Google Umumkan Data Diplomat ASEAN Jadi Sasaran Serangan Hacker China

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 10:41 WIB
loading...
A A A
Peretas memanfaatkan rekayasa sosial (Social Engineering), yaitu teknik manipulasi psikologis dan penipuan, misalnya dengan mengirim email palsu, pesan bohong, atau situs tiruan, serta menyamar sebagai pihak terpercaya.

Cara ini digunakan untuk menipu diplomat agar mengunduh program berbahaya yang disamarkan sebagai pembaruan plugin Adobe. Akibatnya, lebih dari 20 diplomat menjadi korban.

Laporan itu menyebut, peretas menyusup ke jaringan Wi-Fi korban dan menanamkan program berbahaya bernama “SOGU.SEC” di dalam memori perangkat untuk menghindari deteksi, lalu mencuri dokumen rahasia dari laptop target. Saat ini belum diketahui berapa banyak data sensitif yang berhasil dicuri.

Google tidak menyebutkan kewarganegaraan para diplomat yang terdampak, tetapi menegaskan bahwa mereka yakin pelaku bekerja sejalan dengan kepentingan PKT. Target kemungkinan termasuk pejabat pemerintah maupun kontraktor eksternal.

Google juga menjelaskan bahwa label “UNC” digunakan untuk menandai kelompok peretas yang asal-usulnya belum sepenuhnya terkonfirmasi. Meski demikian, kelompok ini diyakini memiliki kaitan dengan tim peretas PKT yang sudah dikenal sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Belum Berniat ke Listrik,...
Belum Berniat ke Listrik, Aston Martin Berjuang Mempertahankan Mesin V12
Rekomendasi
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved