Daftar Belanja Para Sultan Bocor: Data 7,4 Juta Pelanggan Gucci & Balenciaga Dicuri, Pelanggan Terkaya Jadi Target Baru
Rabu, 17 September 2025 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
Dengan mengetahui siapa saja yang menghabiskan uang paling banyak, para penjahat siber dapat menjadikan mereka target utama untuk penipuan tingkat tinggi yang sangat personal dan meyakinkan.
Sebuah sampel kecil data yang dianalisis oleh BBC menunjukkan betapa berbahayanya informasi ini. Beberapa pelanggan tercatat telah menghabiskan lebih dari USD10.000 (sekitar Rp160 juta), dengan segelintir "ikan paus" bahkan menghabiskan antara USD30.000 hingga USD86.000 (sekitar Rp480 juta hingga Rp1,37 miliar). Mereka inilah yang kini berada dalam bahaya terbesar.
Pada awal Juni, Shiny Hunters menghubungi Kering untuk menegosiasikan uang tebusan dalam bentuk Bitcoin. Di sinilah terjadi perselisihan. Sang peretas mengklaim negosiasi sempat berjalan, namun Kering dengan tegas membantahnya.
"Pada bulan Juni, kami mengidentifikasi bahwa pihak ketiga yang tidak sah memperoleh akses sementara ke sistem kami dan mengakses data pelanggan terbatas. Tidak ada informasi keuangan yang terlibat dalam insiden ini," ujar juru bicara Kering.
Perusahaan menegaskan bahwa mereka menolak untuk membayar tebusan, sesuai anjuran penegak hukum.
Sebuah sampel kecil data yang dianalisis oleh BBC menunjukkan betapa berbahayanya informasi ini. Beberapa pelanggan tercatat telah menghabiskan lebih dari USD10.000 (sekitar Rp160 juta), dengan segelintir "ikan paus" bahkan menghabiskan antara USD30.000 hingga USD86.000 (sekitar Rp480 juta hingga Rp1,37 miliar). Mereka inilah yang kini berada dalam bahaya terbesar.
Tirai Sunyi dari Sang Raksasa Kemewahan
Kisah di balik peretasan ini pun tak kalah dramatis. Menurut sang peretas, pembobolan ini terjadi pada bulan April.Pada awal Juni, Shiny Hunters menghubungi Kering untuk menegosiasikan uang tebusan dalam bentuk Bitcoin. Di sinilah terjadi perselisihan. Sang peretas mengklaim negosiasi sempat berjalan, namun Kering dengan tegas membantahnya.
"Pada bulan Juni, kami mengidentifikasi bahwa pihak ketiga yang tidak sah memperoleh akses sementara ke sistem kami dan mengakses data pelanggan terbatas. Tidak ada informasi keuangan yang terlibat dalam insiden ini," ujar juru bicara Kering.
Perusahaan menegaskan bahwa mereka menolak untuk membayar tebusan, sesuai anjuran penegak hukum.
Lihat Juga :