Perang Dingin Berakhir, Meta Menyerah dan Bayar Google Rp156 Triliun Demi AI
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Kebutuhan ini begitu masif sehingga pusat data milik Meta sendiri tidak lagi cukup. Mereka terpaksa harus "menyewa" kekuatan dari pihak lain, bahkan jika itu berarti harus mengetuk pintu musuh lamanya.
Biaya yang harus dikeluarkan pun tak main-main. Untuk tahun 2025 saja, Meta memproyeksikan total pengeluarannya bisa menembus USD118 miliar USD atau sekitar Rp1.840 Triliun, sebagian besar untuk membangun infrastruktur dan merekrut talenta AI.
Angka Rp156 Triliun yang diberikan ke Google hanyalah sebagian kecil dari 'biaya perang' yang harus mereka tanggung.
Pendapatan Google Cloud yang tumbuh 32% pada kuartal terakhir menunjukkan betapa panasnya bisnis "penyewaan" kekuatan komputasi ini.
Biaya yang harus dikeluarkan pun tak main-main. Untuk tahun 2025 saja, Meta memproyeksikan total pengeluarannya bisa menembus USD118 miliar USD atau sekitar Rp1.840 Triliun, sebagian besar untuk membangun infrastruktur dan merekrut talenta AI.
Angka Rp156 Triliun yang diberikan ke Google hanyalah sebagian kecil dari 'biaya perang' yang harus mereka tanggung.
Kemenangan Google dan Konsolidasi Kekuatan
Bagi Google, ini adalah kemenangan besar. Kesepakatan raksasa ini menjadi bukti bahwa divisi Google Cloud mereka kini menjadi pemain serius yang mampu menantang dominasi Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.Pendapatan Google Cloud yang tumbuh 32% pada kuartal terakhir menunjukkan betapa panasnya bisnis "penyewaan" kekuatan komputasi ini.
Lihat Juga :