Struktur co-CEO yang diadopsi Spotify, meniru langkah perusahaan seperti Netflix dan Oracle, dirancang untuk mengelola operasi yang semakin kompleks. Soderstrom, sang ahli produk dan teknologi, dan Norstrom, sang maestro bisnis, mengklaim mereka adalah tim yang solid.Lihat Juga :