TikTok Siap Luncurkan Aplikasi Baru Khusus Warga AS

Senin, 07 Juli 2025 - 15:49 WIB
loading...
TikTok Siap Luncurkan...
TikTok Siap Luncurkan Aplikasi Baru . FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Persoalan penjualan bisnis TikTok di Amerika Serikat belum juga tuntas, dengan tanggal penjualan yang telah diperpanjang tiga kali oleh Presiden Donald Trump.

BACA JUGA - Soal Mobil Listrik, China Gagal Luluhkan Eropa

Perintah eksekutif baru Trump akan berakhir pada 17 September. TikTok akan meluncurkan aplikasi baru khusus untuk pengguna AS pada 5 September, menurut The Information.

Lebih dari 170 juta pengguna TikTok di Amerika Serikat akan diminta untuk pindah ke aplikasi baru yang dikembangkan menggunakan nama kode M2. Aplikasi yang sudah ada masih dapat digunakan hingga 26 Maret 2026.

Hingga saat ini, siapa yang akan menjadi pemilik baru TikTok di Amerika Serikat masih menjadi misteri, dengan Trump hanya mengatakan mereka adalah "orang kaya" dan hanya menunggu izin dari China.

Penjualan TikTok awalnya ditentang oleh China karena dianggap sebagai penjualan teknologi lokal.

Algoritma yang dikembangkan oleh Bytedance untuk TikTok tidak dapat dijual tanpa izin pemerintah.

Pengembang aplikasi baru ini mungkin menjadi indikator paling awal bahwa aplikasi baru tersebut akan menggunakan algoritma yang berbeda.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Rekomendasi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved