Otak Digital Dunia Lumpuh: ChatGPT Tumbang Lagi, Jutaan Pengguna Terdampar

Rabu, 16 Juli 2025 - 10:46 WIB
loading...
Otak Digital Dunia Lumpuh:...
ChatGPT tumbang tanpa sebab yang jelas, membuat jutaan penggguna kebingungan. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Rabu pagi, 16 Juli 2025, terjadi "kiamat kecil" di dunia digital. Jutaan pelajar, pekerja, dan kreator di seluruh dunia yang memulai harinya dengan membuka "otak" andalan mereka, ChatGPT, terdiam dalam kebingungan. Layanan kecerdasan buatan (AI) yang telah menjadi tulang punggung produktivitas modern itu tumbang.

Ini bukan sekadar gangguan kecil. Tapi kelumpuhan global kedua dalam sebulan terakhir yang melanda seluruh ekosistem OpenAI, termasuk generator video Sora dan akses API yang menjadi nyawa bagi ribuan aplikasi lain.

Insiden ini kembali menyalakan alarm bahaya tentang seberapa rapuh ketergantungan kita pada satu raksasa teknologi.

Kepanikan Lintas Benua

Kepanikan dimulai sekitar pukul 06:15 WIB. Situs pemantau Downdetector menunjukkan lonjakan keluhan yang meroket tajam dari berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Utara, Eropa, hingga Asia. Data awal melukiskan skala kekacauan yang terjadi:

88 persen pengguna melaporkan tidak bisa mengakses ChatGPT sama sekali. Mereka terjebak di layar login atau hanya menatap jendela obrolan yang kosong.

Sisanya, yang sebagian besar adalah developer dan kreator, menghadapi mimpi buruk teknis: respons API yang gagal, proses pembuatan video di Sora yang tertunda tanpa henti, dan sesi kerja menggunakan Codex (AI untuk pemrograman) yang terputus di tengah jalan.

"Proyek video klien saya yang menggunakan Sora mandek total. Ini bukan lagi sekadar gangguan, ini kerugian finansial," timpal seorang kreator konten di platform X.

Respons Standar di Tengah Badai

Di tengah badai keluhan, OpenAI, sang raksasa di baliknya, memberikan respons standar melalui halaman status resminya. Mereka mengakui adanya "penurunan performa" dan "tingkat kesalahan yang meningkat" di seluruh layanan.

"Kami telah mengidentifikasi masalahnya dan sedang mengusahakan mitigasi," tulis OpenAI. Sebuah pernyataan korporat yang menenangkan namun tidak memberikan jawaban atas pertanyaan terbesar: apa penyebabnya dan kapan akan pulih? Spekulasi pun merebak, mulai dari server yang kelebihan beban hingga adanya bug perangkat lunak yang fatal.

Hingga kini, OpenAI belum memberikan penjelasan rinci, dan hanya menyarankan pengguna untuk:

Menghindari upaya login berulang kali.

Memantau halaman status resmi untuk pembaruan.

Menyimpan semua pekerjaan penting secara lokal untuk mencegah kehilangan data.

Luka Lama yang Kembali Terbuka

Insiden ini membuka luka lama yang lebih dalam. Dengan terjadinya kelumpuhan besar kedua kalinya dalam sebulan, pertanyaan kritis kini tertuju pada kemampuan OpenAI sendiri.

Apakah infrastruktur mereka, yang kini menjadi tumpuan ekonomi kreatif dan teknologi global, mulai retak di bawah tekanan permintaan yang masif? Seberapa besar risiko yang kita hadapi dengan menggantungkan begitu banyak produktivitas pada satu perusahaan?

Kelumpuhan hari ini adalah pengingat keras. Di balik keajaiban AI yang mempermudah hidup, ada infrastruktur kompleks yang ternyata bisasangatrapuh.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Ponsel ChatGPT Akan...
Ponsel ChatGPT Akan Segera Diluncurkan, Ini Bocorannya
Bos OpenAI Akui ChatGPT...
Bos OpenAI Akui ChatGPT Digunakan untuk Merencanakan Penembakan Massal
Ubah AI Jadi Aplikasi...
Ubah AI Jadi Aplikasi Super, OpenAI Luncurkan GPT-5.5
Pengguna ChatGPT Kena...
Pengguna ChatGPT Kena PPN 11%, Begini Penjelasan Ditjen Pajak
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital Terkumpul Rp44,55 Triliun, OpenAI Resmi Jadi Pemungut PPN
Gawat, Lebih dari 1...
Gawat, Lebih dari 1 Juta Orang Bahas Keinginan Bunuh Diri dengan ChatGPT Setiap Pekan
Rekomendasi
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved