Nadiem Jadi Tersangka, Benarkah Google OS Maksimal Diaplikasikan di Chromebook
Minggu, 07 September 2025 - 12:12 WIB
loading...
Kasis Chromebook yang menjerat nama Nadiem. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai tersangka pengadaan Chromebook.
BACA JUGA - Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka
Kejagung menjelaskan pada Februari 2020, Nadiem yang saat itu menjabat sebagai Mendikbudristek melakukan pertemuan dengan pihak Google Indonesia untuk membicarakan program Google for Education yang menggunakan perangkat Chromebook
Chromebook adalah laptop yang menggunakan sistem operasi Chrome OS buatan Google.
Sistem operasi laptop ini didesain oleh Google untuk memudahkan penggunaan, dapat beroperasi dengan cepat, berlapis sistem keamanan, dan dapat digunakan oleh banyak pengguna yang berbeda akun (shareable).
Laptop Chromebook diproduksi oleh brand-brand ternama yang tidak asing di telinga kita seperti Asus, Acer. Dell, HP, Lenovo, Samsung, dan lain-lain.
Sistem operasi pada Chromebook menggunakan Chrome OS. Chrome OS diciptakan oleh Google dan berbasis cloud, dengan Chrome Browser dan Google Workspace sebagai antarmuka aplikasinya.
Aplikasi, data, dan juga perintah seperti mengakses, menyimpan, berbagi, dan memproses data diutamakan dilakukan pada infrastruktur server jarak jauh (cloud) milik Google, yang membutuhkan internet.
Walaupun demikian, Chromebook juga dapat digunakan tanpa internet karena aplikasi yang penting untuk bekerja seperti Gmail, Google Keep, Docs, Sheets, Slides, Calendar, photo editor, media player dapat berjalan secara offline
Selain penggunaan Chrome Browser, di tahun 2016 Google menambahkan fitur Google Play Store sehingga Anda dapat menginstall aplikasi Android ke memori internal dan menjalankannya secara online maupun offline.
Lalu pada tahun 2018 Google menambah fitur yang memungkinkan program linux berjalan di Chrome OS. Mulai tahun 2020 pengguna Chromebook dapat menginstall sistem operasi Windows menggunakan aplikasi berbayar bernama Parallels Desktop yang didukung oleh Google sehingga Anda memiliki beragam pilihan platform dalam bekerja dan mengisi waktu luang.
Kelebihan Chrome OS (Pada Intel Core i5 4 core 8 thread, 8 GB RAM, 64 GB eMMC)
Ketika tulisan ini ditulis, file instalasi sistem operasi untuk recovery OS versi 87 offline hanya 1,3 GB (bandingkan dengan Windows 10 = 5,8 GB). Kecepatan booting hanya 8 detik dan aplikasi berjalan dengan cepat. Puluhan tab Chrome Browser berjalan bersamaan tanpa ada perlambatan yang berarti.
Penggunaan infrastruktur cloud memiliki kelebihan yaitu menjadikan proses berbagi data dari instansi satu dengan lainnya menjadi jauh lebih cepat.
Hal ini karena data berada di server dengan spesifikasi dan bandwidth tinggi milik Google. Server yang cepat ini yang melayani pengiriman data Anda ke penerima.
Dengan algoritma mesin pencari Google, data pada Chromebook Anda maupun pada Google Drive Anda dapat dicari dalam hitungan detik.
Dari segi fitur update (pembaruan), Chrome OS secara berkala akan mengunduh pembaruan dan melakukan instalasi di latar belakang tanpa Anda ketahui. Anda hanya akan mengetahui ketika proses pembaruan selesai dan disarankan untuk merestart Chromebook.
Restart untuk menerapkan pembaruan chromebook hanya membutuhkan 8 detik sama seperti saat booting.
Dibandingkan dengan pembaruan Windows yang dapat memakan waktu hingga seharian hanya untuk pembaruan, ditambah ada kemungkinan gagal update.
Chromebook cocok bagi Anda yang tidak suka menunggu lama untuk dapat bekerja dan merasakan OS versi terbaru.
Jika Anda membeli banyak Chromebook untuk perusahaan, anda dapat membeli Chrome Enterprise Upgrade atau Chrome Education Upgrade yang di dalamnya terdapat fitur device management.
Dengan ini, IT administrator Anda dapat mengelola bagaimana seluruh Chromebook beroperasi di perusahaan Anda pada satu konsol.
Anda (end user) tidak perlu repot untuk memilih, melakukan pengaturan, dan menginstal secara manual satu persatu aplikasi dan setting yang dibutuhkan.
BACA JUGA - Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka
Kejagung menjelaskan pada Februari 2020, Nadiem yang saat itu menjabat sebagai Mendikbudristek melakukan pertemuan dengan pihak Google Indonesia untuk membicarakan program Google for Education yang menggunakan perangkat Chromebook
Chromebook adalah laptop yang menggunakan sistem operasi Chrome OS buatan Google.
Sistem operasi laptop ini didesain oleh Google untuk memudahkan penggunaan, dapat beroperasi dengan cepat, berlapis sistem keamanan, dan dapat digunakan oleh banyak pengguna yang berbeda akun (shareable).
Laptop Chromebook diproduksi oleh brand-brand ternama yang tidak asing di telinga kita seperti Asus, Acer. Dell, HP, Lenovo, Samsung, dan lain-lain.
Sistem operasi pada Chromebook menggunakan Chrome OS. Chrome OS diciptakan oleh Google dan berbasis cloud, dengan Chrome Browser dan Google Workspace sebagai antarmuka aplikasinya.
Aplikasi, data, dan juga perintah seperti mengakses, menyimpan, berbagi, dan memproses data diutamakan dilakukan pada infrastruktur server jarak jauh (cloud) milik Google, yang membutuhkan internet.
Walaupun demikian, Chromebook juga dapat digunakan tanpa internet karena aplikasi yang penting untuk bekerja seperti Gmail, Google Keep, Docs, Sheets, Slides, Calendar, photo editor, media player dapat berjalan secara offline
Selain penggunaan Chrome Browser, di tahun 2016 Google menambahkan fitur Google Play Store sehingga Anda dapat menginstall aplikasi Android ke memori internal dan menjalankannya secara online maupun offline.
Lalu pada tahun 2018 Google menambah fitur yang memungkinkan program linux berjalan di Chrome OS. Mulai tahun 2020 pengguna Chromebook dapat menginstall sistem operasi Windows menggunakan aplikasi berbayar bernama Parallels Desktop yang didukung oleh Google sehingga Anda memiliki beragam pilihan platform dalam bekerja dan mengisi waktu luang.
Kelebihan Chrome OS (Pada Intel Core i5 4 core 8 thread, 8 GB RAM, 64 GB eMMC)
Ketika tulisan ini ditulis, file instalasi sistem operasi untuk recovery OS versi 87 offline hanya 1,3 GB (bandingkan dengan Windows 10 = 5,8 GB). Kecepatan booting hanya 8 detik dan aplikasi berjalan dengan cepat. Puluhan tab Chrome Browser berjalan bersamaan tanpa ada perlambatan yang berarti.
Penggunaan infrastruktur cloud memiliki kelebihan yaitu menjadikan proses berbagi data dari instansi satu dengan lainnya menjadi jauh lebih cepat.
Hal ini karena data berada di server dengan spesifikasi dan bandwidth tinggi milik Google. Server yang cepat ini yang melayani pengiriman data Anda ke penerima.
Dengan algoritma mesin pencari Google, data pada Chromebook Anda maupun pada Google Drive Anda dapat dicari dalam hitungan detik.
Dari segi fitur update (pembaruan), Chrome OS secara berkala akan mengunduh pembaruan dan melakukan instalasi di latar belakang tanpa Anda ketahui. Anda hanya akan mengetahui ketika proses pembaruan selesai dan disarankan untuk merestart Chromebook.
Restart untuk menerapkan pembaruan chromebook hanya membutuhkan 8 detik sama seperti saat booting.
Dibandingkan dengan pembaruan Windows yang dapat memakan waktu hingga seharian hanya untuk pembaruan, ditambah ada kemungkinan gagal update.
Chromebook cocok bagi Anda yang tidak suka menunggu lama untuk dapat bekerja dan merasakan OS versi terbaru.
Jika Anda membeli banyak Chromebook untuk perusahaan, anda dapat membeli Chrome Enterprise Upgrade atau Chrome Education Upgrade yang di dalamnya terdapat fitur device management.
Dengan ini, IT administrator Anda dapat mengelola bagaimana seluruh Chromebook beroperasi di perusahaan Anda pada satu konsol.
Anda (end user) tidak perlu repot untuk memilih, melakukan pengaturan, dan menginstal secara manual satu persatu aplikasi dan setting yang dibutuhkan.
(wbs)
Lihat Juga :