Tak Mampu Deteksi Gempa Bumi, Google Kembali Ubah Algoritma

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:47 WIB
loading...
Tak Mampu Deteksi Gempa...
Google Kembali Ubah Algoritma terkait gempa besar di Turki. FOTO/ CNET
A A A
JAKARTA - Pada Februari 2023, gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter melanda Turki, menewaskan 53.537 orang dan melukai lebih dari 107.009 orang.

BACA JUGA - Google Akui Gagal Total Deteksi Gempa Dahsyat 7,8 SR di Turki

Sistem Peringatan Gempa Bumi Android (AEA) gagal memberikan peringatan serius kepada sebagian besar penduduk terdampak karena algoritmanya salah memperkirakan magnitudo gempa bumi hanya 4,9 skala Richter.

Menyusul kegagalan tersebut, Google telah menyempurnakan algoritma AEA untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas peringatan di masa mendatang.

Sistem Peringatan Gempa Bumi Android (AEA) yang dikembangkan oleh Google ditemukan gagal memberikan peringatan "Ambil Tindakan" yang serius kepada lebih dari 4 juta orang yang tinggal di wilayah terdampak.

Menurut laporan BBC, sistem AEA hanya memberikan peringatan tertinggi ini pada perangkat Android di beberapa perangkat pengguna Android dan juga hanya memberikan peringatan "Waspada" yang kurang serius.
Peringatan "Ambil Tindakan" akan membunyikan alarm yang keras dan dapat menggantikan pengaturan "Jangan Ganggu" pada perangkat Android.

Dalam sebuah makalah penelitian yang diterbitkan oleh Google di jurnal Science, mereka menemukan bahwa algoritma AEA hanya memprediksi gempa bumi hingga 4,9 skala Richter.

Karena kegagalan AEA di dunia nyata, Google telah mengubah algoritma yang digunakan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

AEA diperkenalkan pada tahun 2020 dengan membuat sensor pendeteksi gempa bumi pada miliaran perangkat Android di seluruh dunia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved