Riset Harvard Temukan Penggunaan AI di Tempat Kerja Mengurangi Produktivitas

Rabu, 24 September 2025 - 15:25 WIB
loading...
Riset Harvard Temukan...
Kecerdasan Buatan. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
JAKARTA - Banyak orang memprediksi bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) akan meningkatkan produktivitas tempat kerja secara eksponensial karena proses-proses sepele dapat dipercepat. Hal ini juga akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Sebuah studi MIT dan Harvard menemukan bahwa integrasi AI generatif gagal meningkatkan pendapatan di 95% tempat kerja karena menghasilkan konten yang dangkal dan tidak berguna.

Konten AI yang terlalu generik dan kurang orisinal menyebabkan pemborosan waktu karyawan, sehingga mengurangi produktivitas.

AI masih belum mampu menggantikan manusia dalam analisis mendalam dan penciptaan konsep-konsep baru, sehingga peninjauan manual masih diperlukan.

Namun beberapa siklus lunar yang lalu, NANDA (Agen Jaringan dan AI Terdesentralisasi) dari Massachusetts Institute of Technology menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa integrasi AI generatif gagal meningkatkan pendapatan perusahaan di 95% tempat kerja.

Hari ini, Harvard Business Review menerbitkan sebuah laporan tentang mengapa hal ini terjadi. Menurut studi Harvard tersebut, AI dapat menghasilkan banyak dokumen dalam waktu yang sangat singkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Rekomendasi
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Berita Terkini
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved