Jerome Polen Bongkar Tawaran Rp150 Juta kepada Buzzer dan KOL untuk Redakan Amarah Rakyat
Minggu, 31 Agustus 2025 - 18:39 WIB
loading...
Tawaran jadi buzzer di media sosial. FOTO/ Daily
A
A
A
JAKARTA - Disaat aksi protes dan penjarahan merebak di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia akibat kebijakan yang tak memihak dengan rakyat.
Muncul kontroversi baru seputar praktik kampanye media sosial yang melibatkan buzzer dan KOL untuk menenangkan rakyat.
Influencer dan matematikawan muda terkenal, Jerome Polin membongkar tawaran kontroversial berupa bayaran fantastis untuk mempromosikan kampanye ‘Damai Indonesia’.
![Jerome Polen Bongkar Tawaran Rp150 Juta kepada Buzzer dan KOL untuk Redakan Amarah Rakyat]()
Tawaran ini dinilai bisa mengaburkan tuntutan substansial dari demonstrasi yang sedang berlangsung.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Jerome menampilkan bukti screenshot percakapan yang diterima agensinya, Mantappucorp.
Chat tersebut menunjukkan detail kampanye mulai dari platform unggah, jadwal serentak, hingga nominal pembayaran sebesar Rp150 juta per konten.
“Halo kak, di sini kami ingin menawarkan paid promote, untuk satu video konten dari kami apakah berminat kak? PP (RTP) ajakan Damai Indonesia, Platform: IG Reels, Hari/Tanggal: 01 September 2025, Serentak Pukul 15.00 WIB, Fee: Rp150 juta. Ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, Brimob, Ojol, dan masyarakat,” tulis salah satu cuplikan pesan yang dibagikan Jerome.
Kemarahan Jerome bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa dana sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya menaikkan gaji guru atau program sosial lainnya.
Dalam unggahan Instagram-nya, Jerome menulis:
“Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. Satu post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang Rp10 juta, sudah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan.”
Jerome juga menduga kuat bahwa dana tersebut bersumber dari uang publik, sehingga menuntut transparansi penggunaan dana pajak.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap kritis terhadap praktik ini.
Selain itu, Jerome menyerukan kepada influencer, artis, dan agensi untuk menolak tawaran serupa.
Ia menekankan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat daripada tergiur iming-iming bayaran tinggi.
Muncul kontroversi baru seputar praktik kampanye media sosial yang melibatkan buzzer dan KOL untuk menenangkan rakyat.
Influencer dan matematikawan muda terkenal, Jerome Polin membongkar tawaran kontroversial berupa bayaran fantastis untuk mempromosikan kampanye ‘Damai Indonesia’.

Tawaran ini dinilai bisa mengaburkan tuntutan substansial dari demonstrasi yang sedang berlangsung.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Jerome menampilkan bukti screenshot percakapan yang diterima agensinya, Mantappucorp.
Chat tersebut menunjukkan detail kampanye mulai dari platform unggah, jadwal serentak, hingga nominal pembayaran sebesar Rp150 juta per konten.
“Halo kak, di sini kami ingin menawarkan paid promote, untuk satu video konten dari kami apakah berminat kak? PP (RTP) ajakan Damai Indonesia, Platform: IG Reels, Hari/Tanggal: 01 September 2025, Serentak Pukul 15.00 WIB, Fee: Rp150 juta. Ajakan untuk damai dari pemerintah, DPR, Brimob, Ojol, dan masyarakat,” tulis salah satu cuplikan pesan yang dibagikan Jerome.
Kemarahan Jerome bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa dana sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya menaikkan gaji guru atau program sosial lainnya.
Dalam unggahan Instagram-nya, Jerome menulis:
“Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. Satu post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang Rp10 juta, sudah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan.”
Jerome juga menduga kuat bahwa dana tersebut bersumber dari uang publik, sehingga menuntut transparansi penggunaan dana pajak.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap kritis terhadap praktik ini.
Selain itu, Jerome menyerukan kepada influencer, artis, dan agensi untuk menolak tawaran serupa.
Ia menekankan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat daripada tergiur iming-iming bayaran tinggi.
(wbs)
Lihat Juga :