Arab Saudi Ganti Kiswah, Ini Sejarah Selimut Kiblat dengan Emas Seberat 60 Kg

Jum'at, 27 Juni 2025 - 13:20 WIB
loading...
Arab Saudi Ganti Kiswah,...
Pergantian Kiswah Kakbah. FOTO/ ARAB NEWS
A A A
RIYADH - Otoritas Umum untuk Penjagaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menyelesaikan penggantian tahunan Kiswah Kakbah, melanjutkan tradisi perawatan yang telah berlangsung lebih dari 100 tahun.

BACA JUGA - Fakta Alquran dan Sains, Tawaf Ternyata Selaras dengan Rotasi Alam Semesta

Seperti dilansir dari SPA, Proses penggantian dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari 154 profesional Saudi dari Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kakbah.

Tim-tim tersebut ditugaskan secara strategis ke berbagai sisi dan bagian atap Kakbah sesuai dengan keahlian masing-masing.

Kiswah baru tersebut berbobot sekitar 1.415 kilogram (kg) dan tingginya 14 meter. Kiswah ini terdiri dari empat panel terpisah beserta tirai pintu (sitara).

Kiswah dibuat menggunakan sekitar 825 kg sutra mentah yang diwarnai hitam di kompleks tersebut, 120 kg benang perak berlapis emas, 60 kg benang perak murni, dan 410 kg kapas mentah.

Sejarah awal Kiswah dapat ditelusuri kembali ke zaman jahiliyah, atau sebelum kedatangan Islam di Arabia. Pada saat itu, orang-orang Arab memuja berbagai dewa dan menghormati Ka’bah sebagai salah satu tempat paling suci di tanah Arab. Kiswah, yang kemudian dikenal sebagai “ghilaf”, adalah kain yang digunakan untuk menutupi bangunan itu sebagai tanda penghormatan terhadap dewa-dewa.

Ketika Islam muncul di Arabia pada abad ke-7, Nabi Muhammad SAW menghapus semua patung dan simbolisme pagan dari Ka’bah dan mengubahnya menjadi tempat suci yang hanya menyembah Allah SWT. Setelah itu, Kiswah juga diubah untuk mencerminkan keyakinan baru ini dan menjadi bagian integral dari ibadah umat Islam.

Kiswah pertama kali diganti oleh umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pada tahun 647 M. Sejak saat itu, kain tersebut secara rutin diganti setiap tahun pada bulan Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Islam, sebelum pelaksanaan ibadah haji.

Selama berabad-abad, Kiswah telah diproduksi di berbagai tempat di seluruh dunia Islam, termasuk Mesir, Suriah, India, dan Iran. Proses pembuatannya sangat rumit dan membutuhkan waktu dan keahlian yang besar. Kain tersebut terbuat dari sutra atau kapas hitam, yang kemudian dihiasi dengan benang emas dan perak untuk membentuk kalimat-kalimat yang mencerminkan keimanan dan keyakinan umat Islam.

Kiswah juga memiliki nilai historis yang penting karena mencerminkan berbagai peristiwa sejarah dalam Islam. Misalnya, pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Kiswah dihiasi dengan gambar-gambar dari bangunan suci lainnya, seperti Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem, sebagai pengingat tentang kekuatan dan kebesaran Islam di seluruh dunia.

Saat ini, Kiswah diproduksi di pabrik khusus di Mekah dan dibuat dari bahan-bahan modern seperti nilon dan sutra sintetis. Namun, Kiswah masih dihiasi dengan kalimat-kalimat suci dari Quran dan penggalan-penggalan hadis Nabi Muhammad SAW yang dicetak dengan benang emas dan perak.

Kiswah ini diganti setiap tahun pada malam 9 atau 10 Dzulhijjah, yang juga dikenal sebagai Malam Tarwiyah, sebelum umat Islam memulai ibadah haji. .
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Rekomendasi
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved