Di Balik Tumbangnya Live Streaming TikTok: Saat Saksi Mata Digital Hilang, Siapa yang Mengendalikan Cerita?

Senin, 01 September 2025 - 22:23 WIB
loading...
A A A
Bagi warga biasa, siaran langsung saat demonstrasi adalah senjata paling ampuh di abad ke-21. Ia berfungsi sebagai "saksi digital" yang menyiarkan kebenaran mentah dari lapangan, tanpa filter atau suntingan dari media arus utama atau bahkan influencer.

Kehadirannya memaksa semua pihak—baik aparat maupun demonstran—untuk bertanggung jawab di bawah pengawasan jutaan pasang mata global secara instan.

Saat "saklar" itu dimatikan, Pratama menyebut bahwa masyarakat kehilangan salah satu kanal akuntabilitas paling penting.

“Teknologi yang seharusnya menjadi alat pemberdayaan, kini berbalik menjadi instrumen kontrol yang bisa menentukan narasi mana yang boleh dan tidak boleh dilihat oleh publik,” bebernya.

Perang Narasi: Tanggung Jawab vs. Sensor

Tindakan ini, menurut Pratama, sontak membelah publik menjadi dua kubu.

1. Kubu Pro-Pembatasan: Mereka melihat ini sebagai langkah yang bertanggung jawab dari TikTok. Dengan mematikan siaran langsung, platform mencegah penyebaran hoaks, provokasi, dan konten kekerasan yang bisa memperkeruh suasana.

2. Kubu Pro-Kebebasan: Bagi mereka, ini adalah sensor murni. Sebuah bentuk "pembungkaman digital" yang melemahkan kebebasan sipil dan melindungi pihak-pihak yang mungkin melakukan pelanggaran di lapangan dari pengawasan publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Dulu Diremehkan, Kreator...
Dulu Diremehkan, Kreator Konten Ayu Selvia Kini Raup Ratusan Juta per Bulan dari Sosmed
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
Rekomendasi
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved