Temuan Fosil Kaki di Afrika Menulis Ulang Kisah Asal-usul Dinosaurus
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 13:51 WIB
loading...
Dinosaurus Berdarah Panas. FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
JAKARTA - Tulang kaki berusia 225 juta tahun, yang termasuk dalam kelompok reptil yang kurang dikenal yang disebut silesaurs, menantang kepercayaan lama tentang ukuran dinosaurus pertama — atau nenek moyang terdekat mereka.
-
Temuan terobosan ini mengisyaratkan bahwa dinosaurus purba mungkin jauh lebih besar daripada yang dibayangkan sebelumnya, membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang kehidupan prasejarah .
Pada tahun 1963, fosil tulang paha ditemukan di wilayah Zambia masa kini oleh ilmuwan Inggris yang berfokus pada reptil mirip mamalia.
Pada saat itu, penemuan ini tidak banyak mendapat perhatian dan pada dasarnya terlupakan selama beberapa dekade. Baru kemudian, pada tahun 2010-an, tulang tersebut diperiksa ulang dan diidentifikasi sebagai milik salah satu silesauria paling awal, yang mengungkap kehidupan prasejarah.
Silesaur adalah kelompok kerabat reptil yang menyerupai dinosaurus, menjelajahi Bumi antara 240 dan 200 juta tahun yang lalu tetapi baru diidentifikasi sebagai kelompok terpisah pada tahun 2010.
Masih ada perdebatan mengenai apakah silesauria harus diklasifikasikan sebagai dinosaurus sejati, tetapi penemuan terbaru ini dapat mengubah pemahaman kita tentang bagaimana dinosaurus berevolusi. Jack Lovegrove, seorang mahasiswa PhD dan penulis utama studi ini, berpendapat bahwa ukuran tulang paha ini menantang keyakinan lama bahwa dinosaurus paling awal berukuran kecil.
Alih-alih berawal dari ukuran kecil, ada kemungkinan bahwa beberapa dinosaurus awal dan kerabat dekatnya justru menjadi lebih kecil seiring berjalannya waktu.
Jika fosil besar lebih lanjut ditemukan, hal itu mungkin menunjukkan bahwa dinosaurus awal memulai kehidupan dalam skala yang jauh lebih besar, dengan kelompok tertentu menyusut saat mereka berevolusi.
Setelah menghabiskan lebih dari 50 tahun tersimpan di Museum Sejarah Alam di London, tulang sederhana ini akhirnya mengungkapkan makna sebenarnya, membentuk kembali apa yang kita ketahui tentang awal mula dinosaurus.
Ini membuktikan bahwa pemahaman kita tentang makhluk-makhluk luar biasa ini, dan garis waktu dinosaurus, masih terus berubah. Faktanya, hal ini muncul setelah penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa spesies dinosaurus mungkin telah mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan suhu tubuh mereka sendiri.
Hal ini dapat mengubah pemahaman kita tentang garis waktu hewan sepanjang sejarah planet kita, dan dinosaurus ini berpotensi menjadi reptil darat berdarah panas pertama yang pernah ada.
-
Temuan terobosan ini mengisyaratkan bahwa dinosaurus purba mungkin jauh lebih besar daripada yang dibayangkan sebelumnya, membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang kehidupan prasejarah .
Pada tahun 1963, fosil tulang paha ditemukan di wilayah Zambia masa kini oleh ilmuwan Inggris yang berfokus pada reptil mirip mamalia.
Pada saat itu, penemuan ini tidak banyak mendapat perhatian dan pada dasarnya terlupakan selama beberapa dekade. Baru kemudian, pada tahun 2010-an, tulang tersebut diperiksa ulang dan diidentifikasi sebagai milik salah satu silesauria paling awal, yang mengungkap kehidupan prasejarah.
Silesaur adalah kelompok kerabat reptil yang menyerupai dinosaurus, menjelajahi Bumi antara 240 dan 200 juta tahun yang lalu tetapi baru diidentifikasi sebagai kelompok terpisah pada tahun 2010.
Masih ada perdebatan mengenai apakah silesauria harus diklasifikasikan sebagai dinosaurus sejati, tetapi penemuan terbaru ini dapat mengubah pemahaman kita tentang bagaimana dinosaurus berevolusi. Jack Lovegrove, seorang mahasiswa PhD dan penulis utama studi ini, berpendapat bahwa ukuran tulang paha ini menantang keyakinan lama bahwa dinosaurus paling awal berukuran kecil.
Alih-alih berawal dari ukuran kecil, ada kemungkinan bahwa beberapa dinosaurus awal dan kerabat dekatnya justru menjadi lebih kecil seiring berjalannya waktu.
Jika fosil besar lebih lanjut ditemukan, hal itu mungkin menunjukkan bahwa dinosaurus awal memulai kehidupan dalam skala yang jauh lebih besar, dengan kelompok tertentu menyusut saat mereka berevolusi.
Setelah menghabiskan lebih dari 50 tahun tersimpan di Museum Sejarah Alam di London, tulang sederhana ini akhirnya mengungkapkan makna sebenarnya, membentuk kembali apa yang kita ketahui tentang awal mula dinosaurus.
Ini membuktikan bahwa pemahaman kita tentang makhluk-makhluk luar biasa ini, dan garis waktu dinosaurus, masih terus berubah. Faktanya, hal ini muncul setelah penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa spesies dinosaurus mungkin telah mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan suhu tubuh mereka sendiri.
Hal ini dapat mengubah pemahaman kita tentang garis waktu hewan sepanjang sejarah planet kita, dan dinosaurus ini berpotensi menjadi reptil darat berdarah panas pertama yang pernah ada.
(wbs)
Lihat Juga :