Donald Trump: TikTok Kini Sepenuhnya di Bawah Kendali Amerika Serikat

Jum'at, 26 September 2025 - 07:33 WIB
loading...
Donald Trump: TikTok...
TikTok Kini Sepenuhnya di Bawah Kendali Amerika Serikat. FOTO/ THE Verge
A A A
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Kamis, yang mengonfirmasi rencana penjualan operasional TikTok di AS kepada investor domestik dan internasional, sehingga memenuhi persyaratan keamanan nasional sebagaimana diatur dalam undang-undang tahun 2024.

Perusahaan baru ini akan bernilai sekitar USD14 miliar, ujar Wakil Presiden JD Vance, yang merupakan pertama kalinya nilai aplikasi video pendek populer ini diumumkan secara resmi.



Menurut perintah eksekutif tersebut, TikTok akan mayoritas dimiliki dan dikendalikan oleh entitas AS, sementara perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance, dan perusahaan terkaitnya hanya diizinkan memiliki kurang dari 20 persen dari usaha patungan baru tersebut.

Trump sebelumnya telah menunda penegakan undang-undang yang melarang aplikasi tersebut jika tidak dijual ke AS hingga 16 Desember.

Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi proses akuisisi aset TikTok di AS, pencarian investor domestik dan internasional, serta perolehan persetujuan dari pemerintah Tiongkok.

"Perjanjian tersebut mencakup pemantauan ketat terhadap pembaruan perangkat lunak, algoritma, dan aliran data," menurut teks perintah yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Trump mengatakan ia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping mengenai masalah ini.
"Saya memberi tahu Presiden Xi apa yang sedang kami lakukan, dan beliau berkata silakan," kata Trump kepada para wartawan.

TikTok, yang memiliki 170 juta pengguna di AS, juga disebut oleh Trump sebagai salah satu faktor kemenangannya dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Trump sendiri memiliki lebih dari 15 juta pengikut di akun pribadinya, di samping Gedung Putih, yang meluncurkan akun resmi bulan lalu.

"Mulai sekarang, ini akan dioperasikan sepenuhnya oleh pihak Amerika," kata Trump.

Di antara tokoh-tokoh perusahaan yang disebut-sebut terlibat dalam kesepakatan tersebut adalah Michael Dell, Rupert Murdoch, dan beberapa investor kelas dunia lainnya.

Namun, anggota Kongres dari Partai Republik telah menekankan bahwa mereka ingin melihat lebih banyak detail perjanjian tersebut untuk memastikan pemisahan yang bersih dari pengaruh China.

"Ketika detailnya rampung, kita harus memastikan bahwa perjanjian ini benar-benar melindungi konsumen Amerika dari pengaruh dan pengawasan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Partai Komunis Tiongkok," ujar perwakilan AS Brett Guthrie, Gus Bilirakis, dan Richard Hudson dalam pernyataan bersama.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved