Salju di Bromo: Keajaiban atau Tipuan Kristal Es? Sains di Balik Fenomena Beku yang Viral

Sabtu, 12 Juli 2025 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Daya tarik inilah yang mendorong angka kunjungan meroket. Berdasarkan catatan Balai Besar TNBTS, sepanjang tahun 2024 saja, kawasan ini telah menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21,15 miliar dari total 485.696 wisatawan. Angka fantastis yang sebagian didorong oleh pesona embun beku ini.

Bukan Sihir, Ini Fisika Sederhana

Jadi, bagaimana "salju" bisa terbentuk di negara khatulistiwa? Jawabannya terletak pada kombinasi tiga faktor kunci saat puncak musim kemarau: langit cerah, kelembapan rendah, dan ketinggian.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa fenomena ini adalah siklus tahunan. "Fenomena embun upas ini sebenarnya biasa terjadi di kawasan pegunungan ketika memasuki musim kemarau," katanya.

Saat itu, suhu udara di kawasan Bromo bisa anjlok hingga 5 derajat Celcius atau bahkan lebih rendah.

Secara ilmiah, prosesnya terjadi seperti ini:


1. Radiasi Panas Ekstrem: Saat musim kemarau, langit malam di Bromo nyaris tanpa awan. Awan berfungsi seperti selimut yang menahan panas bumi. Tanpa "selimut" ini, permukaan tanah dan pasir melepaskan panasnya secara drastis ke atmosfer.

2. Titik Beku Tercapai: Akibat pelepasan panas yang cepat, suhu di permukaan tanah bisa turun drastis hingga di bawah titik beku (0° Celcius), meskipun suhu udara di atasnya mungkin masih beberapa derajat lebih hangat.

3. Sublimasi Uap Air: Udara di sekitar kita selalu mengandung uap air. Ketika uap air ini bersentuhan dengan permukaan tanah, pasir, atau dedaunan yang suhunya sudah di bawah nol, ia tidak berubah menjadi air terlebih dahulu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dua Wajah Embun Upas...
Dua Wajah Embun Upas Bromo: Anugerah Bagi Pariwisata, Tantangan bagi Petani Tangguh Tengger
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Gunung Bromo Buka Lagi...
Gunung Bromo Buka Lagi 21 Maret 2026, Wisatawan Wajib Catat Jadwal Penutupan
Wisata Gunung Bromo...
Wisata Gunung Bromo Tutup Saat Nyepi dan Hari H Lebaran
Identitas 8 Korban Tewas...
Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Bromo, Ada Anak 7 Tahun
Rekomendasi
Memperingati HUT Jakarta...
Memperingati HUT Jakarta ke-499, Cerita Pemuda Betawi Jaga Jiwa Jakarta dan Lestarikan Budaya lewat Betawi Online Gallery di Shopee
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup F: Swedia Temani Belanda dan Jepang Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved