Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:54 WIB
loading...
Bromo Bersalju: Selimut...
Fenomena salju di kawasan Gunung Bromo. Ini adalah sinyal bahwa puncak musim kemarau akan segera tiba. Foto: Sindonews/Avirista Midaada
A A A
BROMO TENGGER SEMERU - Fenomena alam memesona kembali menyapa kawasan Gunung Bromo. Lautan pasir yang biasanya menghampar kelabu, kini terselimuti permadani tipis berwarna putih berkilauan, seolah-olah salju turun di tanah tropis.

Pemandangan langka ini terjadi setelah suhu udara di kawasan taman nasional anjlok hingga menyentuh titik beku, 0 derajat Celsius.

Di dataran yang lebih rendah di kawasan Malang Raya pun, hawa dingin terasa menusuk tulang, dengan suhu malam hari berkisar antara 15-17 derajat Celsius. Fenomena yang oleh masyarakat lokal disebut embun upas atau embun beku ini sontak menjadi daya tarik magis, mengundang decak kagum sekaligus pertanyaan: pertanda apakah ini?

Alih-alih sebuah anomali yang mengkhawatirkan, para ahli cuaca justru membawa kabar baik. Fenomena ini adalah sebuah siklus alam yang normal dan menjadi pertanda indah akan datangnya puncak musim kemarau.

'Dalang' di Balik Keajaiban Kristal Es
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?

Menurut Prakirawan dari BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Andang Kurniawan, ada dua 'dalang' utama di balik munculnya 'salju' di Bromo.

"Pertama, ini dipengaruhi oleh udara dingin dari Australia yang sampai ke Indonesia," jelas Andang, pada Jumat (25/7/2025). Saat ini, Benua Australia sedang mengalami puncak musim dingin. Angin yang bertiup dari sana membawa hawa kering dan dingin melintasi lautan hingga tiba di Indonesia.

'Dalang' kedua adalah langit malam yang cerah tanpa awan. "Tidak adanya awan menyebabkan energi panas di permukaan bumi terlepas ke angkasa pada malam hari. Kondisi ini menyebabkan pada dini hari, udara menjadi lebih dingin," lanjut Andang.

Tanpa 'selimut' awan, bumi melepaskan panasnya dengan cepat, membuat permukaan, terutama di dataran tinggi seperti Bromo, menjadi sangat dingin hingga mampu membekukan embun.

Tanda Alam yang Indah, Bukan Bencana
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?

Andang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas. Munculnya embun upas justru merupakan penanda alam yang bisa dibaca. Ini adalah sinyal bahwa puncak musim kemarau akan segera tiba.

"Setelah itu, musim kemarau akan berakhir dan berganti dengan musim penghujan," ungkapnya. Fenomena ini, dengan kata lain, adalah sebuah klimaks indah sebelum alam memulai siklus barunya menuju musim yang lebih basah dan sejuk.

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca dingin ini. Pola makan yang baik, istirahat cukup, dan pakaian hangat menjadi kunci untuk tetap bugar.

"Sebisa mungkin masyarakat juga harus mengenakan pakaian hangat yang cukup jika suhu sedang dingin. Agar kondisi tubuh tetap terjaga dengan baik," tandasnya.

Bagi para pemburu keindahan, fenomena "salju" Bromo ini adalah undangan langka dari alam. Sebuah kesempatan untuk menyaksikan pemandangan magis yang menakjubkan, sekaligus menjadi pengingat akan ritme agung alam semesta yang terus berputardalamharmoni.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dua Wajah Embun Upas...
Dua Wajah Embun Upas Bromo: Anugerah Bagi Pariwisata, Tantangan bagi Petani Tangguh Tengger
Salju di Bromo: Keajaiban...
Salju di Bromo: Keajaiban atau Tipuan Kristal Es? Sains di Balik Fenomena Beku yang Viral
Gunung Bromo Buka Lagi...
Gunung Bromo Buka Lagi 21 Maret 2026, Wisatawan Wajib Catat Jadwal Penutupan
Wisata Gunung Bromo...
Wisata Gunung Bromo Tutup Saat Nyepi dan Hari H Lebaran
Identitas 8 Korban Tewas...
Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Bromo, Ada Anak 7 Tahun
Rekomendasi
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved