Perang di Ruang Keluarga Semakin Sengit, Telkomsel Hadirkan Gudang Film Hollywood Studio Universal ke IndiHome TV
Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:53 WIB
loading...
Telkomsel berupaya terus menambah konten-konten baru ke IndiHome TV. Foto: Telkomsel
A
A
A
JAKARTA - Medan pertempuran paling sengit saat ini mungkin bukan terjadi di lapangan, melainkan di ruang keluarga Anda. Di sana, raksasa streaming seperti Netflix dan Disney+ terus berebut perhatian dengan layanan televisi berbayar tradisional.
Di tengah perang perebutan pelanggan ini, Telkomsel baru saja mengerahkan "pasukan" barunya.
Mulai hari ini, Jumat (18/7/2025), Telkomsel secara resmi meluncurkan channel Studio Universal di platform IndiHome TV.
Ini bukan sekadar penambahan satu channel biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memboyong "gudang" film blockbuster Hollywood langsung ke hadapan 3,2 juta pelanggan setianya di seluruh Indonesia. Sebuah upaya untuk membentengi kerajaannya dari gempuran layanan streaming yang semakin merajalela.
Amunisi Baru Bernama 'Fast and Furious' dan 'Jurassic World'
Melalui channel nomor 600 dan pilihan video-on-demand, Studio Universal datang dengan amunisi kelas berat. Para pelanggan kini bisa menikmati film-film yang sudah pasti dikenal luas, seperti:
Aksi kebut-kebutan dalam waralaba Fast and Furious.
Petualangan menegangkan di dunia dinosaurus dalam Jurassic World.
Ketegangan spionase dalam seri film Bourne.
Tidak hanya itu, untuk memanjakan penonton dari berbagai generasi, "gudang" ini juga diisi dengan film-film klasik ikonik seperti The Mummy, Notting Hill, JAWS, hingga film fiksi ilmiah legendaris E.T. the Extra-Terrestrial. Deretan film animasi populer seperti Shrek dan Trolls juga siap menghibur keluarga.
"Hadirnya Studio Universal di IndiHome TV semakin melengkapi pilihan tayangan kelas dunia untuk para pelanggan, terutama bagi penggemar film blockbuster," ujar Vice President Home Broadband and FMC Consumer Marketing Telkomsel, Hardika Nugroho. "Kami percaya pelanggan akan memiliki akses lebih luas ke konten hiburan berkualitas tinggi."
Pernyataan ini adalah penegasan dari Telkomsel bahwa mereka tidak akan tinggal diam dalam pertarungan memperebutkan waktu luang konsumen Indonesia.
Memang, IndiHome TV memiliki basis pelanggan yang raksasa, yaitu 3,2 juta rumah, dan menawarkan lebih dari 140 channel. Ini adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Namun, kebiasaan menonton telah berubah drastis. Penonton modern menginginkan kendali penuh atas apa yang mereka tonton.
Penambahan menu video-on-demand dari Studio Universal adalah jawaban Telkomsel atas tantangan ini. Namun, apakah koleksinya akan seluas dan sebebas platform streaming murni? Ini akan menjadi pertaruhan besar bagi IndiHome TV.
Pada akhirnya, peluncuran Studio Universal adalah sebuah manuver pertahanan yang kuat dari Telkomsel. Ini adalah cara mereka untuk mengatakan kepada pelanggannya, "Tidak perlu lari ke lain hati, kami juga punya film-film Hollywood terbaik."
Namun, perang sesungguhnya adalah tentang kebiasaan dan kenyamanan. Mampukah sebuah layanan TV berbayar, sekalipun canggih, memenangkan hati generasi yang tumbuh dewasa dengan kebebasan absolut dari duniastreaming?
Di tengah perang perebutan pelanggan ini, Telkomsel baru saja mengerahkan "pasukan" barunya.
Mulai hari ini, Jumat (18/7/2025), Telkomsel secara resmi meluncurkan channel Studio Universal di platform IndiHome TV.
Ini bukan sekadar penambahan satu channel biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memboyong "gudang" film blockbuster Hollywood langsung ke hadapan 3,2 juta pelanggan setianya di seluruh Indonesia. Sebuah upaya untuk membentengi kerajaannya dari gempuran layanan streaming yang semakin merajalela.
Amunisi Baru Bernama 'Fast and Furious' dan 'Jurassic World'
![Perang di Ruang Keluarga Semakin Sengit, Telkomsel Hadirkan Gudang Film Hollywood Studio Universal ke IndiHome TV]()
Melalui channel nomor 600 dan pilihan video-on-demand, Studio Universal datang dengan amunisi kelas berat. Para pelanggan kini bisa menikmati film-film yang sudah pasti dikenal luas, seperti:
Aksi kebut-kebutan dalam waralaba Fast and Furious.
Petualangan menegangkan di dunia dinosaurus dalam Jurassic World.
Ketegangan spionase dalam seri film Bourne.
Tidak hanya itu, untuk memanjakan penonton dari berbagai generasi, "gudang" ini juga diisi dengan film-film klasik ikonik seperti The Mummy, Notting Hill, JAWS, hingga film fiksi ilmiah legendaris E.T. the Extra-Terrestrial. Deretan film animasi populer seperti Shrek dan Trolls juga siap menghibur keluarga.
"Hadirnya Studio Universal di IndiHome TV semakin melengkapi pilihan tayangan kelas dunia untuk para pelanggan, terutama bagi penggemar film blockbuster," ujar Vice President Home Broadband and FMC Consumer Marketing Telkomsel, Hardika Nugroho. "Kami percaya pelanggan akan memiliki akses lebih luas ke konten hiburan berkualitas tinggi."
Pernyataan ini adalah penegasan dari Telkomsel bahwa mereka tidak akan tinggal diam dalam pertarungan memperebutkan waktu luang konsumen Indonesia.
Pertaruhan di Era Gempuran Streaming
Langkah Telkomsel ini patut diapresiasi, namun juga memunculkan sebuah pertanyaan kritis. Di tahun 2025, di saat penonton sudah sangat terbiasa dengan kebebasan yang ditawarkan Netflix—di mana mereka bisa menonton apapun, kapanpun, tanpa jadwal—apakah penambahan sebuah channel TV linear (berjadwal) masih cukup relevan?Memang, IndiHome TV memiliki basis pelanggan yang raksasa, yaitu 3,2 juta rumah, dan menawarkan lebih dari 140 channel. Ini adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Namun, kebiasaan menonton telah berubah drastis. Penonton modern menginginkan kendali penuh atas apa yang mereka tonton.
Penambahan menu video-on-demand dari Studio Universal adalah jawaban Telkomsel atas tantangan ini. Namun, apakah koleksinya akan seluas dan sebebas platform streaming murni? Ini akan menjadi pertaruhan besar bagi IndiHome TV.
Pada akhirnya, peluncuran Studio Universal adalah sebuah manuver pertahanan yang kuat dari Telkomsel. Ini adalah cara mereka untuk mengatakan kepada pelanggannya, "Tidak perlu lari ke lain hati, kami juga punya film-film Hollywood terbaik."
Namun, perang sesungguhnya adalah tentang kebiasaan dan kenyamanan. Mampukah sebuah layanan TV berbayar, sekalipun canggih, memenangkan hati generasi yang tumbuh dewasa dengan kebebasan absolut dari duniastreaming?
(dan)
Lihat Juga :