Taktik Canggih Serangan AS terhadap Situs Nuklir Iran Terungkap
Selasa, 16 September 2025 - 07:32 WIB
loading...
Midnight Hammer. FOTO/ DOK News Week
A
A
A
NEW YORK - Amerika Serikat telah merilis detail operasi udara skala besar yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer, yang melibatkan serangan terhadap tiga situs nuklir utama Iran dalam misi rahasia selama 30 jam.
BACA JUGA - Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona Tempat Pembuatan Senjata Nuklir
Serangan Rahasia AS: Amerika Serikat melancarkan operasi udara selama 30 jam terhadap tiga situs nuklir Iran menggunakan pesawat pengebom B-2 dan rudal Tomahawk.
Taktik Militer Canggih: Misi tersebut melibatkan bom penghancur bunker, dukungan jet tempur, dan strategi tipu daya udara untuk menghindari pertahanan Iran.
Reaksi Global: Presiden Trump menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan pencegahan, sementara Iran mengutuknya sebagai kejahatan; komunitas internasional menyerukan de-eskalasi ketegangan.
Menurut pernyataan resmi Pentagon, tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri dan terbang menuju Asia Barat dengan komunikasi minimal dan tiga kali pemberhentian pengisian bahan bakar di udara.
Sasaran utamanya adalah fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang diserang menggunakan bom penghancur bunker GBU-57 seberat 30.000 pon.
Serangan tersebut juga didukung oleh jet tempur generasi keempat dan kelima serta peluncuran lebih dari dua lusin rudal Tomahawk dari kapal selam AS di wilayah tersebut.
Taktik tipu daya seperti rute umpan dan koordinasi udara yang rumit digunakan untuk menghindari pertahanan Iran.
Kolonel Josh Wiitala, komandan misi, menggambarkan operasi tersebut sebagai "pencapaian paling bersejarah" dalam kariernya, dengan semua pesawat kembali dengan selamat setelah misi terpanjang dalam sejarah pengeboman skala besar.
Presiden Donald Trump memuji serangan tersebut sebagai "berani dan indah," menekankan bahwa AS tidak mencari perang tetapi bertindak untuk mencegah ancaman nuklir Iran.
Iran mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan kriminal" dan memperingatkan akan adanya respons strategis.
Komunitas internasional telah meminta kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi ketegangan.
BACA JUGA - Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona Tempat Pembuatan Senjata Nuklir
Serangan Rahasia AS: Amerika Serikat melancarkan operasi udara selama 30 jam terhadap tiga situs nuklir Iran menggunakan pesawat pengebom B-2 dan rudal Tomahawk.
Taktik Militer Canggih: Misi tersebut melibatkan bom penghancur bunker, dukungan jet tempur, dan strategi tipu daya udara untuk menghindari pertahanan Iran.
Reaksi Global: Presiden Trump menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan pencegahan, sementara Iran mengutuknya sebagai kejahatan; komunitas internasional menyerukan de-eskalasi ketegangan.
Menurut pernyataan resmi Pentagon, tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri dan terbang menuju Asia Barat dengan komunikasi minimal dan tiga kali pemberhentian pengisian bahan bakar di udara.
Sasaran utamanya adalah fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang diserang menggunakan bom penghancur bunker GBU-57 seberat 30.000 pon.
Serangan tersebut juga didukung oleh jet tempur generasi keempat dan kelima serta peluncuran lebih dari dua lusin rudal Tomahawk dari kapal selam AS di wilayah tersebut.
Taktik tipu daya seperti rute umpan dan koordinasi udara yang rumit digunakan untuk menghindari pertahanan Iran.
Kolonel Josh Wiitala, komandan misi, menggambarkan operasi tersebut sebagai "pencapaian paling bersejarah" dalam kariernya, dengan semua pesawat kembali dengan selamat setelah misi terpanjang dalam sejarah pengeboman skala besar.
Presiden Donald Trump memuji serangan tersebut sebagai "berani dan indah," menekankan bahwa AS tidak mencari perang tetapi bertindak untuk mencegah ancaman nuklir Iran.
Iran mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan kriminal" dan memperingatkan akan adanya respons strategis.
Komunitas internasional telah meminta kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi ketegangan.
(wbs)
Lihat Juga :