Anjing Robot Polri: Prajurit Canggih atau Pemborosan Anggaran di Tengah Sorotan Publik?
Sabtu, 05 Juli 2025 - 15:31 WIB
loading...
Robot anjing Unitree Go2 yang digunakan Polri ternyata memiliki berbagai fitur canggih. Foto: Unitree
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kemeriahan perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional pada 1 Juli lalu, ada sesosok "prajurit" baru yang berhasil mencuri perhatian sekaligus memicu perdebatan sengit.
Bukan perwira gagah, melainkan seekor anjing robot canggih yang berjalan tangkas di antara barisan. Kehadirannya sontak menjadi viral, membelah opini publik antara decak kagum akan kemajuan teknologi dan kritik tajam atas tuduhan pemborosan anggaran.
Lantas, makhluk apakah sebenarnya robot Unitree Go2 yang kini menjadi bagian dari aset Polri ini? Apakah ia benar-benar sebuah alat penegakan hukum masa depan yang sepadan dengan harganya, atau sekadar "mainan mahal" yang tak lebih dari ajang pamer?
Perdebatan Panas: Antara 'Alibaba' dan Realita Harga
Kritik publik sebagian besar terpusat pada harga. Banyak warganet yang membandingkannya dengan robot serupa yang dijual murah di platform e-commerce seperti Alibaba. Namun, Dhanisakka Vardhana, Presiden Direktur PT Ezra Robotics Teknologi selaku penyedia, dengan tegas menepis anggapan tersebut.
“Walaupun penampakan luarnya hampir sama, namun untuk perangkat ‘otak’-nya jelas beda, belum AI ready atau belum terpasang chipset NVIDIA-nya,” tutur Dhanisakka.
Versi yang digunakan oleh Polri adalah Unitree Go2 Pro Edu, platform yang dirancang khusus untuk pengembangan dan integrasi kecerdasan buatan, bukan versi standar yang dijual bebas di marketplace seperti Alibaba.
Mari kita bedah angkanya. Di situs resminya, harga Unitree Go2 standar termurah tanpa remote dipatok mulai USD1.600 (sekitar Rp25,6 juta) hingga versi termahal USD3.050 (Rp48,8 juta) untuk varian Pro. Namun, ini adalah harga "kosongan".
Versi Edu yang siap ditanami AI dan sensor-sensor canggih lainnya bisa dipastikan memiliki harga yang jauh lebih tinggi.
Membedah 'Monster' Cerdas: Lebih dari Sekadar Anjing Besi
Untuk memahami nilainya, kita harus melihat apa yang ada di balik cangkangnya. Apa saja fitur Unitree Go2?
1. 'Mata' Laser 4D Super Sensitif: Ini adalah jantung dari kecerdasannya. Go2 dibekali 4D Ultra-wide LiDAR L1 yang mampu memindai lingkungan 360 derajat. Dengan kemampuan mendeteksi objek dari jarak sedekat 5 cm, ia bisa menavigasi medan paling rumit sekalipun, dari reruntuhan bangunan hingga lorong sempit.
2. Otak Cerdas & Gerakan Akrobatik: Diberdayakan oleh AI, Go2 tidak hanya berjalan. Ia bisa melompat, berguling, berjabat tangan, bahkan berjalan terbalik. Ini adalah kemampuan adaptasi yang krusial di medan yang tak terduga.
3. Stamina dan Kekuatan: Dengan baterai standar 8.000 mAh (dengan opsi upgrade hingga 15.000 mAh), ia dirancang untuk misi pengintaian atau patroli jangka panjang.
4. Sistem Pelacakan Cerdas (ISS 2.0): Fitur ini memungkinkan Go2 untuk mengikuti operatornya secara otomatis dari jarak hingga 30 meter, sebuah kemampuan vital dalam operasi taktis.
1. Pengintai Senyap di Zona Berbahaya: Dalam situasi penyergapan teroris atau pembebasan sandera, Go2 bisa menjadi mata dan telinga pertama yang masuk ke area berbahaya, mengirimkan data visual secara real-time tanpa harus mempertaruhkan nyawa seorang petugas.
2. Pendeteksi Ancaman Kimia dan Bom: Berkat desainnya yang modular, Go2 bisa dilengkapi dengan berbagai sensor. Bayangkan ia dikirim untuk mendeteksi kebocoran gas beracun atau mendekati paket yang dicurigai sebagai bom, sebuah tugas yang terlalu berisiko bagi manusia.
3. Patroli di Medan Mustahil: Dari perbatasan terpencil yang sulit dijangkau kendaraan hingga lokasi bencana alam yang hancur, kemampuan segala medannya menjadikan Go2 sebagai unit patroli yang tak kenal lelah.
Pada akhirnya, nilai sesungguhnya dari Unitree Go2 ini tidak akan bisa dihakimi dari penampilannya di atas panggung Monas. Pembuktiannya akan terjadi di medan tugas yang sunyi dan penuh risiko. Apakah investasi ratusan atau bahkan miliaran rupiah iniakanterbayar?
Bukan perwira gagah, melainkan seekor anjing robot canggih yang berjalan tangkas di antara barisan. Kehadirannya sontak menjadi viral, membelah opini publik antara decak kagum akan kemajuan teknologi dan kritik tajam atas tuduhan pemborosan anggaran.
Lantas, makhluk apakah sebenarnya robot Unitree Go2 yang kini menjadi bagian dari aset Polri ini? Apakah ia benar-benar sebuah alat penegakan hukum masa depan yang sepadan dengan harganya, atau sekadar "mainan mahal" yang tak lebih dari ajang pamer?
Perdebatan Panas: Antara 'Alibaba' dan Realita Harga
![Anjing Robot Polri: Prajurit Canggih atau Pemborosan Anggaran di Tengah Sorotan Publik?]()
Kritik publik sebagian besar terpusat pada harga. Banyak warganet yang membandingkannya dengan robot serupa yang dijual murah di platform e-commerce seperti Alibaba. Namun, Dhanisakka Vardhana, Presiden Direktur PT Ezra Robotics Teknologi selaku penyedia, dengan tegas menepis anggapan tersebut.
“Walaupun penampakan luarnya hampir sama, namun untuk perangkat ‘otak’-nya jelas beda, belum AI ready atau belum terpasang chipset NVIDIA-nya,” tutur Dhanisakka.
Versi yang digunakan oleh Polri adalah Unitree Go2 Pro Edu, platform yang dirancang khusus untuk pengembangan dan integrasi kecerdasan buatan, bukan versi standar yang dijual bebas di marketplace seperti Alibaba.
Mari kita bedah angkanya. Di situs resminya, harga Unitree Go2 standar termurah tanpa remote dipatok mulai USD1.600 (sekitar Rp25,6 juta) hingga versi termahal USD3.050 (Rp48,8 juta) untuk varian Pro. Namun, ini adalah harga "kosongan".
Versi Edu yang siap ditanami AI dan sensor-sensor canggih lainnya bisa dipastikan memiliki harga yang jauh lebih tinggi.
Membedah 'Monster' Cerdas: Lebih dari Sekadar Anjing Besi
![Anjing Robot Polri: Prajurit Canggih atau Pemborosan Anggaran di Tengah Sorotan Publik?]()
Untuk memahami nilainya, kita harus melihat apa yang ada di balik cangkangnya. Apa saja fitur Unitree Go2? 
1. 'Mata' Laser 4D Super Sensitif: Ini adalah jantung dari kecerdasannya. Go2 dibekali 4D Ultra-wide LiDAR L1 yang mampu memindai lingkungan 360 derajat. Dengan kemampuan mendeteksi objek dari jarak sedekat 5 cm, ia bisa menavigasi medan paling rumit sekalipun, dari reruntuhan bangunan hingga lorong sempit.
2. Otak Cerdas & Gerakan Akrobatik: Diberdayakan oleh AI, Go2 tidak hanya berjalan. Ia bisa melompat, berguling, berjabat tangan, bahkan berjalan terbalik. Ini adalah kemampuan adaptasi yang krusial di medan yang tak terduga.
3. Stamina dan Kekuatan: Dengan baterai standar 8.000 mAh (dengan opsi upgrade hingga 15.000 mAh), ia dirancang untuk misi pengintaian atau patroli jangka panjang.
4. Sistem Pelacakan Cerdas (ISS 2.0): Fitur ini memungkinkan Go2 untuk mengikuti operatornya secara otomatis dari jarak hingga 30 meter, sebuah kemampuan vital dalam operasi taktis.
Fungsi Nyata Robot Anjing di Balik Panggung Parade
Jadi, untuk apa Polri membutuhkan "monster" secanggih ini? Ini bukan sekadar untuk parade. Potensi penggunaannya di lapangan sangat luas dan bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati bagi para petugas.1. Pengintai Senyap di Zona Berbahaya: Dalam situasi penyergapan teroris atau pembebasan sandera, Go2 bisa menjadi mata dan telinga pertama yang masuk ke area berbahaya, mengirimkan data visual secara real-time tanpa harus mempertaruhkan nyawa seorang petugas.
2. Pendeteksi Ancaman Kimia dan Bom: Berkat desainnya yang modular, Go2 bisa dilengkapi dengan berbagai sensor. Bayangkan ia dikirim untuk mendeteksi kebocoran gas beracun atau mendekati paket yang dicurigai sebagai bom, sebuah tugas yang terlalu berisiko bagi manusia.
3. Patroli di Medan Mustahil: Dari perbatasan terpencil yang sulit dijangkau kendaraan hingga lokasi bencana alam yang hancur, kemampuan segala medannya menjadikan Go2 sebagai unit patroli yang tak kenal lelah.
Pada akhirnya, nilai sesungguhnya dari Unitree Go2 ini tidak akan bisa dihakimi dari penampilannya di atas panggung Monas. Pembuktiannya akan terjadi di medan tugas yang sunyi dan penuh risiko. Apakah investasi ratusan atau bahkan miliaran rupiah iniakanterbayar?
(dan)
Lihat Juga :