Perang Streaming Memanas: Telkomsel & iQIYI Lepas Bom Promo Rp10, Inikah Awal Dominasi Konten Asia?
Senin, 30 Juni 2025 - 21:24 WIB
loading...
Bagi iQIYI, aliansi dengan Telkomsel adalah jalan tol untuk menembus pasar Indonesia yang masif. Foto: Telkomsel
A
A
A
JAKARTA - Medan pertempuran untuk memperebutkan waktu dan dompet para penikmat hiburan digital di Indonesia semakin berdarah. Raksasa telekomunikasi Telkomsel dan titan streaming asal China, iQIYI, baru saja mengumumkan sebuah aliansi strategis. Senjata pamungkas mereka?
Sebuah "bom harga" yang nyaris tak masuk akal: promo langganan premium hanya Rp10 selama dua bulan pertama.
Langkah ini, yang diresmikan dengan mendatangkan langsung Duta Global iQIYI, aktor ternama Chen Zheyuan, ke Jakarta pada 30 Juni 2025, bukan sekadar peluncuran paket biasa. Ini adalah deklarasi perang terbuka, sinyal kuat bahwa keduanya berniat untuk menaklukkan pasar konten Asia yang sangat subur di Indonesia, menantang para pemain lama seperti Netflix, Viu, dan Disney+.
Di Balik 'Bom Harga' Rp10
Strategi "bakar uang" ini dirancang untuk menjadi pukulan telak. Untuk pelanggan Telkomsel Halo dan IndiHome, paket iQIYI Premium yang biasanya berharga Rp59.000 per bulan, kini bisa dinikmati hanya dengan Rp10 selama dua bulan. Sementara untuk pengguna SIMPATI dan by.U, mereka menawarkan promo "bayar satu bulan, dapat tiga bulan" untuk paket Standard.
Ini adalah taktik "shock and awe" klasik yang bertujuan untuk mengakuisisi jutaan pengguna baru dalam waktu singkat, mengunci mereka dalam ekosistem Telkomsel dan iQIYI.
"Telkomsel menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan hiburan digital berkualitas," ujar Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel. "Dengan semakin berkembangnya basis penggemar drama oriental, iQIYI dapat menjadi tambahan yang kuat bagi katalog hiburan digital Telkomsel."
Pernyataan ini adalah sebuah pengakuan bahwa Telkomsel tidak lagi hanya ingin menjadi penyedia pipa data, tetapi juga kurator konten yang menentukan apa yang ditonton oleh jutaan pelanggannya.
Namun, di balik narasi kolaborasi yang indah, ada sebuah pertanyaan. Apakah ini akan menjadi simbiosis mutualisme, atau justru awal dari dominasi konten impor yang lebih dalam?
Sebagai pemanis, kedua perusahaan mengumumkan akan memproduksi bersama enam serial drama lokal Indonesia. Ini adalah sebuah langkah cerdas yang bisa menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi, ini membuka peluang bagi para sineas lokal untuk unjuk gigi dengan dukungan modal dan distribusi raksasa. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi strategi iQIYI untuk memperdalam cengkeramannya di pasar, dengan menciptakan konten lokal yang sesuai dengan "rasa" mereka, yang berpotensi meminggirkan rumah produksi independen lainnya.
Paket Basic: Mulai dari Rp 19.000/bulan (kualitas 720p, 1 perangkat).
Paket Standard: Mulai dari Rp 39.000/bulan (kualitas 1080p, 2 perangkat, unduh offline).
Paket Premium: Mulai dari Rp 59.000/bulan (kualitas 4K, 4 perangkat, tanpa iklan, Dolby Atmos).
Setiap paket ini sudah termasuk kuota data sebesar 2GB, sebuah nilai tambah yang jelas ditujukan untuk mengikat pengguna lebih erat ke jaringan Telkomsel.
Pada akhirnya, aliansi Telkomsel-iQIYI ini lebih dari sekadar promo. Ini adalah sebuah pergeseran tektonik dalam lanskap hiburan digital Indonesia.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang menawarkan konten terbanyak, tetapi siapa yang mampu menawarkan paket paling tak terpisahkan antara konektivitas, konten, dan harga yangpalingagresif.
Sebuah "bom harga" yang nyaris tak masuk akal: promo langganan premium hanya Rp10 selama dua bulan pertama.
Langkah ini, yang diresmikan dengan mendatangkan langsung Duta Global iQIYI, aktor ternama Chen Zheyuan, ke Jakarta pada 30 Juni 2025, bukan sekadar peluncuran paket biasa. Ini adalah deklarasi perang terbuka, sinyal kuat bahwa keduanya berniat untuk menaklukkan pasar konten Asia yang sangat subur di Indonesia, menantang para pemain lama seperti Netflix, Viu, dan Disney+.
Di Balik 'Bom Harga' Rp10
![Perang Streaming Memanas: Telkomsel & iQIYI Lepas Bom Promo Rp10, Inikah Awal Dominasi Konten Asia?]()
Strategi "bakar uang" ini dirancang untuk menjadi pukulan telak. Untuk pelanggan Telkomsel Halo dan IndiHome, paket iQIYI Premium yang biasanya berharga Rp59.000 per bulan, kini bisa dinikmati hanya dengan Rp10 selama dua bulan. Sementara untuk pengguna SIMPATI dan by.U, mereka menawarkan promo "bayar satu bulan, dapat tiga bulan" untuk paket Standard.
Ini adalah taktik "shock and awe" klasik yang bertujuan untuk mengakuisisi jutaan pengguna baru dalam waktu singkat, mengunci mereka dalam ekosistem Telkomsel dan iQIYI.
"Telkomsel menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan hiburan digital berkualitas," ujar Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel. "Dengan semakin berkembangnya basis penggemar drama oriental, iQIYI dapat menjadi tambahan yang kuat bagi katalog hiburan digital Telkomsel."
Pernyataan ini adalah sebuah pengakuan bahwa Telkomsel tidak lagi hanya ingin menjadi penyedia pipa data, tetapi juga kurator konten yang menentukan apa yang ditonton oleh jutaan pelanggannya.
Pedang Bermata Dua: Kolaborasi atau Dominasi?
Bagi iQIYI, aliansi dengan Telkomsel adalah jalan tol untuk menembus pasar Indonesia yang masif. "Kerja sama dengan Telkomsel merupakan momentum besar dalam memperkenalkan layanan iQIYI kepada masyarakat Indonesia," kata Kaichen Li, Vice President APAC & MENA iQIYI.Namun, di balik narasi kolaborasi yang indah, ada sebuah pertanyaan. Apakah ini akan menjadi simbiosis mutualisme, atau justru awal dari dominasi konten impor yang lebih dalam?
Sebagai pemanis, kedua perusahaan mengumumkan akan memproduksi bersama enam serial drama lokal Indonesia. Ini adalah sebuah langkah cerdas yang bisa menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi, ini membuka peluang bagi para sineas lokal untuk unjuk gigi dengan dukungan modal dan distribusi raksasa. Di sisi lain, ini juga bisa menjadi strategi iQIYI untuk memperdalam cengkeramannya di pasar, dengan menciptakan konten lokal yang sesuai dengan "rasa" mereka, yang berpotensi meminggirkan rumah produksi independen lainnya.
Paket Perang yang Ditawarkan
Untuk pertempuran jangka panjang, berikut adalah amunisi yang mereka siapkan:Paket Basic: Mulai dari Rp 19.000/bulan (kualitas 720p, 1 perangkat).
Paket Standard: Mulai dari Rp 39.000/bulan (kualitas 1080p, 2 perangkat, unduh offline).
Paket Premium: Mulai dari Rp 59.000/bulan (kualitas 4K, 4 perangkat, tanpa iklan, Dolby Atmos).
Setiap paket ini sudah termasuk kuota data sebesar 2GB, sebuah nilai tambah yang jelas ditujukan untuk mengikat pengguna lebih erat ke jaringan Telkomsel.
Pada akhirnya, aliansi Telkomsel-iQIYI ini lebih dari sekadar promo. Ini adalah sebuah pergeseran tektonik dalam lanskap hiburan digital Indonesia.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang menawarkan konten terbanyak, tetapi siapa yang mampu menawarkan paket paling tak terpisahkan antara konektivitas, konten, dan harga yangpalingagresif.
(dan)
Lihat Juga :